Duka Pelatih Kongo, Tahu Ayah Meninggal Usai Laga Lawan Inggris

- Pelatih Kongo, Sebastian Desabre, menerima kabar duka meninggalnya sang ayah saat konferensi pers usai laga melawan Inggris di Atlanta Stadium.
- Desabre dikenal sebagai sosok penting yang membawa Kongo kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 1974, lewat kemenangan atas Jamaika di babak play-off.
- Kongo tampil impresif di Piala Dunia 2026 dengan menyingkirkan Uzbekistan dan memberi perlawanan sengit pada Inggris meski akhirnya kalah karena faktor pengalaman.
Jakarta, IDN Times - Kisah duka muncul usai duel antara Inggris kontra Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Rabu malam WIB (1/7/2026). Pelatih Kongo, Sebastian Desabre, ternyata tengah diliputi kesedihan mendalam akibat ayahnya meninggal.
Desabre awalnya sedang menjalani sesi konferensi pers usai laga. Namun, di tengah sesi, Media Officer Kongo tiba-tiba menyela dengan memberikan pernyataan mengejutkan.
"Terima kasih. Tapi, kami ingin memberi tahu kalian, pelatih baru saja kehilangan ayahnya. Turut berduka," ujar Media Officer tersebut, dilansir Daily Mirror.
1. Terlihat menahan emosi
Dalam video yang beredar di media sosial dan menjadi viral, Desabre terlihat cukup terkejut. Entah Desabre sudah tahu atau memang masih tak menyangka kabar ayahnya meninggal disiarkan dalam sesi konferensi pers.
Saat itu, pria 49 tahun tersebut terlihat menahan emosinya karena wajahnya memerah. Setelah Media Officer mengumumkan hal tersebut, Desabre langsung melayangkan ucapan terima kasih dalam bahasa Prancis, "Merci". Akhirnya, sesi konferensi pers dihentikan.
2. Pelatih paling berjasa buat Kongo
Desabre menjadi pelatih paling berjasa dalam sepak bola Kongo. Dia mengantarkan Kongo kembali main di Piala Dunia, setelah terakhir kali pada 1974 ketika namanya masih Zaire.
Kongo lolos setelah mengalahkan Jamaika dalam play-off interkontinental dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan Kongo saat itu dicetak Axel Tuanzebe pada masa perpanjangan waktu.
3. Kongo luar biasa di Piala Dunia 2026
Perjalanan Kongo di Piala Dunia 2026 juga begitu memukau. Mereka lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik usai menang dengan skor 3-1 atas Uzbekistan.
Performa Kongo juga luar biasa di babak 32 besar. Melawan Inggris, mereka unggul lebih dulu sejak menit tujuh lewat aksi Brian Cipenga. Tapi, Harry Kane menjadi pembeda dengan brace yang dicetaknya di masa kritis babak kedua.
"Kami kecewa, karena percaya bisa melakukannya. Mungkin, kami cuma kalah pengalaman. Tapi inilah sepak bola. Kami belajar, lanjut berkembang, melangkah dengan pasti dan tenang. Kami bertarung seperti orang-orang Kongo. Kami bermain sepak bola yang bagus melawan salah satu tim terbaik di dunia. Itulah yang akan kami ingat," ujar Desabre.
















