Waspada Inter Milan, Kandang Bodo/Glimt Ekstrem dan Sudah Makan Korban

- Suhu bisa mencapai 10 derajat Celcius di Bodo/Glimt
- Harus segera menyesuaikan diri dengan cuaca dingin dan rumput sintetis
- Bodo/Glimt sempat membuat lawan-lawan mereka kesulitan di kandang
Jakarta, IDN Times - Inter Milan akan bersua Bodo/Glimt dalam leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025/26, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Persiapan khusus langsung mereka lakukan.
Salah satu yang jadi fokus perhatian adaptasi Inter dalam laga ini adalah kondisi ekstrem di markas Bodo/Glimt. Cuaca dingin dan rumput sintetis jadi hal yang harus segera dipahami Inter agar bisa menampilkan performa trengginas sama seperti saat berlaga di Italia.
1. Suhu bisa mencapai -10 derajat celsius
Bodo/Glimt adalah klub yang bermarkas di utara Norwegia. Pada periode Februari, suhu di sana sedang berada dalam kondisi dingin, bisa mencapai minus 10 derajat Celcius. Belum lagi, angin dingin yang bisa membuat suhu makin turun.
Selain suhu yang bisa sedingin itu, Aspmyra Stadium juga memiliki rumput sintetis. Para pemain Inter tentu tak terbiasa main di stadion macam ini.
2. Harus segera menyesuaikan diri
Pelatih Inter, Christian Chivu, menyatakan anak-anak asuhnya akan segera beradaptasi dengan cuaca dingin dan rumput sintetis saat lawan Bodo/Glimt nanti. Dia juga berharap tak ada pemain cedera.
"Bodo/Glimt telah meraih hasil bagus di kandang maupun tandang dan klub ini ambisius. Mereka pasti ingin memberikan yang terbaik. Kami juga siap melakukan hal yang sama dan beradaptasi dengan lapangan dan iklim ini," kata Chivu, dilansir Football Italia.
3. Kandang Bodo/Glimt sempat makan korban, termasuk ManCity
Saat melakoni laga kandang di Liga Champions, Bodo/Glimt sering membuat lawan-lawannya kesulitan. Tottenham Hotspur sukses ditahan imbang. Manchester City bahkan mereka kalahkan.
Namun, Inter bisa belajar dari Juventus. Si Nyonya Tua berhasil mengalahkan Bodo/Glimt di kandangnya dalam laga Liga Champions 2025/26.
















