Jakarta, IDN Times - Kekalahan Belanda dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 telah mematahkan prediksi ekonom sekaligus matematikawan Jerman, Joachim Klement. Dengan kekalahan itu, Belanda dipastikan gagal juara karena sudah gugur lebih dulu.
Klement awalnya memprediksi, Belanda bakal melaju ke final dengan melawan Portugal. Perkiraan ini sebenarnya sudah terpatahkan ketika Portugal masuk bracket yang sama dengan Belanda. Dalam kenyataannya, Belanda malah bisa jumpa Portugal lebih dini.
Kini, prediksi itu malah gagal total. Berlaga di Estadio Monterrey, Selasa pagi (30/6/2026), Belanda malah tersingkir usai kalah lewat adu penalti dengan skor 2-3 (1-1).
Belanda sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Cody Gakpo di menit 72. Namun, Issa Diop menyelamatkan Maroko lewat golnya pada masa injury time.
Di perpanjangan waktu, tak ada gol tambahan tercipta hingga adu penalti harus digelar. Tapi, dalam momen ini, tiga penendang Belanda gagal total, mulai dari Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville.
Sementara, Maroko cuma gagal cetak gol ketika Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi jadi penendang. Eksekusi Ismael Saibari menentukan kemenangan Maroko.
