Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belgia Komplain ke FIFA Jelang Lawan Spanyol: Lapangan Latihan Jelek

Belgia Komplain ke FIFA Jelang Lawan Spanyol: Lapangan Latihan Jelek
Romelu Lukaku #9 dari Belgia merayakan gol keempat timnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (Getty Images via AFP/David Ramos)
Intinya Sih
  • Belgia mengajukan komplain ke FIFA karena kualitas lapangan latihan di Loyola Marymount University dianggap tidak layak menjelang laga kontra Spanyol di Los Angeles Stadium.
  • RBFA berupaya mencari alternatif lapangan milik LA Galaxy, namun belum ada kesepakatan dengan FIFA, memperpanjang ketegangan antara kedua pihak selama Piala Dunia 2026.
  • Ketegangan makin memuncak setelah pemain Belgia melakukan selebrasi sindiran terhadap FIFA dan Presiden AS Donald Trump usai menang 4-1 atas Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Belgia kembali melayangkan komplain ke FIFA. Setelah protes terkait kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang ditangguhkan, kali ini Belgia mengeluhkan kualitas lapangan latihan jelang duel kontra Spanyol di Los Angeles Stadium, Sabtu dini hari WIB (11/7/2026).

Dilansir Le Soir, Federasi Sepak Bola Belgia, RBFA, meminta agar FIFA mengganti fasilitas latihan yang sempat diberikan. Lapangan di Loyola Marymount University, Los Angeles, dianggap oleh manajemen RBFA tidak memenuhi standar untuk berlatih.

1. Ada pilihan lapangan, tapi gak ada kesepakatan

Ofisial Belgia akhirnya mencari lapangan latihan yang sesuai standar. Pilihan pun jatuh pada lapangan milik LA Galaxy, yang dianggap berkualitas.

Mereka berharap bisa berlatih di sana sepanjang Kamis (9/7/2026). Namun, tak ada resolusi yang dicapai antara RBFA dan FIFA.

2. Belgia vs FIFA makin panjang rekornya

Situasi ini memperpanjang friksi antara Belgia dan FIFA sepanjang Piala Dunia 2026. Kontroversi Balogun menjadi awal dari kekecewaan RBFA terhadap FIFA.

Mereka sempat protes kepada FIFA terkait keputusan menunda hukuman kartu merah Balogun, karena kental dengan aroma politik. Manajemen RBFA pun menyatakan akan menempuh langkah-langkah strategis demi menjaga integritas sepak bola usai kontroversi tersebut.

3. Belgia kasih paham FIFA dan AS soal kartu merah Balogun

Tak cuma melayangkan protes, seluruh pemain Belgia bahkan melakukan aksi menyindir FIFA dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ketika merayakan gol, para pemain Belgia menari dengan gerakan khas Trump.

Terlebih, ketika memastikan diri menang telak dengan skor 4-1, mereka berselebrasi dan membuat suporter Amerika Serikat bereaksi di Seattle Stadium.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More