Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Raymond/Joaquin Jangan Buru-buru Juara, Harus Sabar

Hasil manis dipetik ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan Derby Tuan Rumah di semifinal Indonesia Masters 2026
Hasil manis dipetik ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan Derby Tuan Rumah di semifinal Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Jakarta, IDN Times - Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, berharap penikmat bulu tangkis Indonesia tidak terlalu membebani pasangan muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, untuk menjadi juara di tiap turnamen yang diikutinya. Menurut Anton, keduanya sudah berada di jalur yang tepat untuk berkembang.

Raymond/Joaquin memang tengah naik daun. Usai tampil mengejutkan dengan meraih titel Super 500 perdana di Australia Open 2025 lalu, Raymond/Joaquin tampil impresif dalam dua turnamen besar pada awal 2026, Indonesia Masters dan Thailand Masters, dengan keluar sebagai runner up.

1. Pencapaian sesuai harapan

Hasil manis dipetik ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan Derby Tuan Rumah di semifinal Indonesia Masters 2026
Hasil manis dipetik ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan Derby Tuan Rumah di semifinal Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Anton mengapresiasi pencapaian Raymond/Joaquin sejak akhir 2025. Bahkan, performa dan hasil yang diraih Raymond/Joaquin di awal musim 2026, diakui Anton, begitu konsisten.

"Saya rasa sih pencapaiannya cukup baik ya. Apalagi, pemain muda ya kan masih panjang lah perjalanannya. Tapi, dari hasil Malaysia, Indonesia Masters, Thailand Masters, mereka bisa masuk final dua kali. Itu saya rasa sih positif ya untuk ke depannya," kata Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung.

2. Butuh proses

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur (IDN Times/Margith Damanik)

Bicara soal evaluasi Raymond/Joaquin dari empat turnamen pembuka, Anton menekankan proses menjadi kunci penting. Anton tak ingin mereka dipaksakan perkembangannya dan layu sebelum berkembang. Evaluasi, ditegaskan Anton, juga tak cuma soal performa, tapi keseharian di luar lapangan agar terjadi keseimbangan antara kualitas teknik dan personal.

"Memang, saat ini kan mereka masuk final dua kali belum juara. Tapi, kan sebelumnya juga pernah juara Australia Masters. Maksudnya, ya kami perlu proses lah. Tapi kalau saya rasa sih dengan umur segitu, dengan hasil pencapaian mereka selama ini, ya saya rasa sih trennya bagus ya. Arahnya bagus, potensi untuk ke depannya,” kata Anton.

3. Jangan buru-buru

WhatsAGanda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung pp Image 2026-02-13 at 15.31.33.jpeg
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Anton berharap para penggemar bulu tangkis Indonesia bersedia memberikan waktu untuk Raymond/Joaquin bisa berproses. Dia mengingatkan, Raymond/Joaquin masih butuh jam terbang lebih tinggi demi mematangkan perkembangannya.

"Saya rasa, jangan buru-buru lah. Kayak ingin mereka juara-juara gitu. Seperti itulah pandangan saya. Butuh proses lah. Butuh proses ya,”

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Laga Pertama Teun Koopmeiners Cetak Lebih dari 1 Gol Tanpa Penalti

18 Feb 2026, 15:14 WIBSport