Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

FIFA Balas Tuduhan UEFA, Sengketa Infantino Masuk Babak Baru

3 min read
FIFA Balas Tuduhan UEFA, Sengketa Infantino Masuk Babak Baru
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
  • FIFA membalas UEFA di pengadilan AS, menilai tuduhan salah kelola dan dugaan keuntungan pribadi Gianni Infantino terkait FIFA Forward Enterprise keliru atau menyesatkan.

  • FIFA menuduh UEFA mengajukan permohonan hukum menjelang pemilihan presiden untuk memengaruhi proses serta menjalankan kampanye mendiskreditkan Infantino dan kepemimpinan FIFA.

  • Infantino akan maju lagi pada pemilihan presiden FIFA Maret mendatang, sementara kandidat alternatif dapat diajukan hingga 18 November di tengah tuntutan reformasi dari liga-liga top Eropa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perselisihan antara FIFA dan UEFA terkait kepemimpinan Gianni Infantino memasuki babak baru. Otoritas sepak bola dunia itu memberikan serangan balik kepada konfederasi sepak bola Eropa tersebut.

FIFA menuding UEFA berusaha memengaruhi proses pemilihan presiden melalui dokumen hukum yang diajukan ke pengadilan Amerika Serikat (AS). FIFA berdalih, ada kampanye ilegal yang coba dilancarkan UEFA lewat dokumen itu.

  1. 1. UEFA sempat layangkan tuduhan ke Infantino

    UEFA sebelumnya meminta pengungkapan bukti dan dokumen dari FIFA sebagai persiapan menghadapi kemungkinan proses hukum di Swiss. Dalam pengajuan tersebut, UEFA menuduh Infantino melakukan salah kelola yang bersifat serius.

    Infantino mendapat tekanan setelah muncul rencana penjualan saham dalam turnamen Piala Dunia di Amerika Serikat, sebagai bagian dari skema FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana tersebut kemudian ditangguhkan setelah mendapat penolakan dan kritik.

    FIFA membantah tuduhan tersebut. Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan Florida, FIFA menyebut dokumen UEFA berisi sejumlah pernyataan yang dianggap keliru atau menyesatkan mengenai FIFA dan Infantino.

    "Dengan tanpa dasar apa pun, UEFA menyiratkan bahwa (Gianni) Infantino berusaha mendapatkan keuntungan pribadi dari proposal FFE," tulis FIFA dalam dokumen tersebut.

    FIFA menjelaskan, rencana FFE harus mendapatkan persetujuan dari asosiasi anggota dan Dewan FIFA. Skema tersebut juga akan berada di bawah pengawasan kedua kelompok tersebut.

    "Sebagaimana telah dijelaskan, rencana FFE harus mendapatkan persetujuan dari asosiasi anggota FIFA dan Dewan FIFA, serta FFE akan berada di bawah pengawasan kedua kelompok tersebut di dalam FIFA," lanjut dokumen itu.

  2. 2. FIFA tuduh UEFA berusaha pengaruhi pemilihan presiden

    FIFA kemudian menuding UEFA mengajukan permohonan hukum tersebut menjelang pemilihan presiden FIFA. Mereka pun menyebut, itu adalah upaya untuk memengaruhi pemilihan presiden dalam Kongres di Maroko pada Maret 2027 mendatang.

    "Tepat sebelum pemilihan FIFA, UEFA mengajukan Permohonan 1782 ini, bersama tiga permohonan lainnya, dengan menyebarkan informasi yang salah mengenai Tuan Infantino," demikian isi dokumen FIFA.

    Ini bukan kali pertama FIFA menuduh UEFA melakukan kampanye untuk mendiskreditkan Infantino. Awal bulan ini, FIFA juga menyampaikan tudingan serupa dalam dokumen pengadilan.

    FIFA menyebut UEFA memilih mengeluarkan pernyataan publik yang kemudian dianggapnya sebagai awal dari kampanye untuk mendiskreditkan FIFA dan kepemimpinannya.

  3. 3. Infantino bersiap untuk pemilihan berikutnya

    Infantino akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret tahun depan. Para pihak yang ingin mengajukan kandidat alternatif memiliki waktu hingga 18 November untuk menentukan calon masing-masing.

    Seiring pencalonan Infantino ini, tekanan terhadap kepemimpinan FIFA datang dari sejumlah liga top Eropa. Selain UEFA, Premier League, Bundesliga, La Liga, dan Serie A bersama-sama mengeluarkan pernyataan yang menyerukan reformasi menyeluruh terhadap otoritas sepak bola dunia itu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More