Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Awas, Tutup Mulut Bisa Berujung Kartu Merah di Super League 2026/27
ilustrasi kartu merah (pexels.com/BOOM Photography)
  • Super League 2026/27 menerapkan Laws of the Game terbaru IFAB: pemain yang menutup mulut sambil melontarkan ujaran provokatif dapat langsung diganjar kartu merah.
  • Wasit akan menilai konteks gestur tutup mulut; percakapan biasa antarpemain, termasuk rekan satu klub yang membela negara berbeda, tidak otomatis berujung sanksi.
  • Aturan baru lain mencakup batas 10 detik saat pergantian, lima detik untuk lemparan ke dalam, dan delapan detik bagi kiper memegang bola; liga dimulai 4 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemain yang melakukan gestur menutup mulut sambil melontarkan ujaran provokatif harus berhati-hati. Sebab, tindakan itu dapat berujung kartu merah pada kompetisi Super League 2026/27.

Aturan tersebut merupakan bagian dari penerapan Laws of the Game terbaru yang telah diresmikan Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Ini jadi sebuah terobosan tersendiri.

"Pemain yang menutup mulut sambil menyampaikan ujaran provokatif di pertandingan akan diberi kartu merah. Hal ini juga sudah diterapkan lebih dulu di Piala Dunia 2026," kata Ogawa di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

1. Tak semua gestur tutup mulut berujung kartu merah

Meski demikian, Ogawa menegaskan tidak semua gestur menutup mulut otomatis berujung pengusiran dari lapangan. Wasit tetap akan melihat konteks di balik tindakan tersebut.

Pasalnya, gestur menutup mulut juga kerap dilakukan pemain ketika berbicara dengan pemain lain, termasuk ketika mereka membela tim atau negara yang berbeda.

"Contohnya ketika dalam pertandingan internasional, ada dua pemain berasal dari klub yang sama, tetapi membela negara berbeda. Biasanya mereka berbicara satu sama lain dengan mulut ditutup oleh tangan. Dalam konteks dialog pertemanan, gestur tersebut dibolehkan," ujar Ogawa.

2. Sudah diterapkan di Piala Dunia 2026

Gestur menutup mulut berujung kartu merah sempat menjadi ramai pada 2026. Pemain Paraguay, Miguel Almiron, menjadi salah satu pemain yang terkena aturan tersebut ketika menghadapi Turki di Piala Dunia 2026.

Pemain berikutnya yang mendapat sanksi serupa adalah Piero Hincapie saat membela Ekuador menghadapi Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dia terkena kartu merah karena menutup mulut.

3. Ada sejumlah perubahan lain dalam Laws of the Game

Selain aturan mengenai gestur menutup mulut berujung kartu merah, terdapat sejumlah pembaruan lain dalam Laws of the Game yang akan diterapkan di kompetisi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah batas waktu 10 detik bagi pemain untuk meninggalkan lapangan ketika hendak digantikan oleh rekan setim.

Kemudian, pemain memiliki waktu lima detik untuk melakukan lemparan ke dalam. Sementara itu, kiper dibatasi delapan detik untuk memegang bola dalam situasi permainan terbuka (open play).

Super League 2026/27 akan dimulai pada Jumat (4/9/2026). Laga pembuka mempertemukan Arema FC dengan Isenmulang Kalteng FC pada pukul 15.30 WIB, sementara opening ceremony akan terjadi di laga Bali United lawan PSS Sleman pada pukul 19.00 WIB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article