Kisruh Piala Dunia 2026, Polisi Geledah Kantor Federasi Korea Selatan

- Kepolisian Metropolitan Seoul menggeledah kantor KFA dalam penyelidikan penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional.
- Dokumen sejumlah divisi, data telepon genggam, dan komputer pihak terkait diamankan dalam operasi penyitaan.
- Polisi mendalami dugaan campur tangan sejumlah mantan petinggi serta pelanggaran aturan internal federasi.
Jakarta, IDN Times - Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) tersangkut dalam sejarah kelam yang belum pernah terjadi dalam 100 tahun terakhir. Kepolisian Metropolitan Seoul melakukan penggeledahan terhadap kantor KFA.
Tindakan ini menjadi bagian dari penyelidikan soal proses penunjukan Hong Myung Bo sebagai pelatih tim nasional Korsel pada 2024 lalu. Selain itu, kasus yang berlangsung menjadi proses investigasi pertama yang pernah dialami KFA sejak organisasi tersebut berdiri.
1. Polisi melakukan penyitaan

Tim Investigasi Kejahatan Keuangan dari Divisi Investigasi Metropolitan Kepolisian Seoul, yang akhirnya menangani kasus tersebut, menyisir sejumlah divisi penting di KFA. Dokumen dari Komite Penguatan Tim Nasional, Tim Dukungan Tim Nasional, hingga Tim Dukungan Piala Dunia menjadi fokus penyitaan dalam operasi tersebut.
Selain itu, tim forensik juga mengamankan data dari telepon genggam dan komputer milik sejumlah pihak yang terkait. Penggeledahan berlangsung sejak pagi hingga sore hari setelah seluruh karyawan meninggalkan gedung. Melansir The Chosun Daily, pegawai KFA yang mendapat instruksi dari bagian kepegawaian menghentikan seluruh aktivitas dan menunggu di luar kantor.
2. Penunjukan Hong Myung Bo jadi fokus penyelidikan

Polisi menduga adanya campur tangan mantan Presiden KFA Chung Mong Gyu, mantan Direktur Teknik Lee Im Saeng, dan sejumlah pihak lain dalam proses penunjukan Hong Myung Bo sebagai pelatih tim nasional pada 2024. Pihak berwenang juga menyelidiki soal dugaan pelanggaran aturan internal federasi terkait tindakan tersebut.
Kasus ini telah diselidiki sejak Juli 2024 setelah adanya laporan dari sebuah kelompok masyarakat. Namun, selama hampir dua tahun penyelidikan belum menghasilkan kesimpulan.
3. Suasana internal federasi jadi tak nyaman

Suasana di internal KFA jadi tak nyaman dalam beberapa pekan terakhir akibat penggeledahan tersebut. Polisi telah memanggil mantan anggota Komite Penguatan Tim Nasional, Park Joo Ho, serta sejumlah petinggi KFA sebagai saksi.
"Kami sudah menduga ini akan terjadi suatu hari nanti, tetapi tetap terasa lebih menyedihkan ketika benar-benar menjadi kenyataan," ujar seorang pejabat KFA, mengutip The Chosun Daily.



















