Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB yang Baru

- Donald Trump mengusulkan Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai calon Sekjen PBB baru, menilai reputasinya mampu menyatukan banyak pihak dan memperbaiki hubungan AS dengan organisasi tersebut.
- Paolo Zampolli mendukung gagasan Trump, menyebut pengalaman Infantino memimpin FIFA dengan ratusan anggota menunjukkan kemampuannya mengelola organisasi global seperti PBB.
- Kedekatan Trump dan Infantino menarik perhatian publik, terutama setelah intervensi Trump dalam kasus sanksi pemain AS serta perbedaan besar gaji antara posisi Presiden FIFA dan Sekjen PBB.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai kandidat kuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang baru. The New York Post yang mengutip sumber dekat presiden menyebut Trump memandang Infantino sebagai figur yang dihormati di berbagai negara dan memiliki kemampuan menyatukan banyak pihak.
Infantino yang kini berusia 56 tahun dan lahir di Swiss diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump melalui penyelenggarakan Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada. Kedekatan itu terlihat dari sejumlah kemunculan bersama di hadapan publik hingga pemberian Penghargaan Perdamaian perdana FIFA kepada Trump tahun ini atas tindakan luar biasa untuk perdamaian dan persatuan.
1. Trump menilai pergantian kepemimpinan PBB membuka peluang

Trump menyampaikan usulan tersebut di tengah ketidakpuasannya terhadap peran PBB dalam menangani berbagai konflik global. Pemerintahannya telah memangkas kontribusi AS kepada organisasi itu serta menarik negaranya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNESCO, dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Penunjukan Infantino dipandang dapat memperbaiki hubungan antara AS dan PBB.
PBB kini bersiap memilih pengganti António Guterres dari Portugal yang masa jabatannya berakhir pada 31 Desember 2026. Euronews melaporkan proses pemilihan telah berjalan, dengan calon terpilih harus memperoleh persetujuan Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara, termasuk lima anggota tetap yang memiliki hak veto, sebelum dikonfirmasi oleh Majelis Umum. Trump juga melihat peluang karena kandidat yang ada saat ini dinilai kurang kuat oleh pihak internal.
Usulan tersebut berbeda dari tradisi yang selama ini mengarah pada kandidat dari Amerika Latin atau Karibia, kawasan yang terakhir diwakili Javier Pérez de Cuéllar dari Peru pada periode 1982-1991. Meski begitu, sejumlah sumber menyebut rotasi geografis informal itu tak otomatis menutup peluang Infantino karena ia masih berpotensi memperoleh beberapa nominasi.
2. Paolo Zampolli memuji gagasan Trump

Paolo Zampolli, utusan khusus Trump untuk kemitraan global yang pernah menjadi duta besar PBB mewakili Dominica, menyampaikan bahwa gagasan tersebut merupakan usulan yang hanya bisa datang dari Trump.
Zampolli yang juga merupakan teman pribadi Infantino menyebut Presiden FIFA itu akan mampu menjalankan tugas sebagai Sekjen PBB dan disukai banyak pihak. Ia juga menjelaskan kedua jabatan tersebut memiliki kesamaan karena sama-sama memimpin organisasi dengan anggota dari berbagai negara.
“Di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda harus berurusan dengan 193 negara anggota. Di FIFA, ada lebih dari 200 anggota [dan] catatan hebat Gianni menunjukkan bahwa dia tahu cara mengelola,” katanya, dikutip New York Post.
3. Hubungan Trump dengan Infantino memunculkan sorotan

Hubungan Trump dan Infantino sempat menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026. Setelah penyerang tim nasional AS Folarin Balogun menerima kartu merah dan hukuman satu pertandingan saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Trump menghubungi Infantino untuk meminta peninjauan ulang, sebelum FIFA akhirnya menangguhkan sanksi tersebut.
“Kemandirian mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan ini harus selalu dihormati,” ujarnya, dikutip Euro News.
Infantino saat ini menerima gaji sekitar 6 juta dolar AS (setara Rp107,8 miliar) per tahun sebagai Presiden FIFA. Jika memimpin PBB, kompensasi yang diterima sekitar 418 ribu dolar AS (setara Rp7,5 miliar), sementara ia juga telah mengumumkan pencalonan untuk masa jabatan berikutnya sebagai Presiden FIFA pada pemungutan suara Maret mendatang dengan dukungan luas dari hampir seluruh 211 asosiasi anggota FIFA.




















