Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Galatasaray Eksploitasi Rapuhnya Pertahanan Juventus

Bek Juventus asal Prancis, Pierre Kalulu, melayangkan protes kepada wasit Federico La Penna setelah diganjar kartu merah saat Inter Milan bentrok dengan Juventus dalam laga Serie A 2025/26 di Stadion San Siro, Milan, 14 Februari 2026. (AFP / Pierro Cruciati)
Bek Juventus asal Prancis, Pierre Kalulu, melayangkan protes kepada wasit Federico La Penna setelah diganjar kartu merah saat Inter Milan bentrok dengan Juventus dalam laga Serie A 2025/26 di Stadion San Siro, Milan, 14 Februari 2026. (AFP / Pierro Cruciati)
Intinya sih...
  • Juventus langsung dibobol di awal babak kedua, membuat Galatasaray unggul 3-2.
  • Pertahanan Juventus sangat buruk dengan kebobolan 13 gol dalam empat laga terakhir.
  • Juventus harus menyerang lebih agar bisa lolos ke babak 16 besar dan mengejar selisih tiga angka dari Galatasaray pada leg kedua.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Juventus menelan pil pahit dalam leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions 2025/26, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Bersua Galatasaray di Rams Park, mereka kalah 2-5.

Sejatinya, Juventus sempat unggul 2-1 di babak pertama, lewat brace Teun Koopmeiners. Namun, petaka menghampiri di babak kedua, menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Juventus.

1. Juventus langsung dibobol di awal babak kedua

Memasuki babak kedua, Juventus hancur lebur. Pada 20 menit awal babak kedua, mereka langsung kebobolan dua kali lewat aksi Noa Lang serta Davinson Sanchez, membuat Galatasaray berbalik unggul 3-2.

Setelah itu, situasi makin sulit bagi Juventus tatkala Juan Cabal mendapat kartu merah. Lang dan Sacha Boey menambah keunggulan Galatasaray, membuat laga berakhir dengan skor 5-2 untuk Galatasaray.

2. Pertahanan Juventus sangat buruk

Kekalahan dari Galatasaray menegaskan rapuhnya pertahanan Juventus. Sofascore mencatat, Juventus kebobolan 13 kali dalam empat laga terakhir, dengan rataan lebih dari tiga per laga.

Torehan ini merupakan jumlah kebobolan terbanyak sebuah klub dalam periode empat laga sepanjang abad 21. Dalam empat laga terakhir itu juga, Juventus kalah tiga kali dan imbang dalam satu kesempatan.

3. Juventus harus main lebih terbuka

Agar bisa lolos ke babak 16 besar, Juventus harus mengejar selisih tiga gol dari Galatasaray pada leg kedua nanti. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyebut tak ada pilihan lain bagi mereka selain bermain lebih terbuka dan menyerang.

"Jadi, saya rasa sekarang menyerang adalah cara bertahan yang bagus bagi Juventus, terutama jika kami mau ngegas. Jika kualitas permainan menurun, maka siap-siap saja berisiko kebobolan banyak gol seperti lawan Galatasarary," kata Spalletti, dilansir Football Italia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Waspada Inter Milan, Kandang Bodo/Glimt Ekstrem dan Sudah Makan Korban

18 Feb 2026, 14:37 WIBSport