Jakarta, IDN Times - LaLiga menjadi salah satu dari lima kompetisi top Eropa yang selalu konsisten memberikan hiburan, kompetisi berkualitas tinggi, hingga memproduksi banyak pemain papan atas dunia. Dengan ekosistem yang sehat dan harmonis serta konektivitas program dalam piramida sepak bola di Spanyol, LaLiga menjadi salah satu faktor utama dalam mendongkrak kualitas tim nasionalnya, terutama saat bersaing dalam kompetisi seperti Euro dan Piala Dunia.
Hal itu terbukti dari statistik yang muncul dalam final Piala Dunia 2026. Sebanyak 24 dari 52 pemain yang tampil di final Piala Dunia 2026, berasal dari LaLiga. Tak cuma itu, 25 dari 26 pemain Spanyol yang juara dunia adalah jebolan akademi di klub-klub LaLiga.
Keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia menjadi muara dari ekosistem LaLiga atas konektivitasnya dengan program-program lain dalam sepak bola Spanyol. Bekerja sama dengan RFEF, LaLiga tak tinggal diam dan selalu menciptakan inovasi demi menjaga mutu kompetisi, berbasis pada prinsip keberlanjutan demi menelurkan talenta-talenta terbaik.
Selain mengelola kompetisi, inovasi juga kerap diambil oleh LaLiga agar para pemain, pelatih, dan elemen lainnya, terus berkembang dalam persaingan sepak bola dunia. Lantas, bagaimana sebenarnya LaLiga mengelola kompetisinya yang berujung pada Timnas tangguh? Apakah ada pengaruh dari LaLiga dalam menciptakan kurikulum dalam akademi di masing-masing klub hingga menghasilkan banyak pemain bertalenta?
Simak wawancara khusus IDN Times dengan Head of Development LaLiga, Juan Florit, berikut ini.
![[EKSKLUSIF] LaLiga dan Roh Pembinaan yang Jadikan Spanyol Juara Dunia](https://image.idntimes.com/post/20260813/whatsapp-image-2026-08-13-at-3_ba854265-5988-43c6-8244-5b1639f5c9c4.jpeg)