Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret logo Chelsea (unsplash.com/Simon Reza)
  • Chelsea kebobolan 12 gol dalam lima laga awal Premier League 2026/2027, dipicu ruang di sisi sayap, lemahnya bola mati, dan penguasaan bola rata-rata 47,1 persen.

  • Trent Alexander-Arnold menjadi pilihan ketiga bek kanan Real Madrid, hanya mencatat empat starter dan satu assist; cedera serta persaingan dengan Denzel Dumfries dan Federico Valverde menghambatnya.

  • Chelsea mengincar Alexander-Arnold terutama karena distribusi bola, umpan panjang, dan 64 assist Premier League-nya, meski reputasi bertahannya dipertanyakan dan kontraknya di Madrid berlaku hingga 2031.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lini belakang Chelsea tengah limbung pada awal 2026/2027. Dalam lima laga awal English Premier League (EPL), The Blues sudah kebobolan 12 gol. Di tengah kekacauan itu, nama Trent Alexander-Arnold justru muncul dalam radar transfer Stamford Bridge menjelang bursa Januari 2027.

Alexander-Arnold berpeluang kembali ke Inggris apabila Chelsea benar-benar melayangkan tawaran resmi pada Januari 2027 mendatang. Rumor itu muncul seiring status Malo Gusto yang kabarnya bisa dilepas pada jendela transfer musim dingin. Namun, mengapa klub dengan catatan bertahan terburuk di liga justru melirik pemain yang reputasi defensifnya kerap dipertanyakan?

1. Benarkah area sayap Chelsea kerap menjadi sasaran empuk lawan?

Data The Athletic per akhir Oktober 2026 mengungkap, Chelsea kebobolan 12 gol dari expected goals against (xGA) 9,2 dalam 5 laga awal 2026/2027, terburuk di Premier League. Setiap lawan yang dihadapi berhasil mencetak minimal 2 gol, sementara 32 tembakan tepat sasaran lolos dari hadangan pemain bertahan. Tak ada tim lain di liga yang kebobolan lebih banyak gol dari situasi bola mati, dengan 6 gol tercipta lewat skema tersebut.

Akar masalahnya terletak pada skema permainan yang berubah drastis, dari 3-2-5 saat menguasai bola menjadi 5-2-3 ketika bertahan. Trio penyerang Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer bermain sempit sehingga wing-back harus berlari jauh untuk menekan lawan, dan ruang lebar pun terbuka begitu tekanan pertama berhasil dilewati. Gol kemenangan Arsenal lewat Martin Odegaard pada pekan ke-3 liga menjadi contohnya, ketika Reece James yang diplot sebagai gelandang di laga itu gagal memberi bantuan sehingga Wesley Fofana terjebak dalam posisi serbasalah.

Masalah tak berhenti di lini belakang, sebab penguasaan bola Chelsea rata-rata cuma 47,1 persen dalam 5 laga pertama bersama Pelatih Xabi Alonso. Kiper pengganti Robert Sanchez, Emiliano Martinez, dinilai cenderung memberikan operan bola panjang ketimbang membangun serangan dari bawah. Levi Colwill jadi satu-satunya bek tengah dengan kualitas umpan mumpuni, tetapi ia masih beradaptasi di posisi baru sembari pulih dari cedera lutut panjang.

2. Apakah Alexander-Arnold hanya jadi pilihan ketiga di posisi bek kanan Real Madrid?

Trent Alexander-Arnold yang pernah disebut sebagai salah satu bek kanan terbaik pada masanya, kini justru hanya menjadi opsi ketiga dalam skuad asuhan Jose Mourinho. Per awal November 2026, pemain 28 tahun itu baru tampil dalam 7 dari 13 laga Real Madrid pada 2026/2027, dengan hanya 4 kali menjadi starter dan 1 assist. Dalam 345 menit bermain itu, bayang-bayang kegagalan terasa jauh lebih nyata ketimbang mimpi besar yang ia bawa dari Liverpool.

Denzel Dumfries, yang baru direkrut pada musim panas 2026, langsung jadi pilihan utama di pos bek kanan dan menjadi starter dalam 5 dari 6 laga awal Real Madrid musim ini. Kondisi makin runyam setelah Mourinho menggeser Federico Valverde dari posisi gelandang ke bek kanan, eksperimen yang justru berbuah manis lewat comeback atas AS Roma di Liga Champions Eropa dan kemenangan 4-1 atas Sevilla pada jornada ke-11 LaLiga Spanyol. Dua nama itu membuat Alexander-Arnold kian sulit menembus starting line-up, walaupun kualitasnya tak pernah benar-benar diragukan pendukung Los Blancos.

Faktor cedera turut memperburuk keadaan, mulai dari masalah hamstring hingga cedera paha pada musim lalu membuat ritme permainannya terus terputus. Pergantian tiga pelatih sejak kedatangannya pada Juni 2025, dari Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa, hingga kini Mourinho, juga menyulitkan Alexander-Arnold membangun chemistry dengan rekan setimnya. Eksperimen Mourinho menempatkannya sebagai gelandang saat melawan Inter Milan pada September 2026 pun berakhir pahit, lengkap dengan sorakan sebagian suporter sebelum ia ditarik keluar pada menit ke-79.

Mourinho sempat blak-blakan menjelaskan alasannya memilih Dumfries ketimbang Alexander-Arnold. Sang pelatih menyebut, timnya butuh bek kanan yang punya stamina dan kualitas bermain di belakang Endrick de Sousa dan Yan Diomande. Pandit Sky Sports, Jamie Carragher, bahkan menegaskan posisi sebagai pilihan ketiga itu biasanya pertanda sebuah klub ingin pemainnya segera angkat kaki. Meski begitu, sang pemain masih bertekad bertahan dan berjuang merebut tempat di Santiago Bernabeu, sikap yang mengingatkan pada nasib getir Michael Owen 2 dekade silam di klub yang sama.

3. Apakah distribusi bola Trent Alexander-Arnold jadi alasan utama Chelsea mengincarnya?

Keraguan soal aspek bertahan Trent Alexander-Arnold bukan rahasia baru, bahkan sempat menjadi alasan pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, ragu memanggilnya. Ketika masih berseragam Liverpool, ia sering dicemooh akibat lemah dalam duel 1 lawan 1 dan terlambat menutup ruang di sisi kanan pertahanan tim. Namun bagi Chelsea, catatan itu tampaknya bukan penghalang utama untuk tetap memasukkan nama sang pemain ke daftar incaran mereka.

Bisa dibilang, ketertarikan Chelsea kepada Alexander-Arnold lahir dari pengalaman Xabi Alonso menukangi Real Madrid pada musim debut sang pemain pada 2025/2026. Rekam jejak itu membuat Alonso, yang kini melatih Chelsea, punya pemahaman yang lebih mendalam dibanding klub lain yang hanya menilai Alexander-Arnold lewat data dan tayangan pertandingan. Sebab, kekuatan utama Alexander-Arnold justru terletak pada hal yang paling dibutuhkan lini belakang Chelsea saat ini, yaitu kualitas distribusi bola.

Alexander-Arnold tercatat sebagai bek dengan assist terbanyak sepanjang sejarah Premier League dengan 64 assist. Visi umpan panjang dan ketajaman umpan silangnya bisa menjadi jawaban ganda bagi Chelsea, baik untuk mengurangi ketergantungan pada bola panjang Emiliano Martinez maupun mengisi kekosongan distribusi bola di lini tengah sejak Enzo Fernandez hengkang ke Manchester City. Kerja samanya dengan Mohammed Salah di Liverpool, yang kerap melepas umpan kunci dari area pertahanan, pun berpotensi membuat transisi serangan Chelsea dari lini belakang menjadi lebih mulus dan berbahaya.

Faktor situasional turut mendukung ketertarikan itu, terutama setelah status Malo Gusto yang bisa dilepas Januari 2027 membuka celah kebutuhan di posisi bek kanan. Meski kontrak Alexander-Arnold di Real Madrid masih mengikat hingga 2031, dengan gaji besar yang membuat kepindahannya tak mudah, ia bisa saja tergoda apabila Chelsea melayangkan tawaran. Chelsea sendiri kemungkinan tak masalah, mengingat mereka punya kebiasaan memburu pemain bernama besar, seolah sudah jadi bagian identitas klub.

Namun, Alexander-Arnold bukan satu-satunya nama dalam daftar belanja Chelsea, ada Xavi Espart dari FC Barcelona dan Daniel Banjaqui dari Benfica juga masuk radar sebagai alternatif. Spekulasi pun kian santer menjelang akhir Oktober 2026, setelah muncul kabar jika sang pemain berencana meminta pertemuan langsung dengan Jose Mourinho untuk membahas masa depannya di Real Madrid. Semua faktor ini menempatkan The Blues dalam posisi menunggu, sembari berharap keputusan Alexander-Arnold pada Januari nanti berpihak kepada mereka.

Pada akhirnya, minat Chelsea kepada Trent Alexander-Arnold menyingkap ironi menarik, yaitu klub dengan pertahanan terburuk di Premier League justru berharap pada pemain yang kekuatannya ada di lini serang. Benar tidaknya taruhan ini baru akan terjawab begitu bursa transfer Januari 2027 resmi dibuka dan kedua pihak menentukan sikap mereka.

FAQ: Chelsea dan Rumor Transfer Trent Alexander-Arnold

1. Mengapa Chelsea tertarik merekrut Trent Alexander-Arnold meski memiliki masalah pertahanan?

Chelsea tertarik kepada Trent Alexander-Arnold karena kemampuan distribusi bola, visi bermain, umpan panjang, dan akurasi umpannya. Bek kanan asal Inggris tersebut diharapkan mampu memperkuat transisi serangan Chelsea sekaligus membantu membangun permainan dari lini belakang.

2. Apa masalah utama pertahanan Chelsea pada awal Premier League 2026/2027?

Chelsea mengalami masalah dalam menjaga ruang di sisi sayap, mengantisipasi bola mati, dan mempertahankan struktur pertahanan. The Blues kebobolan 12 gol dalam lima pertandingan awal Premier League 2026/2027, dengan enam di antaranya berasal dari situasi bola mati.

3. Bagaimana performa Trent Alexander-Arnold bersama Real Madrid pada 2026/2027?

Trent Alexander-Arnold kesulitan mendapatkan menit bermain reguler bersama Real Madrid. Hingga awal November 2026, ia baru tampil dalam tujuh dari 13 pertandingan, mencatatkan empat kali starter dan satu assist dalam total 345 menit bermain.

4. Kapan Chelsea berencana merekrut Trent Alexander-Arnold?

Chelsea dikabarkan tertarik merekrut Alexander-Arnold pada bursa transfer musim dingin Januari 2027. Namun, hingga awal November 2026, ketertarikan tersebut masih berupa rumor dan belum menjadi kesepakatan transfer resmi.

5. Siapa pesaing Trent Alexander-Arnold di posisi bek kanan Real Madrid?

Pesaing utama Alexander-Arnold adalah Denzel Dumfries dan Federico Valverde. Dumfries merupakan bek kanan yang direkrut pada musim panas 2026, sedangkan Valverde merupakan gelandang tengah yang juga dimainkan Mourinho di posisi tersebut.

6. Siapa alternatif Chelsea jika gagal merekrut Trent Alexander-Arnold?

Chelsea dikabarkan turut memantau Xavi Espart dari Barcelona dan Daniel Banjaqui dari Benfica. Keduanya masuk dalam daftar alternatif untuk memperkuat sektor bek kanan The Blues.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article