Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belanda Disingkirkan Maroko, Koeman Tetap Bela Taktik 5 Bek
Penyerang Belanda bernomor punggung 19, Brian Brobbey, selebrasi setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Swedia di Stadion Houston di Houston pada 21 Juni 2026. (AFP/Paul Ellis)
  • Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti 2-3 dari Maroko, meski sempat bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Estadio Monterrey.
  • Ronald Koeman tetap membela keputusan memakai formasi lima bek, menilai strategi itu hasil evaluasi tim dan paling tepat menghadapi kualitas serangan Maroko.
  • Kekalahan ini memunculkan sorotan terhadap masa depan Koeman, namun ia belum mengundurkan diri dan masih mempertimbangkan langkah selanjutnya secara tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ronald Koeman menegaskan tak menyesali keputusan menggunakan formasi lima bek meski Timnas Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026. De Oranje gagal melaju ke babak 16 besar setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti, tetapi ia tetap yakin strategi tersebut merupakan pilihan terbaik.

Perjalanan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir secara dramatis setelah kalah 2-3 lewat drama adu penalti di Estadio Monterrey, Guadalupe, Selasa (30/6/2026). Duel Belanda vs Maroko harus ditentukan lewat titik putih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Kegagalan di babak 32 besar membuat keputusan Ronald Koeman memainkan formasi lima bek menjadi sorotan utama.

1. Koeman ungkap alasan kekeh gunakan formasi lima bek

Meski mendapat kritik, Ronald Koeman tetap membela keputusannya. Pelatih berusia 63 tahun itu menilai pendekatan defensif dengan lima bek memang dibutuhkan untuk menghadapi lawan berkualitas seperti Maroko.

"Semua orang tentu berhak memiliki pendapat masing-masing. Namun, jika pertandingan itu harus diulang, saya akan melakukan hal yang sama," kata Koeman, dikutip BEIN Sport.

Koeman menjelaskan keputusan memakai lima bek bukan dibuat secara tiba-tiba. Menurutnya, strategi tersebut merupakan hasil evaluasi bersama karena Belanda terlalu sering memberikan ruang kepada lawan dalam pertandingan sebelumnya.

"Setelah setiap pertandingan kami selalu berdiskusi karena saya merasa kami terlalu banyak memberikan peluang kepada lawan. Kami membahasnya bersama setiap lini dan seluruh tim. Menghadapi lawan dengan kualitas seperti Maroko, itu bisa menjadi masalah besar. Bahkan saat kami bermain dengan lima bek pun mereka tetap bisa mencetak gol. Kalau hanya memakai empat bek, mungkin mereka akan mendapatkan lebih banyak peluang," ujarnya.

2. Andai hasilnya beda, Belanda bakal dapat pujian

Eks pelatih Barcelona itu juga menolak anggapan strategi lima bek menjadi penyebab utama kegagalan Belanda. Koeman mengingatkan, sebelum pertandingan, banyak pihak justru meminta De Oranje bermain lebih disiplin dalam bertahan.

"Kalau sejak awal semua sudah sepakat, seharusnya setelah pertandingan tidak mengatakan strategi itu gagal. Seluruh Belanda meminta kami bermain dengan lima bek. Sekali lagi, saya tidak terlalu memedulikan hal itu," beber Koeman.

Menurutnya, jika Belanda menang dalam duel melawn Maroko, ia yakin publik bakal memuji keputusan dirinya. Namun, karena sebaliknya ia harus mendapat banyak kritik.

"Jika harus mengulang pertandingan itu, saya tetap akan melakukan hal yang sama. Memang kami tampil kurang baik, itu benar," katanya.

3. Koeman masih belum tentukan masa depannya

Kekalahan dari Maroko membuat masa depan Ronald Koeman sebagai pelatih Timnas Belanda mulai menjadi perhatian. Namun, ia memastikan belum mengajukan pengunduran diri dan masih membutuhkan waktu untuk menentukan langkah berikutnya.

Saya belum mengajukan pengunduran diri. Saya akan memikirkan masa depan saya dengan tenang. Mungkin besok sore saya sudah mengambil keputusan, tetapi saat ini saya belum memikirkannya," ujar Koeman.

Selain persoalan taktik, drama adu penalti juga menjadi faktor penentu kekalahan Timnas Belanda. Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville gagal mengeksekusi penalti, membuat De Oranje untuk kedua kalinya dalam sejarah pertandingan kompetitif gagal mencetak tiga penalti dalam satu adu penalti, setelah sebelumnya terjadi saat menghadapi Italia pada semifinal Euro 2000.

Editorial Team

Related Article