Rusak Martabat FIFA, Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur

- Legenda Portugal Luis Figo mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino mundur, dengan menilai kepemimpinannya merusak martabat organisasi melalui skandal, manuver politik, dan rencana bisnis kontroversial.
- Figo menyoroti rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta yang dinilai tidak transparan, serta menuding Infantino mengejar posisi bergaji 30 juta dolar AS per tahun.
- Figo mendukung keluhan Pangeran Ali bin Hussein soal dugaan tekanan pencairan hadiah FIFA Arab Cup 2025, lalu menilai Infantino kehilangan dukungan akibat praktik demi mempertahankan kekuasaan.
Jakarta, IDN Times - Gelombang perlawanan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, kian masif. Kali ini, giliran legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, yang mengecam dan mendesak Infantino untuk mundur.
Figo menilai, kepemimpinan Infantino telah merusak martabat FIFA. Hal itu disebabkan oleh serangkaian skandal, manuver politik terselubung, dan rencana bisnis kontroversial yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu.
"Saya bisa menulis 10 ribu kata tentang berbagai masalah di FIFA. Namun, solusinya hanya membutuhkan tiga kata: Infantino harus pergi," kata Figo dikutip dari Daily Mail.
1. Tuding ada kepentingan pribadi bernilai puluhan juta dolar

Dalam kolom khususnya di Daily Mail, Figo membongkar manuver Infantino terkait rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta. Figo menyoroti ketidaktransparanan FIFA yang justru sengaja menyembunyikan risiko finansial jangka panjang dari para anggotanya.
Tak hanya itu, legenda Real Madrid tersebut juga mengeklaim ada agenda personal di balik kesepakatan tersebut. Infantino dituding mengincar posisi strategis dengan imbalan gaji fantastis setelah tak lagi menjadi Presiden FIFA.
"Kalau memang rencananya begitu matang, mengapa Anda tidak menjelaskan pula risikonya, selain manfaat yang Anda gembar-gemborkan? Kalau memang skema ini begitu jelas menguntungkan, mengapa Anda tidak jujur bahwa pada akhirnya Anda akan memperoleh pekerjaan senilai 30 juta dolar AS per tahun?" tulis Figo.
2. Dukungan untuk Yordania dan kecaman atas gaya kepemimpinan "mafia"

Figo juga menyoroti pernyataan Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein, yang sebelumnya mengaku mendapat tekanan dan pemerasan terkait pencairan dana hadiah FIFA Arab Cup 2025. Proses akan lebih lancar apabila Ali bersedia memberikan dukungan politik kepada Infantino.
Bagi Figo, tindakan menahan hak federasi demi mengamankan dukungan politik adalah praktik yang tidak bisa ditoleransi. Ia menilai Infantino telah menghalalkan segala cara demi memperpanjang kekuasaannya.
"Semua ini sebenarnya tidak mengejutkan jika melihat rentetan tindakan yang telah merusak reputasi sepak bola; mulai dari menangguhkan lalu membatalkan keputusan disipliner hingga melanggar aturan permainan demi menggelar pertunjukan saat jeda babak pertama. Tidak ada yang bisa menghalangi upayanya untuk menyenangkan teman-temannya," tulis Figo.
3. Desak Infantino mundur

Melihat rentetan skandal dan blunder politik yang membuat banyak konfederasi dan asosiasi murka, Figo mendesak Infantino untuk mundur. Figo juga menilai Infantino sudah mulai kehilangan dukungan setelah dicap merusak martabat FIFA.
"Infantino telah merendahkan martabat jabatan Presiden FIFA yang dulu ia janjikan akan diangkat derajatnya. Ia telah berbohong, menipu, dan berusaha memperkaya dirinya sendiri dengan mengorbankan olahraga yang seharusnya ia layani," tulis Figo.
"Dia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, para penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk olahraga ini, bahkan tampaknya juga dari penerima FIFA Peace Prize. Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya. Namun, belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Ia harus pergi. Sekarang juga," tulis Figo.


















