FanFest Piala Dunia 2026 di New York dan New Jersey Dibatalkan

- FanFest Piala Dunia 2026 di New York dan New Jersey resmi dibatalkan empat bulan sebelum turnamen dimulai, meski tiket sudah dijual sejak Desember 2025.
- Acara tersebut diganti dengan program komunitas lokal bernilai lima juta dolar AS untuk mendukung kegiatan masyarakat dan bisnis kecil di New Jersey.
- Inisiatif baru ini dipimpin NJEDA dan Komite Tuan Rumah, menampilkan bazar rakyat serta festival budaya yang menonjolkan nilai-nilai khas New Jerseyan.
Jakarta, IDN Times - Festival untuk fans atau FanFest Piala Dunia 2026 yang digelar di New York dan New Jersey mendadak dibatalkan. Keputusan ini diambil empat bulan jelang turnamen sepak bola terbesar dunia itu diselenggarakan.
FanFest sebenarnya sudah diumumkan sejak Februari 2025 lalu oleh istri mantan Gubernur New Jersey Phil Murphy, Tammy Murphy. Saat itu, mereka mengumumkannya secara bersama dengan Ketua Direktur FanFest New York. Tiket pun sudah dijual sejak Desember 2025 dan dipastikan penonton yang sudah membelinya akan menerima refund.
1. Diganti program berkonsep komunitas lokal
Dilansir NBC New York, FanFest Piala Dunia 2026 akan diganti dengan program untuk mendukung komunitas lokal. Panitia akan mengalokasikan lima juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp84,2 miliar demi program tersebut.
"Venue di Jersey City tak lagi digunakan. Namun, Gubernur Mikie Sherrill akan menciptakan program untuk menyemarakkan Piala Dunia dengan menyertakan komunitas di New Jersey," begitu pernyataan juru bicara kantor Gubernur New Jersey dilansir NBC New York.
2. Perkenalkan nilai-nilai New Jerseyan
Inisiatif pengganti FanFest berbentuk program yang diinisiasi oleh New Jersey Economic Development Authority (NJEDA) dengan Komite Bersama Tuan Rumah Piala Dunia 2026. Rencananya, ada bazar rakyat, festival budaya, dan keterlibatan komunitas non-profit dalam program ini.
"New Jersey jadi salah satu jantung Piala Dunia 2026. Inisiatif ini memastikan orang-orang memahami nilai-nilai New Jerseyan, tak peduli di mana mereka tinggal, dan bisa menjadi bagian dari sejarah ini. Dari fan zones ke wilayah permukiman untuk menyaksikan festival. Kami menginvestasikan uang kepada komunitas dan bisnis kecil yang akan membuat New Jersey luar biasa. Piala Dunia datang ke wilayah kami dan harus memastikan semua bisa beraroma New Jerseyan," kata Sherrill dalam pernyataannya.
3. Melawan tradisi
Sejak 2006, FanFest sebenarnya sudah menjadi bagian dari Piala Dunia. Umumnya, ada layar besar di satu lokasi yang menjadi pusat keramaian dan menyatukan orang-orang di sana.
Hiburan seperti DJ, konser musik mini, umumnya digelar. Namun, kali ini FanFest tak lagi sama karena konsepnya akan diubah.


















