Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pelatih Tottenham dengan Persentase Kemenangan Terburuk di EPL

5 Pelatih Tottenham dengan Persentase Kemenangan Terburuk di EPL
ilustrasi jersey Tottenham Hotspur (pexels.com/KadinEksteen)

Tottenham Hotspur secara resmi berpisah dengan Thomas Frank usai kalah 1-2 dari Newcastle United pada pekan ke-26 EPL 2025/2026 pada 10 Februari 2026. Pelatih asal Denmark itu dinilai gagal memenuhi ekspektasi manajemen dan fans untuk mengangkat kembali The Lilywhites ke papan atas EPL. Tottenham menempati peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin, hanya berjarak 5 poin dari West Ham United yang menduduki posisi ke-18.

Frank sendiri mengukir rekor buruk selama melatih Tottenham. Ia menjadi salah satu pelatih dengan persentase kemenangan terburuk dalam sejarah Tottenham di EPL. Termasuk Frank, berikut lima pelatih yang menorehkan catatan buruk tersebut.

1. George Graham mencatat 33,7 persen kemenangan dalam 98 laga EPL

George Graham melatih Tottenham pada Oktober 1998--Maret 2001. Ia langsung membawa Tottenham meraih kemenangan 1-0 atas Derby County dalam laga debut pada pekan ke-8 1998/1999. Tottenham asuhan Graham kemudian finis di peringkat ke-11 EPL 1998/1999.

The Lilywhites sempat mengalami peningkatan usai menempati posisi ke-10 klasemen akhir EPL 1999/2000. Namun, performa Tottenham mulai tidak stabil ketika memasuki 2000/2001. Tottenham hanya meraih 10 kemenangan, 9 berimbang, dan 13 kekalahan, dalam 32 laga EPL 2000/2001. Graham akhirnya meninggalkan Tottenham pada Maret 2001. Ia mencatat 33,7 persen kemenangan dalam 98 pertandingan EPL selama melatih Tottenham.

2. Osvaldo Ardiles menorehkan 29,6 persen kemenangan dari 54 laga EPL

Osvaldo Ardiles menjadi pelatih Argentina pertama yang melatih Tottenham pada Juni 1993. Sebelumnya, ia pernah melatih klub-klub Inggris lainnya, macam Swindon Town, Newcastle United, dan West Bromwich Albion. Ardiles diharapkan mampu mengangkat posisi Tottenham ke papan atas EPL.

Namun, ia gagal memenuhi harapan tersebut usai The Lilywhites hanya finis di peringkat ke-15 klasemen akhir EPL 1993/1994. Tottenham lalu tampil inkonsisten dengan meraih 5 kemenangan, 2 berimbang, dan 5 kekalahan, dalam 12 laga EPL 1994/1995. Alhasil, manajemen Tottenham memecat Ardiles pada November 1994. Secara keseluruhan, ia menorehkan 29,6 persen kemenangan dalam 54 pertandingan EPL selama menukangi Tottenham.

3. Juande Ramos mencatat 28,6 persen kemenangan dalam 35 laga EPL

Juande Ramos didatangkan Tottenham menggantikan Martin Jol pada Oktober 2007. Ia kala itu punya reputasi mentereng usai mengantarkan Sevilla menjuarai Piala UEFA dan Copa del Rey 2006/2007. Ramos langsung memberikan dampak positif kepada Tottenham kala meraih gelar juara Piala Liga Inggris 2007/2008.

Sayangnya, performa The Lilywhites di EPL tidak begitu impresif. Ramos hanya mencatat 28,6 persen kemenangan dalam 35 pertandingan EPL selama melatih Tottenham. Ia akhirnya dipecat manajemen The Lilywhites pada Oktober 2008.

4. Jacques Santini mencatat 27,3 persen kemenangan dalam 11 laga EPL

Jacques Santini tidak memiliki periode yang baik ketika melatih Tottenham pada Agustus--November 2004. Ia hanya memimpin Tottenham dalam 45 pertandingan di semua kompetisi. Santini bahkan menorehkan catatan minor di EPL bersama Tottenham.

Ia hanya meraih 27,3 persen kemenangan dalam 11 laga EPL selama 3 bulan menukangi The Lilywhites. Seara perinci, Santini menorehkan catatan 3 kemenangan, 4 berimbang dan kekalahan, dalam 11 pertandingan EPL. Ia dipecat dari posisinya sebagai pelatih Tottenham pada November 2004.

5. Thomas Frank menorehkan 26,9 persen kemenangan dalam 26 laga EPL

Thomas Frank ditunjuk sebagai pelatih baru Tottenham pada musim panas 2025. Ia menggantikan posisi Ange Postecoglu yang dipecat meski membawa The Lilywhites menjuarai Liga Europa (UEL) 2024/2025. Frank diharapkan mampu memainkan sepak bola menyerang dan mengangkat posisi Tottenham ke papan atas EPL.

Namun, performa The Lilywhites tidak sesuai ekspektasi manajemen dan fans. Tottenham hanya meraih 7 kemenangan, 8 berimbang, dan 11 kekalahan dalam 26 laga EPL. Frank hanya meraih 26,9 persen kemenangan dalam 26 pertandingan EPL. Ia akhirnya dipecat usai Tottenham kalah 1-2 dari Newcastle United pada pekan ke-26 EPL 2025/2026.

Kelima pelatih di atas gagal mengangkat posisi Tottenham meski berprestasi bersama tim-tim sebelumnya. Manajemen Tottenham terbukti pernah salah mengambil keputusan dengan menunjuk mereka. Setelah memecat Frank, siapakah yang akan mengisi posisi pelatih Tottenham sampai akhir 2025/2026? Patut dinanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Sepak Bola Malam Ini: Bertabur Duel Seru, Ada Hiburan Sahur

21 Feb 2026, 14:09 WIBSport