Kenapa Piala Dunia 4 Tahun Sekali? Intip Penjelasannya di Sini

- FIFA pernah mempertimbangkan usulan agar Piala Dunia digelar dua tahun sekali, namun banyak pihak menolak karena alasan fisik pemain, jadwal kompetisi, dan menjaga nilai eksklusivitas turnamen.
- Piala Dunia diselenggarakan empat tahun sekali sebagai bentuk pelestarian tradisi sejak 1930 serta menjaga antusiasme dan makna spesial bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.
- Rentang empat tahun memberi waktu cukup bagi tuan rumah mempersiapkan infrastruktur sesuai standar FIFA dan memungkinkan proses kualifikasi panjang bagi 211 negara anggota.
Piala dunia menjadi salah satu ajang olahraga bergengsi yang selalu ditunggu oleh publik sepak bola di seluruh penjuru dunia. Piala dunia selalu disambut dengan sukacita, khususnya bagi negara yang ditunjuk menjadi tuan rumah piala dunia setiap empat tahun.
Namun, kamu pernah kepikiran gak sih kenapa Piala Dunia 4 tahun sekali? Kenapa gak diselenggarakan setiap 2 tahun atau bahkan setiap tahun? Ternyata ada beberapa alasannya, lho! Penasaran? Cari tahu penjelasan lengkapnya di artikel ini, ya!
Table of Content
1. Ada usulan supaya diadakan setiap dua tahun sekali

Kenapa Piala Dunia 4 tahun sekali? Perlu diketahui, ternyata pernah ada usulan untuk menyelenggarakan piala dunia setiap dua tahun sekali. Pendapat itu disampaikan oleh Arsene Wenger, mantan pelatih Arsenal pada tahun 2021 lalu.
Menurutnya, jika piala dunia dilakukan setiap dua tahun sekali, para pemain bisa lebih berkesempatan untuk memenangkan trofi bergengsi tersebut. Wenger juga berpendapat kalau piala dunia setiap dua tahun akan menghasilkan pertandingan-pertandingan yang lebih berkualitas.
FIFA pun menimbang-nimbang pendapat Wenger tersebut. Bahkan, FIFA sempat mengadakan pertemuan dengan enam konfederasi sepak bola di seluruh dunia untuk membahas hal tersebut.
Namun, banyak pihak menolak mentah-mentah usulan tersebut. Klub-klub Eropa berpendapat kalau piala dunia diadakan setiap dua tahun, fisik para pemain akan terganggu dan jadwal kompetisi yang sudah tersusun pun akan kacau.
Selain itu, banyak publik pencinta sepak bola yang menentang ide tersebut karena bagi mereka piala dunia adalah kejuaraan eksklusif yang tidak bisa diubah dengan mudah.
2. Tradisi panjang piala dunia

Buat kamu yang bertanya-tanya kenapa Piala Dunia 4 tahun sekali, alasan pertamanya adalah karena tradisi panjang sejak piala dunia pertama kali digelar, yaitu tahun 1930 di Uruguay.
Saat itu, hanya ada 13 timnas yang mengikuti ajang tersebut karena transportasi yang sulit dan terbatas. Namun, piala dunia berikutnya sudah diisi oleh lebih banyak tim dengan suporter setiap negara yang ikut menonton ke stadion.
Piala dunia menjadi sebuah ajang yang dinanti-nanti seluruh penggemar sepak bola. Mereka bisa bertemu dengan suporter dari negara lain dengan latar belakang ras dan budaya yang berbeda. Lalu, tentunya mendukung tim nasional negaranya berjuang.
Makanya, tradisi panjang tersebut tidak bisa dengan mudah diubah begitu saja.
3. Menjaga eksklusivitas

Selain itu, piala dunia sudah dianggap sebagai ajang yang punya eksklusivitasnya tersendiri. Banyak pencinta sepak bola di dunia menanti-nanti setiap empat tahun untuk bisa menyaksikan langsung kesebelasan negaranya bermain di piala dunia.
Oleh sebab itu, jika piala dunia diselenggarakan setiap dua tahun, maka lama kelamaan bisa menurunkan semangat dan animo masyarakat dari setiap negara karena terlalu sering diadakan.
Empat tahun merupakan rentang waktu yang pas bagi penggemar sepak bola untuk melepas rindu kepada tim nasional negaranya berlaga di piala dunia.
4. Memberi waktu persiapan bagi tuan rumah

Tuan rumah piala dunia selalu berganti-ganti. Beberapa tahun sebelum penyelenggaraannya, biasanya FIFA akan mengumumkan siapa tuan rumah piala dunia berikutnya. Idealnya, 211 negara yang tergabung di FIFA berhak menjadi tuan rumah piala dunia.
Bagaimana pun, sebuah negara yang menjadi tuan rumah akan mendapatkan berbagai keuntungan. Mulai dari mendatangkan banyak turis asing, meningkatkan perekonomian, mempercepat pembangunan, hingga meningkatkan kualitas sepak bola negara tersebut.
Setiap tuan rumah pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyiapkan segala kebutuhan dengan sangat matang. Misalnya, membangun stadion, hotel, jalan, rumah sakit, bandara, dan infrastruktur penunjang lainnya.
Pembangunan tersebut juga harus sesuai standar FIFA, sehingga butuh waktu dan anggaran yang tidak sedikit. Bahkan, di tahun 2022 lalu, Qatar menggelontorkan dana sebesar Rp62 triliun hanya untuk membangun 8 stadion. Jika ditotal dari seluruh biaya yang dikeluarkan untuk piala dunia, Qatar menghabiskan sebesar Rp3,4 kuadriliun.
Biaya tersebut menjadikan Piala Dunia Qatar 2022 sebagai yang termahal sepanjang sejarah.
5. Proses kualifikasi yang panjang

Alasan kenapa Piala Dunia 4 tahun sekali yang terakhir adalah proses kualifikasi yang memakan waktu lama. Sebab setiap timnas di seluruh dunia pasti ingin bermain di piala dunia, tetapi di Piala Dunia 2026, slot peserta hanya ada 48 tim, jumlah ini sebenarnya sudah bertambah jika dibandingkan tahun 2022, dimana dulu hanya 32 tim saja.
Maka dari itu, 211 negara anggota FIFA harus berebut 48 tempat untuk menuju piala dunia. 211 negara tersebut tersebar di enam zona konfederasi, yaitu UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Utara), CONMEBOL (Amerika Selatan), AFC (Asia), CAF (Afrika), dan OFC (Oseania).
Biasanya, setiap zona akan menyumbang perwakilan untuk bermain di piala dunia. Namun, hal itu tidak selalu terjadi. Misalnya, zona OFC tidak mengirimkan perwakilannya pada Piala Dunia Qatar 2022 karena berkaitan dengan situasi pandemi COVID-19.
Terlepas dari itu, perebutan 32 slot oleh 211 negara tersebut disebut dengan babak kualifikasi piala dunia. Hanya 32 tim yang bisa melewati babak kualifikasi dan berlaga di piala dunia.
Nah, demikianlah penjelasan kenapa Piala Dunia 4 tahun sekali.
FAQ Seputar Kenapa Piala Dunia 4 Tahun Sekali
| Kenapa Piala Dunia diadakan 4 tahun sekali? | Ada beberapa alasan Piala Dunia digelar 4 tahun sekali. Pertama karena tradisi panjang sejak piala dunia pertama kali digelar pada tahun 1930 di Uruguay. Selain itu, Piala Dunia sudah dianggap sebagai ajang yang punya eksklusivitasnya tersendiri, serta proses kualifikasi yang memakan waktu lama karena 211 negara anggota FIFA harus berebut tempat menuju Piala Dunia. |
| Apakah pernah ada usulan Piala Dunia digelar 2 tahun sekali? | Pernah ada usulan untuk menyelenggarakan Piala Dunia setiap dua tahun sekali yang disampaikan oleh Arsene Wenger, mantan pelatih Arsenal, pada tahun 2021. Menurutnya, jika Piala Dunia dilakukan setiap dua tahun sekali, para pemain bisa lebih berkesempatan untuk memenangkan trofi bergengsi tersebut. FIFA bahkan sempat mengadakan pertemuan dengan enam konfederasi sepak bola di seluruh dunia untuk membahas hal tersebut. Namun usulan ini akhirnya tidak diterima karena banyak pihak yang menentang. |
| Berapa tim yang ikut Piala Dunia 2026? | Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim peserta, bertambah dari 32 tim di edisi-edisi sebelumnya. Artinya lebih banyak negara kini berkesempatan lolos ke putaran final Piala Dunia. |
| Berapa lama proses kualifikasi Piala Dunia? | Proses kualifikasi Piala Dunia memakan waktu lama karena 211 negara anggota FIFA tersebar di enam zona konfederasi — UEFA, CONCACAF, CONMEBOL, AFC, CAF, dan OFC — harus berebut tempat menuju Piala Dunia. Proses panjang inilah yang menjadi salah satu alasan utama Piala Dunia hanya bisa digelar sekali dalam empat tahun. |



















