Persebaya Juara Piala Presiden Usai Bekuk Persib Lewat Adu Penalti

- Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung lewat adu penalti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
- Ramadhan Sananta membawa Persebaya unggul pada menit ke-20, sebelum Patricio Matricardi menyamakan skor tiga menit kemudian; skor 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu.
- Persib bermain dengan 10 orang setelah Mariano Peralta dikartu merah pada menit ke-112. Gledson memastikan gelar Persebaya setelah eksekusi penaltinya masuk.
Jakarta, IDN Times - Persebaya Surabaya sukses menjuarai Piala Presiden 2026. Gelar itu didapat setelah membekuk Persib Bandung lewat drama adu penalti, Kamis (6/8/2026).
Duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ini berlangsung ketat sejak wasit meniup peluit kick-off. Persib dan Persebaya bermain atraktif, menghasilkan jual beli serangan secara intens.
Kedua tim sama-sama mengandalkan serangan dari kecepatan di sektor sayapnya. Upaya Bajul Ijo (julukan Persebaya) berbuah manis lebih dulu, usai Ramadhan Sananta menjebol gawang Persib saat duel baru berusia 20 menit.
Gol itu tercipta berawal dari kreasi Rachmat Irianto di sektor kanan. Mantan gelandang Persib itu mampu mengirim umpan silang akurat ke depan gawang, yang sukses disambar dengan sempurna oleh Sananta.
Persib merespons kecolongan itu dengan ciamik. Mereka langsung menggempur pertahanan Persebaya, yang langsung menyamakan kedudukan tiga menit berselang.
Pangeran Biru (julukan Persib) mengubah angka di papan skor lewat aksi Patricio Matricardi. Gol tersebut berawal dari sapuan Yuran Fernandes yang kurang sempurna.
Pada menit kritis, Persebaya tampil dominan dan sering berada di kotak penalti. Mereka mendapat sejumlah momentum, namun peluangnya jarang diselesaikan secara klinis. Skor 1-1 pun bertahan hingga jeda babak.
Laga di babak kedua kembali berjalan alot. Kedua tim sebenarnya bermain dengan tempo dan intensitas yang cukup tinggi, namun skema serangan yang dilancarkan kurang efektif.
Demi memberikan warna baru, Persib dan Persebaya melakukan rotasi di pertengahan babak. Persib menurunkan Al Hamra Hehanusa, Dedi Kusnandar, Julio Cesar, dan Mariano Peralta.
Sementara, Persebaya memainkan Reza Arya, Ricky Pratama, Toni Firmansyah, Yann Mabella, dan Gledson. Namun, kehadiran mereka gagal memecah kebuntuan. Duel pun dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Persib mendapat petaka pada periode kedua perpanjangan waktu. Mereka harus meladeni tekanan Bajul Ijo hanya dengan 10 orang, akibat Peralta mendapat kartu merah pada menit 112.
Situasi itu memaksa Persib sedikit menurunkan garis pertahanannya. Meski kalah jumlah pemain, mereka tetap solid, hingga berhasil memaksa Persebaya mengadu nasib secara tos-tosan.
Persib lebih dulu terancam akibat Uilliam Barros gagal sebagai algojo pertama. Persebaya baru gagal pada tendangan kelima, setelah tembakan pelan Yuran Fernandes ditepis kiper Fitrah Maulana.
Sayang, eksekusi Hamra kembali membuat Persib berada di bawah tekanan. Persebaya pun mengunci gelar berkat tembakan Gledson yang meluncur mulus ke dalam gawang.


















