Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Dipaksa! Ini 4 Cara Mengatasi Shin Splints saat Berlari

Jangan Dipaksa! Ini 4 Cara Mengatasi Shin Splints saat Berlari
ilustrasi shin splints (freepik.com/pressfoto)
Intinya Sih
  • Shin splints adalah nyeri tulang kering akibat beban berulang saat berlari; memaksakan latihan dapat memperpanjang pemulihan dan meningkatkan risiko stress fracture.

  • Kurangi aktivitas pemicu nyeri, pilih cross training seperti berenang atau bersepeda bila tidak sakit, serta gunakan kompres dingin 15–20 menit dengan pelindung kain.

  • Setelah nyeri mereda, lakukan penguatan dan peregangan tungkai, gunakan sepatu yang mendukung, tingkatkan latihan bertahap, dan periksa ke tenaga medis bila nyeri memburuk atau bengkak jelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nyeri di bagian tulang kering menjadi salah satu keluhan yang sering dialami pelari. Kondisi yang dikenal sebagai shin splints ini dapat membuat aktivitas berlari terasa tidak nyaman bahkan memaksa kita berhenti berolahraga untuk sementara waktu. Jika diabaikan, keluhan tersebut berisiko berkembang menjadi cedera yang lebih serius.

Shin splints umumnya muncul akibat beban berulang pada otot, tendon, dan jaringan di sekitar tulang kering. Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan yang tepat tanpa memerlukan tindakan medis khusus. Berikut empat cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi shin splints saat berlari.

1. Kurangi intensitas latihan dan beri waktu tubuh untuk pulih

ilustrasi berlari
ilustrasi berlari (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Banyak pelari tetap memaksakan diri berlatih meskipun nyeri sudah mulai muncul. Padahal, langkah pertama yang paling penting adalah mengurangi aktivitas yang memicu rasa sakit agar jaringan yang mengalami iritasi memiliki kesempatan untuk pulih. Istirahat bukan berarti berhenti berolahraga sepenuhnya, melainkan menghindari aktivitas yang memberikan benturan berulang pada tulang kering selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Selama masa pemulihan, kita tetap dapat menjaga kebugaran dengan olahraga berintensitas rendah seperti berenang atau bersepeda jika tidak menimbulkan nyeri. Pendekatan ini dikenal sebagai cross training dan sering direkomendasikan dalam rehabilitasi cedera akibat penggunaan berlebihan. Memaksakan diri terus berlari ketika nyeri belum hilang justru dapat memperpanjang proses penyembuhan bahkan meningkatkan risiko stress fracture pada tulang kering.

2. Kompres dingin untuk mengurangi nyeri dan peradangan

ilustrasi cedera shin splints
ilustrasi cedera shin splints (magnific.com/wayhomestudio)

Kompres dingin merupakan salah satu cara sederhana yang terbukti membantu meredakan keluhan shin splints. Suhu dingin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga membantu mengurangi pembengkakan dan menekan aktivitas saraf yang menghantarkan rasa nyeri. Kompres dapat dilakukan selama sekitar lima belas hingga dua puluh menit beberapa kali dalam sehari, terutama setelah beraktivitas.

Agar tetap aman, hindari menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi. Bungkus es menggunakan handuk tipis atau gunakan ice pack yang dirancang khusus untuk terapi dingin. Meskipun tidak mempercepat penyembuhan jaringan secara langsung, kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman sehingga proses pemulihan menjadi lebih mudah dijalani.

3. Perkuat otot tungkai dan lakukan peregangan secara rutin

ilustrasi melatih otot kaki
ilustrasi melatih otot kaki (freepik.com/freepik)

Shin splints sering berkaitan dengan ketidakseimbangan kekuatan otot pada tungkai bawah. Otot betis, otot di bagian depan tulang kering, serta otot pinggul yang kurang kuat dapat meningkatkan beban pada jaringan di sekitar tulang kering saat berlari. Oleh karena itu, latihan penguatan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko cedera berulang setelah rasa nyeri mulai mereda.

Selain latihan kekuatan, peregangan juga membantu menjaga fleksibilitas otot dan tendon sehingga gerakan berlari menjadi lebih efisien. Peregangan pada otot betis dan tendon Achilles dapat mengurangi ketegangan yang diteruskan ke tulang kering. Kombinasi latihan penguatan dan peregangan secara rutin terbukti lebih efektif dibanding hanya mengandalkan istirahat saja.

4. Perhatikan sepatu dan tingkatkan latihan secara bertahap

ilustrasi sepatu lari
ilustrasi sepatu lari (unsplash.com/Kristian Egelund)

Sepatu lari yang sudah aus atau tidak sesuai dengan bentuk kaki dapat meningkatkan tekanan pada tungkai bawah setiap kali kaki menyentuh permukaan. Karena itu, penting untuk menggunakan sepatu yang masih memiliki bantalan dan mampu memberikan dukungan sesuai kebutuhan. Jika diperlukan, kita juga dapat berkonsultasi dengan ahli untuk mengetahui apakah memerlukan insole tambahan berdasarkan pola pijakan kaki.

Di samping perlengkapan, peningkatan volume latihan juga perlu dilakukan secara bertahap. Menambah jarak atau intensitas latihan secara tiba tiba merupakan salah satu penyebab paling umum munculnya shin splints. Banyak pelatih merekomendasikan peningkatan beban latihan secara perlahan agar otot, tendon, dan tulang memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi terhadap tekanan baru.

Shin splints dapat mengganggu rutinitas berlari, tetapi kondisi ini umumnya dapat pulih dengan penanganan yang tepat. Mengurangi beban latihan, mengompres area yang nyeri, memperkuat otot, serta menggunakan perlengkapan yang sesuai merupakan langkah penting untuk mempercepat pemulihan. Jika rasa sakit semakin berat atau disertai pembengkakan yang jelas, segera periksakan diri ke tenaga medis untuk memastikan tidak terjadi cedera yang lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More