Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Emosionalnya Zidane Jelang Debut Sebagai Pelatih Timnas Prancis

2 min read
Emosionalnya Zidane Jelang Debut Sebagai Pelatih Timnas Prancis
Mantan pemain Timnas Prancis, Zinedine Zidane (kiri), berpose bersama Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo (kanan), usai konferensi pers perkenalan pelatih baru Les Bleus di Markas FFF, Paris, Selasa (28/7/2026). (LOU BENOIST / AFP)
  • Zinedine Zidane akan debut sebagai pelatih Timnas Prancis melawan Turki di UEFA Nations League pada 26 September 2026, setelah menunggu lima tahun menggantikan Didier Deschamps.

  • Zidane menyebut memimpin Les Bleus terasa lebih emosional dan istimewa dibanding debutnya sebagai pemain, setelah sejak 2021 menanti kesempatan melatih tim nasional.

  • Berbekal sukses sebagai pemain dan pelatih Real Madrid, Zidane menghadapi ekspektasi tinggi tetapi memilih fokus membawa Prancis memenangi pertandingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Zinedine Zidane mengaku debutnya sebagai pelatih Timnas Prancis terasa lebih istimewa dibandingkan saat pertama kali memperkuat Les Bleus sebagai pemain. Mimpi lama akhirnya terwujud.

Sejak meninggalkan jabatan pelatih Real Madrid pada 2021, Zidane belum kembali menangani klub mana pun. Dia menunggu kesempatan untuk melatih Timnas Prancis, meski sejumlah tawaran sempat datang.

  1. 1. Sudah menanti selama lima tahun

    Setelah lima tahun menunggu, Zidane akhirnya ditunjuk untuk menggantikan Didier Deschamps. Dia akan menjalani debut sebagai pelatih Prancis dalam laga UEFA Nations League lawan Turki, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB.

    Peraih Ballon d'Or 1998 itu pun ditanya apakah momen tersebut memiliki keistimewaan yang sama dengan debutnya sebagai pemain Timnas Prancis. Ternyata, debut sebagai pelatih lebih istimewa.

    “Mungkin bahkan lebih istimewa dari itu (debut sebagai pelatih ketimbang pemain). Saya merasakan emosi yang luar biasa saat memimpin Prancis,” ujar Zidane, dilansir "ESPN FC".

  2. 2. Rekam jejak gemilang Zidane sebagai pelatih dan pemainn

    Zidane memiliki perjalanan karier yang gemilang, baik sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih aktif bermain, dia meraih gelar liga bersama Juventus dan Real Madrid.

    Bersama Madrid, Zidane juga menjadi penentu kemenangan di final Liga Champions. Sementara di level internasional, dia berperan penting dalam keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

    Kesuksesannya berlanjut ketika beralih ke dunia kepelatihan. Setelah menjadi asisten Carlo Ancelotti dan Rafael Benitez di Real Madrid, Zidane dipercaya menangani tim utama pada 2016.

    Dia langsung membawa Madrid menjuarai Liga Champions tiga musim berturut-turut, yakni pada 2016, 2017, dan 2018. Zidane juga mempersembahkan gelar LaLiga pada 2017.

    Setelah sempat meninggalkan Madrid selama hampir setahun, dia kembali menangani klub tersebut pada 2019. Setahun kemudian, Zidane kembali membawa Madrid menjuarai LaLiga.

  3. 3. Zidane tak terbebani ekspektasi tinggi

    Rekam jejak tersebut membuat ekspektasi terhadap Zidane di Timnas Prancis terbilang tinggi. Dia menyadari penunjukannya sebagai pelatih kepala menjadi perhatian publik.

    Meski demikian, Zidane mengaku tidak ingin terlalu memikirkan sorotan yang mengiringi kedatangannya. Ia memilih fokus pada tugas utamanya, yakni membawa Prancis meraih kemenangan.

    “Anda harus menerima kenyataan yang ada. Namun, bukan itu tujuan saya di sini. Memenangkan pertandingan bersama Timnas Prancis adalah hal yang paling menarik minat saya,” tegas Zidane.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More