Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Duh, Presiden FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
  • FIFA menggandeng JP Morgan untuk membentuk FIFA Forward Enterprise, entitas yang akan menjual sebagian hak komersial Piala Dunia pria, wanita, dan antarklub kepada investor swasta.
  • Usaha komersial baru FIFA dilaporkan bernilai 20 miliar dolar AS. Thrive Capital ditunjuk memimpin pencarian investor potensial untuk rencana tersebut.
  • Infantino menjanjikan dana tahunan anggota FIFA naik menjadi 20 juta dolar AS, tetapi rencana ini ditolak karena investor dikhawatirkan berpengaruh dan terkait rumor jabatan Infantino setelah lengser.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rencana baru FIFA menggegerkan publik sepak bola. FIFA dilaporkan berencana menjual sebagian hak komersial turnamen-turnamen besar mereka, termasuk Piala Dunia kepada pihak investor swasta.

Langkah ini digagas langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dengan ambisi meraup pendapatan hingga puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS). Rencana ini tentu saja langsung memantik kontroversi panas dan penolakan keras dari berbagai pihak.

1. Bentuk entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise

Dilansir dari The Guardian, FIFA mengonfirmasi telah menggandeng bank raksasa Amerika Serikat, JP Morgan, untuk merealisasikan rencananya. Mereka akan membentuk sebuah entitas bisnis baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) guna mengelola aset-aset tersebut.

Entitas baru ini bertugas menjual sebagian besar saham hak komersial dari turnamen Piala Dunia pria, wanita, hingga Piala Dunia Antarklub kepada para investor. Valuasi dari usaha komersial baru bentukan FIFA ini dikabarkan menyentuh angka fantastis, mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp361,5 triliun.

Menariknya, perusahaan investasi Thrive Capital ditunjuk FIFA untuk memimpin perburuan mencari investor potensial. Perusahaan tersebut diketahui didirikan oleh Joshua Kushner, yang tak lain adalah saudara dari Jared Kushner, menantu Presiden AS, Donald Trump.

2. Janjikan suntikan dana triliunan untuk federasi

Infantino berdalih nilai keuntungan dari bisnis tersebut akan dibagikan secara merata untuk mengembangkan sepak bola di seluruh penjuru dunia. Namun, rencana ini dianggap mengubah wajah sepak bola secara menyeluruh.

Pemasukan tersebut nantinya akan didistribusikan kembali kepada 211 asosiasi sepak bola anggota FIFA. Dana tahunan masing-masing asosiasi akan ditingkatkan menjadi 20 juta dolar AS, dari yang sebelumnya cuma 8 juta dolar AS. Angka tersebut jelas merupakan tawaran yang sangat menggiurkan, khususnya bagi negara-negara berkembang.

3. Infantino dituding ingin amankan jabatan baru

Meski berjanji hanya akan menjual saham minoritas, banyak pihak khawatir investor tetap akan memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan. Para investor ini dikhawatirkan membuat FIFA semakin kehilangan daya tawar, bahkan memunculkan kontroversi yang lebih besar.

Di luar masalah komersial, rencana ini juga memunculkan rumor terkait kepentingan pribadi Infantino di masa depan. The Times melaporkan, Infantino berpotensi menduduki jabatan komisaris di perusahaan komersial yang baru dibentuk tersebut, tepatnya setelah lengser dari kursi Presiden FIFA.

Curated For You

Editorial Team

Related Article