SC Braga telah menjalin kesepakatan untuk membeli Diogo Travassos dan Adrian Barisic pada musim panas 2026. Mereka didatangkan dengan banderol di atas Rp59 miliar. Kepindahan ini membuat mereka masuk daftar enam besar bek termahal yang pernah dibeli SC Braga. Menariknya, mayoritas dari keempat bek termahal yang dibeli sebelumnya sudah tidak bermain di Estadio Municipal de Braga.
6 Bek Termahal yang Pernah Dibeli SC Braga per 19 Juni 2026

1. Wallace (Rp165 miliar) menjadi pembelian mahal yang gagal
Wallace bergabung dengan SC Braga pada 1 Juli 2014. Ia direkrut dari klub asal Brasil, Cruzeiro, dengan nominal menyentuh Rp165 miliar. Ini merupakan transfer bersejarah karena membuatnya untuk pertama kali membela klub asal Eropa, meski hanya bertahan dua musim.
Wallace tidak meraih kesuksesan selama berstatus pemain SC Braga. Ia tidak memainkan satu pun pertandingan pada 2014/2015. Ini karena langsung dipinjamkan kepada AS Monaco dan akhirnya dijual kepada Lazio yang hanya berjarak dua musim setelah resmi didatangkan.
2. Bright Arrey-Mbi (Rp107 miliar) mulai mendapat banyak kesempatan bermain
Arrey-Mbi mulai menjadi bagian dari SC Braga sejak 17 Juli 2024. Hannover 96 sepakat untuk melepasnya dengan biaya Rp107 miliar. Proses transfer ini masih menempatkannya di urutan kedua sebagai bek termahal dalam sejarah tim berjuluk Os Arsenalistas tersebut.
Kendati mahal, ia sudah menunjukkan kualitasnya dengan makin meningkatkan jumlah menit bermain sejak debut. Arrey-Mbi melakoni 23 pertandingan dan mencatatkan 1.829 menit bermain di Primeira Liga Portugal 2025/2026. Ini lebih bagus daripada musim debutnya.
3. Diogo Travassos (Rp95 miliar) bakal menjadi bek kanan andalan
Diogo Travassos memilih untuk berpisah dengan Sporting CP. Ia bakal melanjutkan kariernya di Portugal bersama SC Braga usai menerima tawaran sebesar Rp95 miliar. Kepindahannya sebagai bagian baru dari publik Estadio Municipal de Braga bakal mulai aktif pada 1 Juli 2026.
Keputusan untuk merekrut Diogo Travassos sangatlah tepat. Pasalnya, ia memiliki pengalaman bermain di Primeira Liga dan memperlihatkan performa positif selama menjalani peminjaman bersama Moreirense pada 2025/2026. Ia bek kanan bagus dengan torehan 5 gol dan 3 assist.
4. Adrian Barisic (Rp60 miliar) dipermanenkan dari status pemain pinjaman
Adrian Barisic menjadi salah satu pembelian anyar SC Braga pada musim panas 2026. Ia setuju dipermanenkan dari FC Basel dengan mahar penebusan Rp60 miliar. Ini adalah tebusan yang tidak murah bagi pemain yang banyak absen akibat cedera selama peminjaman.
Adrian Barisic hanya memainkan enam pertandingan di Primeira Liga 2025/2026. Padahal, ia sempat menjadi bek tengah andalan dengan selalu bermain pada pekan ke-19 hingga ke-24. Namun, ia setelah itu mengalami cedera parah dan harus mengakhiri musim lebih awal.
5. Bruno Viana (Rp52 miliar) pernah berhasil mempersembahkan gelar juara
Bruno Viana memulai karier bersama SC Braga sebagai pinjaman dari Olympiacos Piraeus pada 7 Juli 2017. Ia kemudian dipermanen dengan harga senilai Rp52 miliar pada 1 Juli 2018. Ini membuatnya tinggal lebih lama, meski sering dipinjamkan ke beberapa klub di luar Portugal.
Ia tercatat pernah menjalani peminjaman bersama Flamengo, FK Khimki, dan Wuhan Yangtze. Kendati demikian, ia tetap memiliki statistik yang baik bersama SC Braga. Bruno Viana mencatatkan 150 penampilan di semua kompetisi dan berhasil meraih 2 gelar juara.
6. Cristian Borja (Rp52 miliar) pernah menjadi bek kiri utama
Cristian Borja pernah menjadi bagian SC Braga pada 2021—2024. Ia dibajak dari Sporting CP dengan biaya pembelian Rp52 miliar. Kepindahan ini membuatnya menjadi pemain keempat asal Kolombia yang pernah membela Os Arsenalistas sejak terakhir kali Felipe Pardo.
Cristian Borja sempat menjadi pilihan utama untuk posisi bek kiri pada musim terakhirnya di SC Braga. Ia saat itu mendapat kepercayaan untuk memainkan 30 pertandingan di Primeira Liga 2023/2024. Ia tidak sekadar bermain, tetapi juga turut membukukan 1 gol dan 5 assist.
SC Braga memiliki riwayat membeli bek-bek mahal dalam satu dekade terakhir. Transfer ini turut membantu bersaing dengan tim lain. Sayangnya, kehadiran mereka belum menghasilkan trofi Primeira Liga