Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Fabio Quartararo Memilih Pindah ke Honda pada MotoGP 2027?

Mengapa Fabio Quartararo Memilih Pindah ke Honda pada MotoGP 2027?
Fabio Quartararo saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Share Article

MotoGP 2026 menjadi momen terakhir kebersamaan Fabio Quartararo dan Yamaha. Pembalap asal Prancis itu akan pindah ke Honda pada 2027. Quartararo menandatangani kontrak berdurasi 2 musim sehingga berada di tim pabrikan tersebut hingga akhir 2028.

Kepindahan Quartararo ke Honda menyisakan rasa penasaran. Apalagi, performa Honda dan Yamaha dalam beberapa musim terakhir tidak segarang pabrikan Eropa. Namun, terdapat sejumlah faktor yang mendorong El Diablo mengambil keputusan berani untuk angkat kaki dari Yamaha.

  1. 1. Kejengahan Fabio Quartararo terhadap performa Yamaha yang tidak kunjung menunjukkan peningkatan

    Fabio Quartararo jengah atas performa motor YZR-M1 yang tidak kunjung kompetitif. Hal tersebut ia rasakan, terutama sepanjang musim ini. Salah satu indikatornya adalah capaian dalam 12 seri balap MotoGP 2026.

    Berdasarkan data per 14 Agustus 2026, Quartararo merupakan pembalap Yamaha dengan perolehan poin tertinggi di klasemen. Ia mengoleksi 55 poin dengan hasil terbaik adalah finis kelima di GP Catalunya. Namun, torehan tersebut tentu tidak memberi kepuasan berarti bagi Quartararo.

    Yamaha telah berganti konfigurasi mesin dari Inline4 ke V4 pada 2026. Langkah itu sekaligus menjadi cara terakhir pabrikan berlogo garpu tala tersebut untuk meyakinkan Quartararo agar bertahan di tim. Namun, El Diablo tidak punya waktu tersisa untuk menunggu sampai proyek tersebut membuahkan hasil. Apalagi, Quartararo tidak melihat adanya lompatan besar pada proyek motor V4 dibandingkan versi motor Inline4.

    "Ketika Anda memulai proyek baru, biasanya ada langkah-langkah besar. Kemudian, menemukan sepersepuluh detik terakhir menjadi hal yang sulit. Namun, kami tidak pernah benar-benar membuat lompatan besar dari motor baru ke motor yang hampir berusia 1 tahun. Inilah alasanku berpikir kami berada dalam situasi sulit," kata Fabio Quartararo dilansir Crash.

    Quartararo menyinggung masalah paket motor Yamaha V4 yang digunakannya saat ini. Ia menilai paket motor tersebut sangat mirip dengan yang ia kendarai saat tes privat di Barcelona pada September 2025. Quartararo turut mengakui tidak ada kemajuan yang berarti pada periode September hingga Oktober tahun lalu pascates privat.

  2. 2. Fabio Quartararo terkesan dengan gerak cepat serta rencana Honda menyongsong regulasi baru di MotoGP 2027

    Keputusan Fabio Quartararo memilih Honda untuk mengarungi MotoGP 2027 menimbulkan rasa penasaran bagi sejumlah pihak. Sebab, pabrikan tersebut belum menciptakan kemajuan sepanjang musim ini. Itu ditambah dengan adanya keluhan dari pembalap Honda imbas dari pendekatan yang lebih hati-hati terkait pembaruan motor. Situasi tersebut juga dialami oleh Yamaha.

    Meski begitu, Quartararo menemukan adanya sejumlah perbedaan antara Honda dan Yamaha, baik di dalam maupun luar lintasan. Pembalap berusia 27 tahun itu melihat Honda bekerja lebih cepat serta memiliki rencana yang dibutuhkan untuk bersaing dengan pabrikan lain. Pandangan Quartararo bukanlah sekadar isapan jempol.

    Pada Oktober 2024, Honda resmi mengumumkan bergabungnya Romano Albesiano sebagai direktur teknis. Sebelumnya, pria asal Italia itu menjadi bagian dari proyek MotoGP Aprilia selama 11 tahun. Penunjukan Albesiano sekaligus mengubah tradisi Honda saat direktur teknis selalu diisi oleh insinyur Jepang. Pengalamannya selama berada di kelas utama penting untuk jalannya pengembangan proyek motor versi terbaru.

    Kemudian, Honda selangkah lebih maju perihal proyek motor 2027. Mereka telah melakukan pengetesan untuk pertama kalinya di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Desember 2025. Sejak itu, mereka terus bekerja menyongsong regulasi baru meski hanya sedikit detail yang muncul perihal kapabilitas motor tersebut.

    Kehadiran Aleix Espargaro dan Takaaki Nagakami sebagai pembalap penguji kian memperkuat proyek Honda. Itu belum termasuk dengan potensi kedatangan Davide Brivio yang resmi meninggalkan Trackhouse Racing pada akhir 2026. Brivio diperkirakan bakal mengisi peran senior di Honda.

  3. 3. Fabio Quartararo telah menorehkan hasil positif selama menunggangi motor Yamaha sejak 2019

    Perjalanan Fabio Quartararo bersama Yamaha bukannya tanpa pencapaian gemilang. Ia telah mencetak 11 kemenangan dan 32 podium saat memacu YZR-M1. Quartararo juga meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya di kelas utama pada 2021.

    Meski begitu, Quartararo mengalami penurunan hasil sejak pertengahan 2022. Ia belum pernah menorehkan kemenangan sejak GP Jerman 2022. Quartararo hanya membukukan enam podium sepanjang GP Austria 2022 hingga GP Inggris 2026. Tidak mengherankan apabila Quartararo ingin mencari pabrikan lain yang bisa membawanya kembali ke performa kompetitif.

    MotoGP 2026 menyisakan 10 seri balap. Quartararo masih punya waktu untuk memberi hasil terbaik kepada Yamaha sebelum benar-benar berpisah. Bersaing secara intens di barisan depan memang bukan target yang masuk akal. Namun, Quartararo setidaknya bisa mencetak poin secara rutin demi memperbaiki posisinya di klasemen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More