5 Tim Voli Putri dengan Performa Terburuk di AVC Continental 2026

- Taiwan finis peringkat kedelapan dari 12 tim setelah meraih satu kemenangan di fase grup dan kalah 0-3 dari Jepang pada perempat final.
- Kazakhstan berada di posisi kesembilan usai hanya menang sekali di Pool B, sementara Hong Kong finis kesepuluh tanpa kemenangan dalam tiga laga grup.
- Australia dan Iraq sama-sama nir kemenangan serta gagal ke perempat final; Australia menempati peringkat ke-11, sedangkan Iraq menjadi juru kunci dengan kekalahan telak di Pool A.
AVC Continental 2026 menjadi salah satu ajang penting bagi tim voli putri di kawasan Asia untuk menguji kekuatan mereka di level kontinental. Persaingan yang ketat membuat setiap tim dituntut tampil konsisten sejak awal hingga akhir turnamen.
Namun, tidak semua peserta mampu menunjukkan performa sesuai harapan. Sejumlah tim harus melewati turnamen dengan hasil yang kurang maksimal, baik dari sisi kemenangan maupun konsistensi permainan. Lantas, siapa saja tim voli putri dengan performa terburuk di AVC Continental 2026? Berikut daftar lima tim dengan performa terburuk di AVC Continental 2026.
1. Taiwan finis sebagai peringkat delapan
Taiwan menjadi salah satu tim nonunggulan yang masih cukup diperhitungkan di AVC Continental 2026. Terlebih lagi mereka baru saja finis sebagai runner-up di AVC Cup 2026 beberapa waktu lalu. Sayangnya, mereka justru tampil kurang maksimal di kejuaraan ini. Sejak fase grup, mereka sudah menelan 2 kekalahan dan hanya mengantongi 1 kemenangan yang membuat mereka finis di peringkat 3 klasemen Pool A. Meski begitu, mereka tetap lolos ke perempat final sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik. Pada perempat final, mereka langsung menelan kekalahan. Tim asuhan Yen Min Teng itu kalah telak dari Jepang 3 set langsung dengan skor 14-25, 21-25, dan 13-25. Hasil itu menyudahi perjalanan mereka di kejuaraan ini dan menempatkan mereka di peringkat 8 dari 12 tim.
2. Kazakhstan berakhir di peringkat sembilan
Kazakhstan juga tampil tidak maksimal di AVC Continental 2026. Kristina Belova dan kawan-kawan sudah terpuruk sejak fase grup hingga akhirnya gagal melaju ke perempat final. Tergabung dalam Pool B, Kazakhstan harus menelan 2 kekalahan dan hanya merengkuh 1 kemenangan. Mereka kalah 4 set dari Thailand serta secara mengejutkan kalah 3 set langsung dari Indonesia. Satu-satunya kemenangan mereka diraih atas Australia dengan 3 set langsung. Hasil itu membuat mereka berada di peringkat tiga klasemen akhir Pool B dan gagal melenggang ke perempat final. Hasil itu juga menempatkan mereka di posisi ke-9 dari 12 tim di final standings.
3. Hong Kong mengakhiri kejuaraan dengan finis di peringkat sepuluh
Tim voli putri berikutnya yang tampil buruk di AVC Continental 2026 adalah Hong Kong. Skuad yang ditukangi Kin Chuen Kwok itu harus pulang dengan finis di posisi ke-10 dari 12 tim. Posisi itu didapat setelah mereka nirkemenangan pada fase grup dan gagal ke perempat final. Mereka yang menghuni Pool C menjadi bulan-bulanan tim lainnya. Tercatat, dari 3 pertandingan mereka selalu mengalami kekalahan. Mereka kalah 3 set langsung dari Vietnam dan Jepang serta kalah 4 set dari Korea Selatan.
4. Australia finis dengan menduduki peringkat sebelas
Australia menjadi tim voli putri selanjutnya yang tampil buruk di AVC Continental 2026. Mereka finis di peringkat 11 dari 12 tim setelah tidak meraih kemenangan sama sekali. Pada fase grup, mereka kalah saing dengan Thailand, Indonesia, dan Kazakhstan yang sama-sama menghuni Pool B. Mereka kalah 3 set langsung dari 3 tim tersebut. Hasil itu membuat mereka mendekam di dasar klasemen dan gagal melanjutkan perjalanannya ke perempat final.
5. Iraq berakhir di peringkat terbawah
Iraq menjadi tim voli putri dengan penampilan terburuk di AVC Continental 2026. Mereka berakhir di peringkat 12 dari 12 tim setelah gagal mengamankan kemenangan. Kondisi mereka hampir sama dengan Australia. Bedanya, Iraq selalu menelan kekalahan dengan skor yang sangat telak. Mereka tunduk 3 set langsung di hadapan China, Iran, dan Taiwan yang berada di Pool A dengan skor yang sangat telak. Bahkan, mereka jarang meraih poin lebih dari 10 dalam 1 set pertandingan. Dengan performa itu, tidak mengherankan jika mereka finis di peringkat terbawah.
AVC Continental 2026 memberikan gambaran mengenai sejauh mana kekuatan masing-masing tim voli putri di level Asia. Hasil yang diraih sepanjang turnamen pun dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Meski masuk dalam daftar dengan performa terburuk, perjalanan lima tim di atas di turnamen ini tetap menjadi pengalaman berharga.



















