Meski berhasil mempersembahkan tiga trofi, Glasner memastikan keputusannya untuk meninggalkan Palace tidak berubah. Pelatih 51 tahun itu juga memastikan tak ada penyesalan saat memutuskan untuk cabut dari Palace.
Glasner merasa hanya seorang pelayan untuk klub dan para pemain, bukan sosok yang harus menjadi pusat perhatian. Sebagai salam perpisahannya, Glasner juga mengucapkan terima kasih kepada para pendukung.
"Saya adalah pelayan bagi para pemain, klub dan seseorang yang memberikan arah. Saya mengatakan kepada para pemain hari ini dalam pertemuan ketika berada di hotel, karena mendapat banyak pesan dari para penggemar yang mengatakan, 'Terima kasih untuk hari terbaik dalam hidup saya'. Saya sangat menghargainya. Dan saya mengatakan kepada para pemain hal yang sama persis. Jadi, saya harus mengucapkan terima kasih kepada para pemain. Saya harus mengucapkan terima kasih kepada para pendukung, karena itu adalah hal yang sama," kata Glasner.