Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Brace Virgil van Dijk saat Debut sebagai Starter di Level Senior

Brace Virgil van Dijk saat Debut sebagai Starter di Level Senior
ilustrasi pemain (unsplash.com/nigelm23)
Intinya Sih
  • Virgil van Dijk memulai karier seniornya di Groningen pada musim 2010/2011, awalnya sering tampil sebagai pemain pengganti sebelum mendapat kesempatan menjadi starter.
  • Dalam debutnya sebagai starter melawan ADO Den Haag pada 29 Mei 2011, van Dijk mencetak dua gol dan membantu Groningen menyamakan agregat meski akhirnya kalah lewat adu penalti.
  • Penampilan impresif itu membuat van Dijk jadi andalan Groningen musim berikutnya, tampil konsisten hingga menarik perhatian Celtic dan membuka jalan menuju karier internasionalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Virgil van Dijk merupakan seorang bek tengah yang produktif dalam mencetak gol. Per 17 Mei 2026, pemain setinggi 1,95 meter ini tercatat telah mengoleksi 77 gol sepanjang kiprahnya di level senior. Rinciannya, van Dijk membuat 65 gol bersama klub dan 12 untuk Timnas Belanda.

Hebatnya, pria yang lahir pada 8 Juli 1991 tersebut bahkan sudah tujuh kali menorehkan brace. Ia membuat 3 di antaranya untuk Liverpool, 3 bagi Celtic, dan 1 bersama Groningen. Menariknya, brace tunggal yang dipersembahkan van Dijk bagi Groningen tercipta ketika ia debut sebagai starter.

1. Virgil van Dijk bermain sebagai pengganti dalam empat penampilan pertamanya

Groningen merupakan klub pertama yang diperkuat Virgil van Dijk di level senior. Ia bergabung pada awal 2010/2011 dari Willem II. Setelah diasah dulu di akademi, van Dijk akhirnya mendapat kesempatan tampil pada 1 Mei 2011. Ia bermain sebagai pengganti ketika mereka mengalahkan ADO Den Haag dengan skor 4-2 dalam pertandingan pekan ke-33 Eredivisie Belanda 2010/2011. Dua pekan berselang, van Dijk kembali beraksi sebagai pengganti kala Groningen imbang 0-0 dengan PSV Eindhoven dalam laga pemungkas Eredivisie musim tersebut.

Groningen berakhir di posisi kelima. Ini membuat mereka berhak untuk mengikuti play-off Liga Europa musim berikutnya. Van Dijk hanya duduk di bangku cadangan ketika Groningen kalah 2-3 dari Heracles Armelo pada leg pertama ronde pertama. Ia kemudian tampil sebagai pengganti saat menang 2-1 pada leg kedua. Groningen kemudian berhadapan dengan ADO pada ronde kedua yang merupakan babak penentu. Nahas, mereka kalah telak 1-5 pada leg pertama. Van Dijk lagi-lagi cuma bermain sebagai pengganti selama babak kedua.

2. Virgil van Dijk mencetak brace saat debut sebagai starter

Groningen menjamu ADO Den Haag di Euroborg pada 29 Mei 2011 untuk melakoni leg kedua play-off Liga Europa 2011/2012. Kekalahan telak 1-5 pada leg pertama membuat sang pelatih, Pieter Huistra, melakukan beberapa penyesuaian. Salah satunya dengan memainkan Virgil van Dijk sebagai starter untuk pertama kalinya. Namun, sejumlah inovasi tersebut tidak berdampak nyata pada babak pertama. Mereka hanya imbang 1-1. Demi mengejar agregat, Huistra membuat perubahan yang lebih radikal pada babak kedua. Ia menginstruksikan van Dijk untuk beroperasi sebagai striker. Terobosan itu membuahkan hasil. Van Dijk menjadi aktor utama dalam comeback mereka.

Pemain yang saat itu memakai nomor punggung 48 tersebut membuat Groningen kembali unggul usai mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit 50. Tujuh menit berselang, Groningen menambah gol melalui Leandro Bacuna. Van Dijk lantas mengemas brace 2 menit kemudian. Ia menerima umpan terobosan dari Petter Anderson dan menuntaskannya dengan kaki kiri. Agregat akhirnya imbang setelah Tim Matavz memaksimalkan hadiah penalti yang berasal dari handball Mitchell Pique pada menit 89. Pique sampai menerima kartu merah akibat pelanggarannya itu. Sayangnya, Groningen kalah dalam adu penalti. Van Dijk tidak terlibat karena digantikan Thomas Enevoldsen pada menit 96.

3. Virgil van Dijk menjadi andalan Groningen setelah mencetak brace

Meski pada akhirnya kalah lewat adu penalti, penampilan impresif pada 29 Mei 2011 membuat Virgil van Dijk resmi menjadi andalan Groningen mulai 2011/2012. Setelah duduk di bangku cadangan dalam tiga pertandingan pertama, van Dijk kemudian selalu bermain sampai akhir musim. Ia mampu mencetak 3 gol dari 24 penampilan. Van Dijk cuma absen 1 kali karena akumulasi kartu kuning dan 7 kali akibat cedera.

Peran krusial van Dijk lebih nyata pada musim berikutnya. Dari 39 pertandingan yang dilakoni Groningen, ia cuma absen 2 kali akibat akumulasi kartu. Sisanya, van Dijk selalu bermain sebagai starter. Bahkan, hanya ada dua laga ketika ia tidak tampil secara penuh. Performa tersebut menarik perhatian Celtic. Van Dijk pun pindah ke Skotlandia pada awal 2013/2014. Setelah 2 musim, ia kemudian bergabung dengan Southampton dan akhirnya berlabuh di Liverpool pada Januari 2018.

Ketajaman van Dijk di depan gawang lawan ternyata sudah ada sejak awal kariernya. Ia berhasil menorehkan brace ketika bermain sebagai starter untuk pertama kalinya di level senior.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More