Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gaet Pelatih Perempuan, Union Berlin Bikin Sejarah di Eropa
Asisten pelatih Union Berlin, Marie-Louise Eta (www.bundesliga.com)
  • Union Berlin mencetak sejarah dengan menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih perempuan pertama yang memimpin tim pria di lima liga top Eropa hingga akhir musim.
  • Eta menghadapi tantangan berat menyelamatkan Union Berlin dari ancaman degradasi, setelah tim hanya mengumpulkan 32 poin dari 29 laga di bawah pelatih sebelumnya.
  • Sebelum ini, Eta sudah menorehkan rekor sebagai asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga dan kini melanjutkan jejak langka pelatih perempuan di sepak bola Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Union Berlin mengukir sejarah di sepak bola top Eropa. Klub Bundesliga itu resmi menggaet pelatih perempuan untuk menukangi tim utama pria hingga akhir musim ini.

Sosok yang digaet skuad berjuluk Die Eisernen itu adalah Marie-Louise Eta, untuk menggantikan posisi Steffen Baumgart. Dia menjadi pelatih perempuan pertama yang memimpin tim pria di lima liga top Benua Biru.

1. Misi berat selamatkan tim dari degradasi

Eta ditunjuk untuk mendongkrak performa Union Berlin. Di bawah arahan Baumgart, Die Eisernen kurang stabil dan baru menorehkan 32 poin dari 29 laga, dengan catatan delapan kemenangan, delapan imbang, dan menelan 13 kekalahan.

Kendati bertengger di urutan 11, Union Berlin belum aman dari ancaman degradasi. Mereka hanya berjarak 11 angka dari Wolfsburg yang berada di zona merah, sementara masih ada 15 poin yang dapat diperebutkan.

"Mengingat jarak poin di paruh bawah klasemen, tempat kami di Bundesliga belum sepenuhnya aman," kata Eta yang sadar akan situasinya, dikutip dari BBC.

2. Bukan orang baru pencetak rekor

Eta sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan urusan mendobrak batasan di dunia sepak bola pria. Pada November 2023 lalu, Eta sudah mencetak rekor sebagai asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga.

Perempuan 34 tahun itu bahkan pernah memimpin tim dari pinggir lapangan saat menggantikan Nenad Bjelica yang sempat absen pada Januari 2024 lalu. Pengalaman berharga tersebut membuatnya semakin matang dalam menangani tekanan tinggi di kompetisi kasta tertinggi Jerman.

3. Jejak langkah pelatih perempuan di Eropa

BBC melansir, penunjukan Eta menjadi tonggak sejarah baru dalam sepak bola Eropa. Sebelumnya, Carolina Morace mencatatkan namanya sebagai wanita pertama yang melatih tim profesional pria di klub divisi tiga Italia pada 1999.

Jejak langka tersebut kemudian diikuti oleh Corinne Diacre yang sukses memimpin Clermont Foot di Ligue 2 Prancis selama tiga musim. Kesuksesan di kasta kedua itu pada akhirnya mengantarkan Diacre untuk menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Putri Prancis.

Di Inggris, Hannah Dingley juga pernah ditunjuk sebagai pelatih sementara Forest Green Rovers pada 2023. Kini, langkah Union Berlin menunjuk Eta diharapkan bisa membuka lebih banyak pintu bagi pelatih perempuan di level elite dunia.

Editorial Team