Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[EKSKLUSIF] LaLiga dan Roh Pembinaan yang Jadikan Spanyol Juara Dunia

[EKSKLUSIF] LaLiga dan Roh Pembinaan yang Jadikan Spanyol Juara Dunia
Puma Stellar Nitro menggunakan teknologi Connected Ball yang mirip dengan Piala Dunia 2026 digunakan di LaLiga musim 2026/27 (Dokumentasi LaLiga)
  • LaLiga mengembangkan akademi melalui kerangka kualitas bersama sejak 2022 tanpa menyeragamkan identitas klub; 25 dari 26 pemain Spanyol juara dunia 2026 berasal dari pembinaan klub domestik.
  • Ekosistem Spanyol mengutamakan proses jangka panjang: pelatih berkualifikasi, kompetisi luas, teknologi, kesejahteraan pemain, dan jalur menuju tim senior untuk membentuk pemain adaptif.
  • LaLiga mendukung klub lewat data, forum pengetahuan, serta standar profesional, sementara seleksi, taktik, dan persiapan fisik Timnas Spanyol tetap menjadi tanggung jawab RFEF.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - LaLiga menjadi salah satu dari lima kompetisi top Eropa yang selalu konsisten memberikan hiburan, kompetisi berkualitas tinggi, hingga memproduksi banyak pemain papan atas dunia. Dengan ekosistem yang sehat dan harmonis serta konektivitas program dalam piramida sepak bola di Spanyol, LaLiga menjadi salah satu faktor utama dalam mendongkrak kualitas tim nasionalnya, terutama saat bersaing dalam kompetisi seperti Euro dan Piala Dunia.

Hal itu terbukti dari statistik yang muncul dalam final Piala Dunia 2026. Sebanyak 24 dari 52 pemain yang tampil di final Piala Dunia 2026, berasal dari LaLiga. Tak cuma itu, 25 dari 26 pemain Spanyol yang juara dunia adalah jebolan akademi di klub-klub LaLiga.

Keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia menjadi muara dari ekosistem LaLiga atas konektivitasnya dengan program-program lain dalam sepak bola Spanyol. Bekerja sama dengan RFEF, LaLiga tak tinggal diam dan selalu menciptakan inovasi demi menjaga mutu kompetisi, berbasis pada prinsip keberlanjutan demi menelurkan talenta-talenta terbaik.

Selain mengelola kompetisi, inovasi juga kerap diambil oleh LaLiga agar para pemain, pelatih, dan elemen lainnya, terus berkembang dalam persaingan sepak bola dunia. Lantas, bagaimana sebenarnya LaLiga mengelola kompetisinya yang berujung pada Timnas tangguh? Apakah ada pengaruh dari LaLiga dalam menciptakan kurikulum dalam akademi di masing-masing klub hingga menghasilkan banyak pemain bertalenta?

Simak wawancara khusus IDN Times dengan Head of Development LaLiga, Juan Florit, berikut ini.

  1. 1. Bagaimana LaLiga memastikan standardisasi kualitas akademi di seluruh klub dan seberapa besar kontribusinya saat menjadi juara Piala Dunia 2026?

    Head of Development LaLiga, Juan Florit (Dokumentasi LaLiga)
    Head of Development LaLiga, Juan Florit (Dokumentasi LaLiga)

    Hal pertama yang perlu diluruskan adalah tujuan kami bukan menstandarisasi akademi agar semuanya tampak sama. La Masia, Zubieta, La Fabrica, atau akademi mana pun, memiliki identitas dan filosofi masing-masing. Yang kami fokuskan adalah proses yang berkualitas, kerangka pengembangan, dan kriteria evaluasi. Melalui National Plan for the Optimisation and Improvement of Youth Academies yang diluncurkan sejak 2022 (dengan cikal bakal dari Clubs’ Academies Meeting sejak 2016),

    LaLiga dan 42 klub profesional bekerja dengan indikator bersama yang mencakup struktur profesional, infrastruktur, kesejahteraan pemain, metodologi, teknologi, hingga transisi ke sepak bola profesional. Setiap klub tetap mempertahankan filosofi dan model permainannya sendiri, namun tetap beroperasi dalam kerangka perbaikan berkelanjutan dan standar yang terukur.

    Kontribusi sistem ini terhadap timnas Spanyol 2026 sangat signifikan. Analisis kami menunjukkan, 25 dari 26 pemain skuad juara Piala Dunia pernah melewati struktur pembinaan klub-klub Spanyol sebelum mencapai level elit, dengan 11 klub LaLiga terwakili sebagai klub pembinaan mereka. Ini membuktikan kekuatan ekosistem yang luas, bukan sekadar keberhasilan segelintir akademi ternama.

    Di luar prestasi olahraga, analisis ini juga menyoroti nilai ekonomi signifikan yang dihasilkan dari pengembangan akademi. Klub-klub pembinaan para pemain juara Piala Dunia 2026 asal Spanyol secara kolektif telah menghasilkan lebih dari €466 juta dari pendapatan transfer para pemain tersebut sepanjang karier mereka. Selain itu, sembilan pemain juara dunia yang masih membela klub pembinaannya mewakili estimasi nilai olahraga dan aset sebesar 545 juta euro, melalui penghematan biaya transfer dan kontribusi di lapangan. Ini menunjukkan, investasi pada pengembangan usia muda bukan hanya strategi olahraga, melainkan juga salah satu cara paling berkelanjutan bagi klub untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang sekaligus memperkuat performa kompetitifnya.

  2. 2. Apa perbedaan mendasar antara filosofi pembinaan usia muda LaLiga dengan liga-liga top Eropa lain yang menjadi keunggulan?

    Head of Development LaLiga, Juan Florit (Dokumentasi LaLiga)
    Head of Development LaLiga, Juan Florit (Dokumentasi LaLiga)

    Alih-alih berfokus pada satu model taktik tunggal, keunggulan kompetitif Spanyol berasal dari ekosistem pembinaan yang saling terhubung. Sepak bola Spanyol memadukan akademi yang kuat, pelatih-pelatih berkualifikasi tinggi, struktur kompetisi luas, tim cadangan, departemen pendukung profesional, serta budaya untuk kesempatan nyata bagi pemain muda di level senior.

    Perbedaan penting lainnya adalah kami sangat menekankan proses pengembangan, bukan hasil jangka pendek. Keberhasilan sepak bola usia muda tidak diukur dari kemenangan di setiap kompetisi, melainkan dari konsistensi dalam mencetak pemain yang adaptif, cerdas, dan lengkap dari waktu ke waktu. Ada masa ketika hasil tidak instan, namun meninggalkan strategi jangka panjang hanya karena penurunan performa sesaat biasanya merupakan kesalahan.

    Kuncinya adalah mempertahankan model pengembangan yang berkelanjutan dan terus menyempurnakannya. Inilah salah satu alasan mengapa Spanyol mampu meraih sukses dengan gaya bermain yang berbeda-beda sambil tetap mempertahankan budaya juara.

  3. 3. Sejak kapan LaLiga secara sistematis memetakan talenta muda di klub, dan bagaimana data tersebut dibagikan kepada RFEF untuk kepentingan Timnas?

    Kolaborasi terstruktur LaLiga dengan akademi-akademi dimulai jauh sebelum peluncuran resmi National Academy Plan pada 2022. LaLiga Academy Meeting pertama digelar pada 2016, menciptakan wadah bagi klub-klub untuk berbagi pengetahuan dan secara bertahap mengembangkan standar bersama serta kecerdasan kolektif. Seiring waktu, akademi-akademi semakin profesional dalam penggunaan data, teknologi, dan pemantauan pengembangan pemain.

    Namun, perlu diperjelas, LaLiga tidak mengelola seleksi Timnas dan tak menjalankan sistem identifikasi bakat atas nama RFEF. Pemanduan dan seleksi pemain Timnas sepenuhnya menjadi tanggung jawab RFEF, yang memiliki struktur dan proses identifikasi bakat sendiri, didukung oleh jaringan luas federasi-federasi regional di seluruh Spanyol.

    Peran LaLiga adalah membantu klub menciptakan lingkungan yang lebih baik, pemain yang lebih terlatih, dan proses pengembangan yang lebih baik. Ekosistem akademi yang lebih kuat secara alami memperbesar pasokan talenta bagi timnas, tetapi ini merupakan konsekuensi tidak langsung, bukan proses yang dikelola secara terpusat.

  4. 4. Bagaimana LaLiga menjaga konsistensi identitas permainan sehingga pemain timnas terbiasa dengan gaya yang sama saat bergabung dengan Timnas?

    Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)
    Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)

    Sebenarnya, LaLiga tidak berupaya memaksakan gaya berbasis penguasaan bola atau model taktik tertentu kepada klub-klub. Salah satu prinsip mendasar dari National Academy Plan adalah setiap klub mempertahankan identitas dan metodologi sepak bolanya sendiri. Peran kami bukan menstandarisasi gaya bermain, melainkan membantu klub menciptakan lingkungan pengembangan yang berkualitas tinggi.

    Kesuksesan sepak bola Spanyol membuktikan mengapa pendekatan ini berhasil. Spanyol memenangkan turnamen internasional besar dengan gaya yang jelas berbeda. Tim juara Euro 2024 lebih vertikal dan berorientasi pada transisi, sementara tim juara Piala Dunia 2026 lebih mengandalkan penguasaan bola dan kontrol permainan.

    Benang merahnya bukan sistem taktik tertentu, melainkan kemampuan pemain Spanyol dalam membaca permainan, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan berbagai konteks. Ciri khas akademi klub-klub LaLiga sesungguhnya terletak pada kemampuan adaptasi dan keserbabisaan pemainnya yang luar biasa.

  5. 5. Apakah ada program khusus LaLiga yang mendorong klub-klub kecil untuk terus menerapkan filosofi permainan yang terstruktur?

    Para pemain Spanyol merayakan kemenangan atas Argentina di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de lo Moreira)
    Para pemain Spanyol merayakan kemenangan atas Argentina di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de lo Moreira)

    Kami mendorong pengembangan proses yang kuat, edukasi pelatih, kejelasan metodologi, pengembangan berpusat pada pemain, serta jalur transisi efektif menuju sepak bola profesional. Kesiapan di level internasional lahir dari paparan terhadap kompetisi berkualitas tinggi, kepelatihan yang kuat, dan tantangan taktik beragam, bukan dari pengajaran satu gaya bermain saja.

    Tujuannya adalah mencetak pemain yang adaptif dan mampu sukses di berbagai lingkungan sepak bola. Semua klub, termasuk klub terkecil sekalipun, dilibatkan dalam proses kerja Youth Development Plan; karena itu, pentingnya proses-proses ini ditekankan di setiap level, dari yang terbesar hingga terkecil.

  6. 6. Bagaimana LaLiga membangun ekosistem sertifikasi dan pengembangan pelatih muda sehingga regenerasi terus berjalan dengan filosofinya yang selaras?

    Luis de la Fuente, pelatih Spanyol, mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
    Luis de la Fuente, pelatih Spanyol, mengangkat trofi Piala Dunia setelah kemenangan timnya dalam pertandingan Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 19 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Getty Images via AFP/Justin Setterfield)

    Edukasi pelatih di Spanyol pada dasarnya dikelola melalui struktur federasi dan sistem lisensi resmi. Kontribusi LaLiga berbeda. Melalui National Academy Plan, pertemuan akademi, forum spesialis, dan inisiatif berbagi pengetahuan, kami membantu klub-klub meningkatkan struktur profesional mereka dan terus mengembangkan staf kepelatihannya.

    Sekali lagi, tujuannya bukan menyelaraskan pelatih dengan satu filosofi federasi tunggal. Kekuatan Spanyol justru berasal dari keberagaman dalam komitmen bersama terhadap pengembangan pemain. Para pelatih boleh bekerja dengan metodologi berbeda-beda, namun mereka beroperasi dalam lingkungan yang menjunjung tinggi edukasi, perbaikan berkelanjutan, dan pengembangan jangka panjang.

    Selain itu, di luar Spanyol, LaLiga menjalankan program pelatihan yang kuat bagi pelatih lokal, dengan kursus terstruktur dan intensif yang telah diselenggarakan di banyak negara dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari klub seperti Alianza de Lima di Peru hingga asosiasi sepak bola di negara-negara seperti China dan Vietnam, di mana pelatih lokal menerima pelatihan dalam Metodologi LaLiga. Lebih jauh lagi, semua pelatih yang terlibat dalam proyek internasional LaLiga (LaLiga Academy, Schools, atau Camps) juga dilatih melalui program-program ini.

  7. 7. Sejauh mana keterlibatan LaLiga dalam pertukaran pengetahuan antara pelatih klub dan staf kepelatihan Timnas Spanyol?

    Ada kolaborasi institusional dan dialog yang berlangsung dalam sepak bola Spanyol, tetapi LaLiga tidak secara langsung mengoordinasikan kerja teknis Timnas. Peran LaLiga adalah memfasilitasi kecerdasan kolektif antarklub.

    Melalui pertemuan akademi, kegiatan benchmarking, forum spesialis, dan kerangka pengembangan bersama, klub-klub saling bertukar pengetahuan dan praktik terbaik yang pada akhirnya memperkuat ekosistem sepak bola secara keseluruhan. Timnas dapat memperoleh manfaat dari kualitas pemain yang lebih baik sebagai hasil dari lingkungan ini, tetapi seleksi pemain dan keputusan teknis sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab RFEF.

  8. 8. Mengingat padatnya jadwal, bagaimana koordinasi dengan RFEF terkait pengelolaan beban kerja pemain-pemain kunci menjelang turnamen?

    LaLiga dan RFEF menjaga koordinasi institusional dalam berbagai hal yang memengaruhi ekosistem sepak bola profesional, termasuk kalender dan isu-isu regulasi. Kami berupaya memastikan semuanya terkoordinasi dengan baik.

    Selain itu, peran kami adalah mendukung standar profesional dan mendorong penggunaan teknologi, sistem pemantauan, serta struktur pendukung multidisiplin yang membantu klub mengambil keputusan yang tepat demi kesejahteraan pemain. Tujuan jangka panjangnya sama bagi semua pihak, melindungi pemain dan menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka tampil pada level performa tertinggi.

  9. 9. Apakah ada kebijakan kompetisi terkait jeda internasional atau perlindungan pemain yang dipanggil Timnas, khususnya menjelang fase-fase krusial?

    Jeda internasional beroperasi dalam kerangka regulasi yang ditetapkan oleh otoritas sepak bola. LaLiga menghormati regulasi tersebut dan berkoordinasi secara institusional dengan RFEF bila diperlukan.

    Secara lebih luas, kesejahteraan pemain telah menjadi prioritas utama di seluruh sepak bola Spanyol. Melalui Academy Plan, LaLiga mendorong perawatan pemain yang menyeluruh, dukungan medis, perlindungan (safeguarding), dukungan psikologis, dan sistem pemantauan di sepanjang jalur pengembangan. Meski pengelolaan timnas tetap menjadi tanggung jawab federasi, melindungi pemain adalah tujuan bersama bagi klub, liga, dan lembaga-lembaga sepak bola. Departemen Football Intelligence LaLiga juga membantu menyediakan data dan kajian untuk mendukung rencana pencegahan cedera.

  10. 10. Bagaimana LaLiga memanfaatkan analitik data untuk mendukung staf Timnas dalam menyusun strategi di turnamen besar seperti Piala Dunia?

    LaLiga telah berinvestasi besar-besaran dalam data, teknologi, dan pemantauan performa di seluruh sepak bola profesional. National Academy Plan mencakup indikator terkait platform manajemen, basis data pengembangan pemain, pemantauan GPS, analisis video, sistem pelacakan, dan pelaporan performa.

    Namun, perlu diperjelas bahwa LaLiga tidak menyediakan persiapan taktik atau layanan analisis lawan untuk Timnas Spanyol. Persiapan untuk turnamen internasional sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab RFEF beserta staf teknisnya. Kontribusi LaLiga bersifat tidak langsung, dengan membantu klub-klub memprofesionalkan penggunaan data dan teknologi, kami turut menciptakan pemain dan lingkungan sepak bola yang semakin canggih dan berbasis bukti.

  11. 11. Apakah ada kolaborasi riset ilmiah antara LaLiga dan RFEF yang secara langsung berkontribusi pada performa fisik Timnas sepanjang turnamen?

    Lembaga-lembaga sepak bola Spanyol kerap berkolaborasi dalam hal-hal yang memengaruhi ekosistem sepak bola secara luas, tetapi persiapan fisik Timnas dikelola oleh RFEF beserta departemen performanya.

    LaLiga berkontribusi dengan meningkatkan standar di bidang-bidang seperti ilmu keolahragaan, dukungan medis, manajemen cedera, pemantauan beban kerja, teknologi, dan kesejahteraan pemain di seluruh akademi klub dan struktur profesional. Timnas pada akhirnya memperoleh manfaat dari peningkatan kualitas pemain yang dihasilkan oleh lingkungan tersebut, tetapi LaLiga tidak secara langsung mengelola persiapan fisik selama turnamen internasional.

  12. 12. Bagaimana pandangan LaLiga mengenai hubungan antara kompetisi domestik yang sehat dengan kualitas kolektif timnas?

    Terpenting untuk digarisbawahi, Timnas yang kuat tidak hanya lahir dari klub-klub besar. Skuad juara Piala Dunia 2026 dibentuk oleh jaringan klub luas di seluruh sepak bola Spanyol. Analisis kami menunjukkan keterwakilan dari 11 klub LaLiga yang berbeda dalam jalur pengembangan para pemain tersebut. Keberagaman itu memperkuat baik kompetisi domestik maupun kedalaman talenta timnas.

    LaLiga memiliki pengalaman luas dalam memberikan layanan konsultasi kepada liga, klub, dan federasi internasional, seperti di China dan Irak. Dalam pengalaman kami, rekomendasi kuncinya adalah fokus mengembangkan talenta usia muda. Kompetisi nasional dan klub-klub harus berkomitmen dan berinvestasi pada akademi usia muda milik klub.

    Kompetisi domestik yang sehat merupakan salah satu pendorong terkuat bagi pengembangan pemain. Piramida sepak bola Spanyol memaparkan pemain pada pertandingan yang menuntut sejak usia dini (35–40 pertandingan per musim, hingga totalnya mencapai sekitar 500 pertandingan resmi pada usia 18 tahun) dan menyediakan jalur perkembangan yang jelas hingga ke level profesional. Kompetisi membantu pemain mengembangkan kemampuan mengambil keputusan, ketahanan mental, adaptabilitas, dan kemampuan tampil di bawah tekanan.

  13. 13. Pelajaran apa yang dapat dipetik oleh liga-liga berkembang dari model pengembangan pemain ke Timnas yang terbukti berhasil melahirkan juara dunia?

    Kesuksesan Spanyol dibangun di atas penciptaan ekosistem jangka panjang yang saling terhubung, di mana klub, kompetisi, pelatih, dan lembaga-lembaga semuanya berkontribusi pada jalur pengembangan pemain yang koheren. Pelajaran pertama yang kami petik dari pengalaman kami sendiri, juga dari pengalaman memberi masukan kepada liga dan klub internasional, adalah bahwa komitmen dan investasi pada pengembangan akademi usia muda adalah kunci dalam jangka panjang.

    Pelajaran kedua adalah fokus pada proses, bukan hasil jangka pendek. Pengembangan usia muda yang berkelanjutan membutuhkan kesabaran, kontinuitas, dan komitmen jangka panjang. Akan ada masa ketika hasil naik-turun, tetapi meninggalkan strategi hanya karena penurunan sesaat biasanya justru menghambat kemajuan yang berarti. Tujuannya adalah memperbaiki proses pengembangan, kualitas kepelatihan, struktur kompetisi, kesejahteraan pemain, dan kesempatan bagi pemain muda.

    Terakhir, identitas itu penting, tetapi kemampuan beradaptasi jauh lebih penting. Kami tidak percaya pada penciptaan akademi yang seragam atau pemaksaan satu filosofi sepak bola tunggal. Setiap klub dan setiap negara semestinya mengembangkan modelnya sendiri, sembari tetap menetapkan standar yang jelas, struktur profesional, dan ambisi bersama. Namun, pemain tidak boleh dilatih hanya dengan satu gaya bermain; mereka harus disiapkan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi teknis dan taktik, sekaligus memiliki fondasi fisik yang kuat. Kunci kesuksesan Spanyol terletak pada pengembangan pemain yang serba bisa (all-round).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More