Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Picu Keributan di Final Piala Dunia 2026

Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Picu Keributan di Final Piala Dunia 2026
Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)
Intinya Sih
  • FIFA membuka investigasi atas keributan usai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York, karena dianggap mencoreng integritas pertandingan.
  • Kericuhan dipicu aksi Nahuel Molina terhadap Rodri dan diperparah oleh Leandro Paredes yang menyerang pemain Spanyol lain, hingga melibatkan asisten pelatih Roberto Ayala.
  • Pemain Argentina terancam sanksi disiplin dari FIFA setelah insiden tersebut menuai kritik tajam dari legenda sepak bola seperti Garry Neville dan Alan Shearer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - FIFA mengambil sikap tegas atas keributan yang terjadi usai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol versus Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026). Mereka akan menginvestigasi insiden tersebut karena sudah mencoreng integritas pertandingan.

Bukan Spanyol, tapi Argentina yang akan jadi sorotan utama FIFA. Sebab, seluruh insiden pasca final diawali oleh aksi memalukan sejumlah pemain Argentina.

1. Paredes brutal

Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi yang paling agresif dalam keributan ini. Paredes mencekik bek Spanyol, Eric Garcia, hingga membantingnya ke tanah.

Kemudian, gelandang Spanyol, Gavi, juga didorong Paredes hingga terjatuh dan membuat kondisi memburuk.

2. Diawali aksi Molina

Insiden ini sebenarnya diawali dari aksi bek Argentina, Nahuel Molina, yang sempat memukul perut kapten Spanyol, Rodri, saat berselebrasi merayakan gelar juara dunia. Rodri awalnya tak mengindahkan aksi Molina, tapi mendadak berbalik badan dan melawannya.

Suasana langsung meledak. Nicolas Otamendi kemudian menantang Rodri dalam momen itu. Kemudian, Aymeric Laporte membela Rodri di tengah situasi yang tak kondusif.

Dilansir Sky Sports, tak cuma para pemain yang terlibat dalam pertengkaran. Tapi, asisten Lionel Scaloni yang juga mantan bek Argentina, Roberto Ayala, ikut dalam keributan.

Ayala ketahuan memukul gelandang serang Spanyol, Dani Olmo. Aksi Ayala dihentikan oleh Garcia yang memisahkannya dengan Olmo

3. Terancam sanksi disiplin FIFA

FIFA kini akan memeriksa seluruh penggawa Argentina atas tindakannya. Mereka bisa mendapatkan sanksi disiplin akibat aksi kasar dan memalukan itu.

Keributan itu mendapat kritik tajam dari sejumlah pihak, termasuk legenda sepak bola. Garry Neville dan Alan Shearer menyebut sikap Paredes dan sejumlah pemain Argentina lainnya sangat memalukan.

"Ini memalukan. Saya menyukai semangat kompetitif orang Argentina, bagaimana mereka berjuang habis-habisan. Messi telah mengangkat mereka selama ini, tetapi dalam beberapa pertandingan terakhir, itu benar-benar memalukan," kata Neville dikutip dari Goal International.

"Tidak ada tempat untuk tindakan seperti itu. Kami tahu betapa besar arti pertandingan ini bagi mereka dan betapa sakitnya menelan kekalahan, tetapi ada cara yang benar untuk kalah. Terlalu sering kita melihat hal seperti ini dari Argentina. Reaksi mereka setelah peluit akhir benar-benar buruk," timpal Shearer.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More