Chelsea Bidik Trent Alexander-Arnold yang Resah di Madrid

- Chelsea mengincar Trent Alexander-Arnold untuk bursa transfer musim dingin 2027, menyusul kebutuhan bek kanan setelah Reece James mengalami cedera lutut parah.
- Alexander-Arnold jarang dimainkan sejak Jose Mourinho datang ke Real Madrid dan kini menjadi pilihan ketiga bek kanan, di bawah Federico Valverde.
- Pengalaman bekerja dengan Xabi Alonso menjadi nilai tambah bagi Chelsea, sementara Liverpool disebut enggan memulangkannya demi menjaga hubungan dengan suporter.
Jakarta, IDN Times - Chelsea mengambil langkah mengejutkan dengan mengincar bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold. Mereka berencana untuk merekrut Alexander-Arnold pada bursa transfer musim dingin 2027 nanti.
Saat ini, Chelsea memang kekurangan pemain di sektor bek kanan akibat Reece James yang mengalami cedera lutut parah. Demi menutup lubang tersebut, mereka butuh pemain yang memiliki kemampuan setara.
1. Terdesak di Real Madrid
Football Insider melansir, situasi yang dialami Alexander-Arnold bersama Madrid bisa menjadi celah bagi Chelsea untuk mendapatkannya. Sebab, sejak kedatangan Jose Mourinho, Alexander-Arnold jarang bermain.
Saat ini, Alexander-Arnold hanya menjadi pilihan ketiga di sektor bek kanan Madrid. Dia bahkan kalah dari Federico Valverde, yang sebenarnya berposisi asli sebagai gelandang sentral.
Mourinho memang lebih suka bek sayap bertenaga selama menjadi pelatih. Sebab, bek dengan karakter tersebut bisa memberikan keuntungan baginya dalam membangun serangan balik dari sisi sayap serta memenangkan duel. Karakter itu memang ada dalam diri Denzel Dumfries serta Valverde.
2. Kehadiran Alonso bisa bantu Alexander-Arnold
Gak heran ketika Alexander-Arnold jadi bidikan Chelsea. Sebab, dia pernah bekerja sama dengan manajer The Blues saat ini, Xabi Alonso.
Selama Alonso menangani Madrid, pria 28 tahun tersebut mendapatkan jam terbang yang cukup dan dimainkan sebagai bek kanan atau gelandang sentral.
3. Saingan dengan Liverpool?
Rumor juga menyebutkan, Liverpool bisa saja merekrut kembali Alexander-Arnold karena membutuhkannya. Tapi, isu itu tampaknya hanya menjadi sebuah wacana.
Manajemen The Reds juga melihat reaksi negatif suporter ketika tahu Alexander-Arnold memilih Madrid ketimbang bertahan di Anfield. Demi menjaga stabilitas dan hubungan dengan suporter, Liverpool memilih untuk tak memulangkan Alexander-Arnold.





















