Ayyoub Bouaddi, Bintang Manchester City Senilai Rp1,8 Triliun

- Manchester City merekrut gelandang Maroko Ayyoub Bouaddi dari Lille senilai 85,5 juta poundsterling atau sekitar Rp1,8 triliun, dengan kontrak lima tahun hingga 2031.
- Produk akademi Lille ini menembus tim utama pada usia 16 tahun, mencatat 96 penampilan, lalu memilih Timnas Maroko dan tampil delapan kali di Piala Dunia 2026.
- Bouaddi menjalani debut City saat menang 4-1 atas Crystal Palace, mencatat 21 umpan akurat dari 21 percobaan dalam delapan menit bermain.
Bursa transfer musim panas 2026 kembali dihiasi kejutan besar dari raksasa English Premier League (EPL), Manchester City. Tim bertabur bintang tersebut secara resmi mengumumkan perekrutan talenta muda berpaspor Maroko, Ayyoub Bouaddi, pada 26 Agustus 2026 lalu. The Citizens mengikat pemain berposisi gelandang tengah tersebut dengan kontrak berdurasi 5 tahun atau hingga 2031.
Untuk mengamankan tanda tangan pemuda berbakat ini, Manchester City tak ragu merogoh kocek sangat dalam. Dilansir BBC Sport, City menebus Bouaddi dari klub kasta teratas Liga Prancis, Lille OSC, dengan nilai transfer fantastis mencapai 85,5 juta pound sterling (sekitar Rp1,8 triliun). Langkah berani ini menegaskan komitmen Manchester City membangun regenerasi skuad berkualitas di bawah arahan manajer baru, Enzo Maresca.
1. Ayyoub Bouaddi, jebolan akademi Lille, melakoni debut profesional pada usia 16 tahun
Lahir di Senlis, Prancis, pada 2 Oktober 2007, Ayyoub Bouaddi merupakan produk asli akademi Lille yang dikenal kerap melahirkan bintang-bintang dunia. Dilansir Transfermarkt, Bouaddi langsung mencuri perhatian sepak bola Eropa saat melakoni debut profesionalnya di Liga Konferensi Eropa pada 6 Oktober 2023. Ia turun sebagai starter dalam laga tandang melawan KI Klaksvik, klub asal Kepulauan Faroe, 3 hari setelah ulang tahunnya yang ke-16.
Sejak debut tersebut, karier Bouaddi melesat. Ia langsung menjelma sebagai pilihan utama di lini tengah Lille selama 3 musim terakhir dengan mencatatkan total 96 penampilan. Pada 2025/2026 lalu, ia tampil konsisten dalam 42 pertandingan di semua kompetisi. Lille pun diantarnya finis di posisi tiga Ligue 1 Prancis sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions Eropa 2026/2027.
2. Sempat memperkuat Prancis kelompok umur sebelum memilih Maroko
Di tingkat internasional, Ayyoub Bouaddi sempat memperkuat tim junior Prancis dari U-16 hingga U-21. Namun, saat menginjak jenjang senior, ia secara resmi memilih membela Timnas Maroko pada 15 Mei 2026, kurang dari sebulan sebelum Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Ini tak lepas dari fakta Maroko sebagai negara asal kedua orangtuanya.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Bouaddi tampil luar biasa mengawal lini tengah The Atlas Lions. Penampilannya saat meredam Brasil pada penyisihan grup, dengan akurasi umpan mencapai 91 persen dan memenangkan 9 duel, mendapat pujian dari para pandit sepak bola. Maroko sendiri akhirnya melaju hingga ke perempat final. Di bawah asuhan sang pelatih, Mohamed Ouahbi, Bouaddi mengoleksi delapan penampilan sejauh ini dan semuanya di Piala Dunia 2026.
3. Piala Dunia 2026 menjadi ajang Ayyoub Bouaddi memamerkan kualitasnya
Penampilan Ayyoub Bouaddi di Piala Dunia 2026 menjadi gambaran kualitasnya. Dilansir Opta Analyst, lini tengah Brasil dibuat kesulitan merebut bola dari kakinya. Pada saat bersamaan, Bouaddi dengan leluasa mengalirkan bola dengan sangat tenang dan tanpa beban.
Ia mencatatkan 60 operan sukses dari 66 percobaan dalam laga melawan anak asuh Carlo Ancelotti. Akurasinya bahkan mencapai 90,7 persen. Catatan ini membuatnya menjadi pemain termuda kedua (18 tahun 254 hari) sejak Piala Dunia 1966 yang mampu mengemas lebih dari 50 operan sukses dalam 1 laga. Terbukti, meski usianya masih sangat muda, ia sudah menjadi pengatur tempo yang sangat tenang dan bisa diandalkan.
4. Ayyoub Bouaddi bertekad terus berkembang selama memperkuat Manchester City
Bergabung dengan Manchester City sendiri merupakan impian besar yang kini menjadi kenyataan bagi sang pemain. Dilansir situs resmi Manchester City, Ayyoub Bouaddi mengaku antusias bisa menjadi bagian dari juara sepuluh kali kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut. Di sisi lain, ia siap belajar banyak dari para seniornya.
"Ini adalah hari yang sangat spesial bagiku dan keluarga. Bagiku, Manchester City adalah klub terbaik di dunia. Berada di sini dan memanggil diri sendiri sebagai pemain City bahkan rasanya seperti mimpi," ujar Bouaddi.
"Aku masih berusia 18 tahun dan senang dengan kemajuanku sejauh ini, tapi aku juga tahu aku bisa berkembang banyak. Tak diragukan lagi ini adalah tempat terbaik untuk melakukannya," sambungnya.
5. Menjalani debut saat melawan Crystal Palace, tampil baik dengan menjaga tempo permainan
Debut Ayyoub Bouaddi bersama Manchester City berjalan manis saat menundukkan Crystal Palace 4-1 pada pekan pertama English Premier League 2026/2027 pada 29 Agustus 2026 lalu. Ia masuk pada menit ke-82 sebagai pengganti Elliot Anderson. Manchester City saat itu memimpin 3-1. Meski hanya bermain selama 8 menit, kontribusinya tetap sangat terasa.
Dilansir Sofascore, Bouaddi tetap menjaga tempo permainan lewat 23 sentuhan. Turut pula catatan akurasi umpan yang mencapai 100 persen (21/21), termasuk 7 umpan di area lawan dan 1 umpan jauh akurat. Ia juga efektif membawa bola dengan jarak mencapai 101,6 meter dari 9 kesempatan. Hanya 2 menit setelah masuk, Manchester City menambah keunggulan menjadi 4-1 lewat gol Erling Haaland.
Ayyoub Bouaddi memiliki teknik yang matang sebagai hasil dari pengalamannya berlaga di level teratas bersama Lille dan Timnas Maroko. Pemilik postur 1,85 meter tersebut pun diharap bisa menjadi tenaga baru Manchester City. Bouaddi sendiri belum pernah meraih trofi selama memperkuat Lille. Apakah gelar juara pertama dalam kariernya segera datang saat berseragam biru langit?


















