Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cari Dukungan, Gianni Infantino Obral Final Piala Dunia 2030 ke Maroko
Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb).
  • Gianni Infantino dilaporkan menjanjikan final Piala Dunia 2030 kepada Maroko, menggantikan kandidat Santiago Bernabeu, sambil meminta dukungan politik terbuka untuk pencalonannya sebagai Presiden FIFA 2027-2031.
  • Posisi Infantino tertekan oleh skandal dan blunder politik, serta kecaman figur sepak bola seperti Luis Figo yang mendesaknya mundur dari jabatan Presiden FIFA.
  • Arsene Wenger turut menjaga jarak dari manuver Infantino terkait rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia, menegaskan dukungannya pada FIFA yang independen, transparan, dan berintegritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gianni Infantino bertekad untuk kembali menjadi Presiden FIFA pada periode 2027-2031. Namun, posisi Infantino kini sedang terdesak imbas sederet skandal dan blunder politiknya yang memancing kemarahan berbagai pihak.

Infantino pun terus melakukan berbagai manuver politik demi memuluskan langkahnya. Dalam laporan terbaru, dikutip dari Daily Mirror, Infantino mengobral laga final Piala Dunia 2030 yang turnamennya akan berlangsung di Maroko, Portugal, dan Spanyol.

1. Infantino janji kasih final Piala Dunia 2030 ke Maroko

Baru-baru ini, Infantino dilaporkan menggelar pertemuan darurat dengan jajaran pejabat FIFA di Maroko. Dalam laporan The Times, Infantino berjanji untuk menggelar laga final Piala Dunia 2030 di Maroko, menggeser kandidat kuat lainnya, yakni Stadion Santiago Bernabeu, markas Real Madrid di Spanyol.

Sebagai imbalannya, Maroko diminta untuk memberikan dukungan politik kepada Infantino secara terbuka. Di sisi lain, Maroko selama ini memang dikenal sebagai salah satu pendukung terbesar Infantino sepanjang kepemimpinannya di FIFA.

2. Gelar perlawanan dari legenda hingga petinggi internal FIFA

Kondisi Infantino kian terjepit setelah deretan figur top di sepak bola terang-terangan melontarkan kecaman. Salah satunya adalah legenda Portugal, Luis Figo, yang mendesaknya untuk mundur.

"Percayalah, saya sudah bertemu banyak orang licik sepanjang karier di sepak bola. Infantino telah merendahkan martabat jabatan presiden FIFA yang dulu dia janjikan akan dinaikkan derajatnya. Dia telah berbohong, menipu, dan berusaha memperkaya dirinya sendiri dari permainan yang seharusnya dilayaninya. Sudah terlambat untuk menyelamatkan harga dirinya, tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang juga," tulis Figo dalam akun X miliknya.

3. Arsene Wenger jaga jarak

Infantino juga mendapat tekanan dari internal organisasi. Arsene Wenger, yang kini menjadi Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, mengaku tak mengetahui manuver Infantino untuk menjual sebagian saham Piala Dunia, bom yang membuat posisinya kian terjepit.

"Keputusan untuk menarik proyek itu benar-benar diperlukan dan tidak perlu diperdebatkan lagi, karena saya sangat percaya pada FIFA yang independen, yang melayani sepak bola dengan komitmen, transparansi, dan integritas," ujar Wenger.

Curated For You

Editorial Team

Related Article