Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Peraih Medali Emas SEA Games Gantung Sepatu Demi Keluarga
Mantan atlet lari Indonesia, Wahyu Setiawan. (IDN Times/Tino).
  • Wahyu Setiawan, peraih emas SEA Games 2023, pensiun dari sprint dan estafet agar bisa mendampingi kelahiran anak keduanya setelah absen saat anak pertama lahir karena TC di Jamaika.
  • Usai berhenti sebagai atlet kompetitif, Wahyu menyalurkan kecintaannya pada lari melalui maraton sebagai hobi untuk menjaga kebugaran tanpa tekanan prestasi.
  • Wahyu terlibat kampanye “Lari Lagi, Lari Terus” di GBK yang diikuti sekitar 200 peserta, mengajak pelari saling menguatkan dan menekankan pentingnya disiplin berolahraga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di balik gemerlapnya panggung prestasi, atlet kerap dituntut melakukan pengorbanan besar, termasuk merelakan momen-momen emas bersama keluarga. Kisah mengharukan inilah yang dialami oleh Wahyu Setiawan, mantan atlet lari nomor sprint dan estafet kebanggaan Indonesia.

Setelah bertahun-tahun mendedikasikan keringatnya di lintasan lari demi Merah Putih, Wahyu akhirnya memutuskan gantung sepatu. Keputusan ini bak penebusan penyesalan di masa lalu, ketika gagal mendampingi sang istri melahirkan anak pertamanya

1. Absen lihat anak pertama lahir demi TC di Jamaika

Di hadapan ratusan pelari yang memeriahkan acara komunitas HOKA Clifton PRO di ringroad Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), peraih medali emas SEA Games 2023 membagikan sekelumit cerita di balik keputusan pensiunnya. Ia mengenang kembali masa-masa berat ketika anak pertamanya lahir ke dunia.

Pada momen emosional itu, Wahyu justru sedang berada ribuan kilometer dari rumah. Ia sedang melakoni pemusatan latihan (TC) di Jamaika selama tiga bulan. Kini, Wahyu ingin mendedikasikan waktunya untuk keluarga tercinta.

"Ceritanya anak pertama saya, saya nggak bisa melihat (kelahiran), saya harus TC di Jamaika tiga bulan. Jadi kelahiran pertama di dunia ini saya nggak bisa lihat. Dan anak kedua ini saya mutusin berhenti, saya pengen lihat dia," kata Wahyu.

2. Banting setir jadi pelari maraton demi salurkan hobi

Meski telah menanggalkan statusnya sebagai atlet kompetitif, kecintaan Wahyu pada dunia lari tidak serta-merta luntur begitu saja. Bedanya, Wahyu kini merambah ke maraton sebagai bentuk hobi baru untuk menjaga kebugaran tubuh.

Di arena ini, Wahyu menemukan sisi lain dari olahraga lari yang jauh lebih cair, menyenangkan, dan bebas dari tekanan prestasi. Namun, bagi Wahyu, setiap pelari memiliki ritme, tantangan, dan cara bertumbuh yang berbeda-beda.

"Setiap pelari pasti pernah mengalami perubahan dalam rutinitas latihannya, pengalaman ini mengajarkan saya bahwa konsistensi lahir dari kemauan untuk terus kembali melangkah," ujar pelari di SEA Games 2025 tersebut.

3. Kampanyekan semangat lari

Kisah inspiratif Wahyu Setiawan ini menjadi bagian dari kampanye positif bertajuk "Lari Lagi, Lari Terus" yang digagas untuk menyatukan berbagai komunitas. Acara ini digelar di kawasan GBK pada Minggu (2/8/2026).

Lewat ajang yang diikuti sekitar 200 peserta ini, para pelari diajak untuk saling menguatkan, berbagi cerita, dan merayakan langkah baru dalam menjaga kesehatan. Wahyu tak lupa menitipkan pesan berharga tentang arti kedisiplinan bagi mereka yang baru ingin memulai kembali rutinitas berolahraga.

"Memulai itu memang sulit karena kita ingin segera kembali seperti dulu lagi, tapi ingat, disiplin itu mahal bayarannya di garis akhir," ucap Wahyu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article