Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bantu Como Ukir Sejarah, Nico Paz Ikuti Jejak Messi di Liga Champions
Pemain Como 1907, Nico Paz, merayakan gol ke gawang lawan (AFP / Piero Cruciatti)
  • Como 1907 menang 4-1 atas RB Leipzig dalam debut Liga Champions di hadapan publik sendiri.
  • Nico Paz menyumbang dua assist dan menjadi pemain Argentina termuda yang mencatatkan dua atau lebih assist di Liga Champions.
  • Paz mengaku kesulitan akibat penjagaan ketat, tetapi ruang yang terbuka dimanfaatkan rekan-rekan setimnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (11/9/2026) dini hari WIB

Como 1907 menjalani debut Liga Champions dan menang 4-1 atas RB Leipzig di kandang sendiri. Nico Paz menyumbang dua assist.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Como 1907 menang 4-1 atas RB Leipzig pada debutnya di Liga Champions.
  • Who?
    Como 1907, RB Leipzig, Nico Paz, Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao, Maximo Perrone, dan Andrija Maksimovic terlibat dalam laga ini.
  • Where?
    Laga berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, kandang Como.
  • When?
    Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.
  • Why?
    Nico Paz mengaku kurang maksimal karena mendapat penjagaan khusus dari pemain RB Leipzig.
  • How?
    Como mencetak gol melalui Baturina, Douvikas, Diao, dan Perrone, sementara Leipzig membalas lewat Maksimovic. Paz menyumbang dua assist.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Como menang 4-1 melawan RB Leipzig di kandangnya. Nico Paz tidak bikin gol, tetapi ia memberi dua umpan untuk gol teman-temannya. Nico juga membuat catatan seperti Lionel Messi. Stadion Como penuh dan suporter membuat gambar besar sebelum pertandingan. Nico bilang ia dijaga ketat oleh pemain Leipzig.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenangan Como di hadapan publik sendiri menghadirkan suasana bersejarah bagi tim dan suporternya. Kontribusi dua assist Nico Paz juga menunjukkan perannya dalam membuka peluang bagi rekan setim, meski ia menghadapi penjagaan ketat. Stadion yang penuh serta koreografi suporter turut mengiringi malam kemenangan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Como 1907 melakoni debutnya di Liga Champions dengan sempurna, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Tampil di depan publik sendiri, Como mampu membantai RB Leipzig dengan skor 4-1.

Hasil manis ini lahir lewat aksi Martin Baturina (15'), Anastasios Douvikas (38'), Assane Diao (54'), yang ditutup Maximo Perrone (90'). Sementara itu, Leipzig hanya mampu memperkecil kedudukan berkat Andrija Maksimovic (58').

Meski tidak ikut serta mencatatkan nama di papan skor, Nico Paz menjelma sebagai salah satu inspirator kemenangan. Performanya cukup apik, bahkan mampu mengikuti jejak Lionel Messi selaku legenda negaranya.

1. Nico Paz sumbang dua assist

Gelandang muda Argentina itu menjadi salah inspirator dengan menyumbang dua assist. Pertama untuk Diao menit 54 dan sumbangan keduanya diberikan kepada Perrone saat menutup pesta gol di Stadio Giuseppe Sinigaglia.

Berdasarkan data Opta, Paz menjadi pemain Argentina termuda (22 tahun 2 hari) yang mampu memberikan dua atau lebih assist di Liga Champions. Sosok terakhir yang mencatat rekor ini adalah Messi, pada 2008 silam (21 tahun 120 hari).

2. Malam indah bagi Como

Bagi Paz, kemenangan ini adalah salah satu malam terindah di langit Como. Tribune stadion penuh, bahkan sisi suporter belakang gawang menampilkan koreografi jelang kick-off.

"Ini adalah malam bersejarah, kami memainkan pertandingan yang luar biasa, kami sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini dan kami sangat senang," kata Paz kepada Sky Sport.

3. Penjagaan ketat bikin Paz kurang maksimal

Di sisi lain, Paz mengaku kalau performanya kurang maksimal dalam laga ini. Pemilik nomor 10 di Como itu mengaku kesulitan karena mendapat penjagaan khusus, apalagi ketika Leipzig menurunkan Tidiam Gomis menit 59.

"Pertandingan itu sulit, karena saya selalu dijaga ketat oleh pemain nomor 27 mereka sepanjang waktu, jadi ini membuka ruang bagi rekan-rekan setim saya. Saya tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya, tetapi saya mendapatkan lebih banyak bola setelah jeda. Tentu saja, saya selalu bisa berbuat lebih baik," ujar Paz.

Curated For You

Editorial Team

Related Article