Federasi Amerika Serikat Sambut Timnas Iran di Piala Dunia 2026

- Federasi Sepak Bola Amerika Serikat menegaskan kesiapan menyambut Timnas Iran di Piala Dunia 2026, meski berbeda sikap dengan Presiden Donald Trump terkait isu politik antarnegara.
- CEO USSF JT Batson menyatakan dukungan penuh terhadap visi FIFA untuk menggelar turnamen aman dan inklusif bagi seluruh peserta tanpa pengecualian, termasuk Iran.
- Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran masih mempertimbangkan keikutsertaan karena situasi politik yang tegang, meski sudah dijadwalkan bertanding di beberapa kota Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) beda suara dengan Donald Trump selaku Presiden Negeri Paman Sam. USSF siap menyambut baik kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Trump sebelumnya masa bodoh terkait nasib keikutsertaan Team Melli imbas konflik dengan AS-Israel. Namun, USSF selaku salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 menegaskan komitmennya untuk menggelar turnamen yang aman dan terbuka bagi seluruh kontestan.
1. Dukung penuh visi FIFA, AS siap sambut Iran
Sambutan hangat itu dilontarkan CEO sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) USSF, JT Batson. Ia menegaskan federasi AS mendukung visi Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menginginkan partisipasi seluruh tim di turnamen ini.
"Presiden FIFA berbagi niat tentang Piala Dunia yang aman di mana semua tim berpartisipasi. Kami tentu sangat mendukung hal itu," ujar Batson kepada Sky News.
2. Ada skenario Iran jumpa AS
Fakta menariknya, terdapat skenario yang dapat mempertemukan kedua negara tersebut di fase gugur. Itu karena Iran tergabung dalam Grup G, sedangkan AS Grup D. Mereka dipastikan bersua di babak 32 besar jika sama-sama finis sebagai runner-up.
"Kami sudah beberapa kali menghadapi Iran di Piala Dunia, dan seperti halnya 47 tim lainnya yang mungkin kami hadapi, tujuan kami adalah untuk menang," ucap Batson.
3. Iran sedang pertimbangkan mundur
Kondisi Iran memang tidak ideal, karena harus berkompetisi di negara musuh. Tim asuhan Amir Ghalenoei akan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle, yang semuanya merupakan wilayah AS.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengaku sulit untuk menatap turnamen paling prestisius ini. Federasi bersama pemerintah dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah terbaik terkait partisipasi Iran.
"Jauh dari harapan kami untuk bisa menatap Piala Dunia dengan penuh optimisme," ujar Taj.
















