Bantu Como Ukir Sejarah, Nico Paz Ikuti Jejak Messi di Liga Champions

- Como 1907 menang 4-1 atas RB Leipzig dalam debut Liga Champions di hadapan publik sendiri.
- Nico Paz menyumbang dua assist dan menjadi pemain Argentina termuda yang mencatatkan dua atau lebih assist di Liga Champions.
- Paz mengaku kesulitan akibat penjagaan ketat, tetapi ruang yang terbuka dimanfaatkan rekan-rekan setimnya.
Jakarta, IDN Times - Como 1907 melakoni debutnya di Liga Champions dengan sempurna, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Tampil di depan publik sendiri, Como mampu membantai RB Leipzig dengan skor 4-1.
Hasil manis ini lahir lewat aksi Martin Baturina (15'), Anastasios Douvikas (38'), Assane Diao (54'), yang ditutup Maximo Perrone (90'). Sementara itu, Leipzig hanya mampu memperkecil kedudukan berkat Andrija Maksimovic (58').
Meski tidak ikut serta mencatatkan nama di papan skor, Nico Paz menjelma sebagai salah satu inspirator kemenangan. Performanya cukup apik, bahkan mampu mengikuti jejak Lionel Messi selaku legenda negaranya.
1. Nico Paz sumbang dua assist
Gelandang muda Argentina itu menjadi salah inspirator dengan menyumbang dua assist. Pertama untuk Diao menit 54 dan sumbangan keduanya diberikan kepada Perrone saat menutup pesta gol di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Berdasarkan data Opta, Paz menjadi pemain Argentina termuda (22 tahun 2 hari) yang mampu memberikan dua atau lebih assist di Liga Champions. Sosok terakhir yang mencatat rekor ini adalah Messi, pada 2008 silam (21 tahun 120 hari).
2. Malam indah bagi Como
Bagi Paz, kemenangan ini adalah salah satu malam terindah di langit Como. Tribune stadion penuh, bahkan sisi suporter belakang gawang menampilkan koreografi jelang kick-off.
"Ini adalah malam bersejarah, kami memainkan pertandingan yang luar biasa, kami sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini dan kami sangat senang," kata Paz kepada Sky Sport.
3. Penjagaan ketat bikin Paz kurang maksimal
Di sisi lain, Paz mengaku kalau performanya kurang maksimal dalam laga ini. Pemilik nomor 10 di Como itu mengaku kesulitan karena mendapat penjagaan khusus, apalagi ketika Leipzig menurunkan Tidiam Gomis menit 59.
"Pertandingan itu sulit, karena saya selalu dijaga ketat oleh pemain nomor 27 mereka sepanjang waktu, jadi ini membuka ruang bagi rekan-rekan setim saya. Saya tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya, tetapi saya mendapatkan lebih banyak bola setelah jeda. Tentu saja, saya selalu bisa berbuat lebih baik," ujar Paz.




















