Scaloni Ungkap Salam Perpisahan ke Messi, Mau Angkat Kaki?

- Setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni mengisyaratkan akan meninjau ulang posisinya sebagai pelatih karena merasa energinya mulai terkuras.
- Scaloni mengakui timnya tidak dalam kondisi bugar saat menghadapi Spanyol, namun tetap memuji permainan lawan yang dinilai efektif dan tajam dalam memanfaatkan peluang.
- Ia juga menyampaikan salam perpisahan penuh haru kepada Lionel Messi, menyebut laga final itu kemungkinan menjadi penampilan terakhir sang legenda di panggung dunia.
Jakarta, IDN Times – Prahara melanda Timnas Argentina setelah gagal mempertahankan status juara Piala Dunia 2026. Sambil berkaca-kaca, Lionel Scaloni mengisyaratkan bakal meninjau ulang kelayakan tetap menakhodai La Albiceleste.
Hasil negatif kontra Spanyol di laga final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, ditengarai jadi lonceng kematian bagi era kejayaannya. Begitu peluit panjang ditiup wasit, sang arsitek tim langsung mengisyaratkan bakal menepi sejenak dari lapangan hijau guna menata pikiran.
Juru taktik kelahiran Pujato itu memang berkomitmen menyelesaikan ikatan kerja dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) yang habis akhir tahun ini. Kendati demikian, ia sangsi apakah gairah serta determinasi energinya masih tersisa untuk menatap fondasi baru menuju turnamen empat tahunan berikutnya.
1. Frustrasi taktik dan beban suksesi skuad Argentina
Suasana batin yang koyak tak mampu ditutupi Scaloni di depan para jurnalis. Ia melabeli kekandasan ini sebagai memar paling lebam sepanjang perjalanan karier manajerialnya.
Dilansir BeIN Sports, eks penggawa Lazio ini berpendapat jika mengomandoi skuad Argentina tidak bisa instan karena menuntut perombakan yang konstan. Sementara, materi pemain yang ia poles belakangan ini merupakan kumpulan talenta langka yang mustahil ditemukan lagi dalam waktu dekat.
Walau ambisi mengawinkan gelar juara buyar, nahkoda bertangan dingin tersebut emoh mengambinghitamkan pasukannya. Dirinya justru menyanjung setinggi langit pengorbanan serta militansi anak asuhnya sepanjang kompetisi bergulir.
2. Scaloni akui skuadnya tak bugar, tapi tetap puji setinggi langit penampilan Spanyol
Scaloni mengungkapkan, skema permainan Argentina sempat pincang akibat kendala kebugaran yang menimpa beberapa pilar jangkar, tepat saat bentrok sengit kontra Spanyol.
Di saat bersamaan, Scaloni angkat topi terhadap kedigdayaan racikan Luis de la Fuente. Ia mengakui keunggulan armada Spanyol terbukti sangat kejam dalam mengonversi peluang tunggal menjadi gol penentu kemenangan.
3. Salam perpisahan Lionel Messi dan jejak rekor agung
Keheningan melanda ruangan ketika Scaloni menyinggung figur Lionel Messi. Menimbang faktor usia, partai puncak semalam hampir pasti menjadi panggung penutup La Pulga di ajang tertinggi sejagat.
Sang mentor kembali menegaskan testimoninya dengan menempatkan sang dirigen sebagai manusia lapangan hijau teragung yang pernah tercipta.
Sebelum menutup konferensi pers, Scaloni menghaturkan rasa hormat dan terima kasih mendalam kepada petinggi federasi serta seluruh skuad atas loyalitas tanpa batas yang ia rasakan.
Di bawah kendali kepemimpinannya, Argentina sukses mengukir sejarah luar biasa lewat raihan trofi Copa America, kejayaan Piala Dunia 2022 di Qatar, serta keberhasilan menembus kembali partai final empat tahun setelahnya.












