Kronologi Keributan Final Piala Dunia 2026, Berawal dari Pukulan ke Rodri

- Keributan final Piala Dunia 2026 dimulai dari pukulan Nahuel Molina ke perut Rodri, yang memicu adu fisik antara pemain Spanyol dan Argentina di stadion New York New Jersey.
- Leandro Paredes menjadi sosok paling agresif dengan mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi, sementara Roberto Ayala juga tertangkap memukul Dani Olmo hingga FIFA turun tangan menyelidiki.
- Aksi kasar para pemain Argentina menuai kritik tajam dari legenda sepak bola seperti Garry Neville dan Alan Shearer yang menilai perilaku tersebut mencoreng semangat sportivitas pertandingan.
Jakarta, IDN Times - Insiden memalukan terjadi usai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol versus Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026). Terjadi keributan usai final yang mengakibatkan adanya berbagai pemandangan tak sedap, mulai dari pemukulan hingga bantingan.
Kejadian ini disulut oleh aksi memalukan para pemain Argentina. Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi yang paling agresif dalam keributan ini. Paredes mencekik bek Spanyol, Eric Garcia, hingga membantingnya ke tanah.
Kemudian, gelandang Spanyol, Gavi, juga didorong Paredes hingga terjatuh dan membuat kondisi memburuk.
1. Dimulai dari pukulan ke perut Rodri
Insiden ini sebenarnya diawali dari aksi bek Argentina, Nahuel Molina, yang sempat memukul perut kapten Spanyol, Rodri, saat berselebrasi merayakan gelar juara dunia. Rodri awalnya tak mengindahkan aksi Molina, tapi mendadak berbalik badan dan melawannya.
Suasana langsung meledak. Nicolas Otamendi kemudian menantang Rodri dalam momen itu. Kemudian, Aymeric Laporte membela Rodri di tengah situasi yang tak kondusif.
2. Legenda Argentina juga pukul Olmo
Dilansir Sky Sports, tak cuma para pemain yang terlibat dalam pertengkaran. Tapi, asisten Lionel Scaloni yang juga mantan bek Argentina, Roberto Ayala, ikut dalam keributan.
Ayala ketahuan memukul gelandang serang Spanyol, Dani Olmo. Aksi Ayala dihentikan oleh Garcia yang memisahkannya dengan Olmo.
Atas kejadian itu, FIFA kini akan memeriksa seluruh penggawa Argentina atas tindakannya. Mereka bisa mendapatkan sanksi disiplin akibat aksi kasar dan memalukan itu.
3. Tuai kritik
Keributan itu mendapat kritik tajam dari sejumlah pihak, termasuk legenda sepak bola. Garry Neville dan Alan Shearer menyebut sikap Paredes dan sejumlah pemain Argentina lainnya sangat memalukan.
"Ini memalukan. Saya menyukai semangat kompetitif orang Argentina, bagaimana mereka berjuang habis-habisan. Messi telah mengangkat mereka selama ini, tetapi dalam beberapa pertandingan terakhir, itu benar-benar memalukan," kata Neville dikutip dari Goal International.
"Tidak ada tempat untuk tindakan seperti itu. Kami tahu betapa besar arti pertandingan ini bagi mereka dan betapa sakitnya menelan kekalahan, tetapi ada cara yang benar untuk kalah. Terlalu sering kita melihat hal seperti ini dari Argentina. Reaksi mereka setelah peluit akhir benar-benar buruk," timpal Shearer.












