Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gak Cuma Kasus Balogun, 110 Sanksi Kontroversial Diputus Ketua Komdis FIFA
Penyerang AS, Folarin Balogun (nomor 20), merayakan gol ketiga timnya bersama rekan-rekan setim selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 13 Juni 2026. (AFP/Patrick T. Fallon)
  • Ketua Komdis FIFA, Mohammad Al-Kamali, disebut memutus sendiri 110 kasus disiplin termasuk penangguhan kartu merah Folarin Balogun, yang menimbulkan sorotan karena bertentangan dengan sistem resmi FIFA.
  • Sebanyak 72 anggota Parlemen Eropa mendorong investigasi terhadap FIFA dan Al-Kamali atas dugaan penyalahgunaan wewenang, dengan 27 asosiasi sepak bola sudah menandatangani petisi tersebut.
  • Balogun menjadi satu-satunya pemain dari 13 penerima kartu merah di Piala Dunia 2026 yang mendapat pengampunan, sementara pemain lain tetap menjalani hukuman sesuai aturan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penangguhan kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, ternyata merupakan satu dari ratusan kasus yang diputus secara kontroversial oleh Ketua Komisi Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali. Ternyata, masih ada ratusan kasus lainnya yang diambil dengan cara serupa.

Laporan Financial Times, Al-Kamali memutuskan sendiri 110 kasus yang bersinggungan dengan Kode Disiplin FIFA. Hal tersebut tentu bertolak belakang dengan sistem yang ada.

1. FIFA dan Al-Kamali tersudut

Saat ini, Al-Kamali belum diproses oleh Komite Etik FIFA atau pihak lainnya atas tindakannya. Belum ada juga pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Al-Kamali terkait laporan ini.

Namun, posisi Al-Kamali dan FIFA tengah tersudut. Sebab, sejumlah pihak mulai mendorong adanya investigasi atas penangguhan kartu merah Balogun di Piala Dunia 2026.

Sebanyak 72 anggota Parlemen Eropa mendorong seluruh asosiasi sepak bola di bawah naungan UEFA untuk mengisi petisi agar FIFA diinvestigasi. Saat ini, sudah ada 27 asosiasi yang mengisinya dan bukan tak mungkin FIFA akan diseret ke meja hijau atas tindakannya.

2. Kontroversi terbesar FIFA

Kartu merah Balogun yang ditangguhkan memang menjadi salah satu kontroversi terbesar FIFA sepanjang Piala Dunia 2026. Ada indikasi, keputusan FIFA didasari oleh motif politik.

Terlebih, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat mengeklaim lobinya ke FIFA atas kartu merah Balogun berhasil. Laporan dari The Guardian, Trump memang sempat menghubungi FIFA tiga kali sebelum laga melawan Belgia digelar dan menjadi sinyal jika intervensi politik terhadap FIFA itu nyata.

3. Cuma Balogun yang diampuni

Balogun menjadi satu-satunya dari 13 pemain yang dijatuhi kartu merah selama Piala Dunia 2026, mendapatkan ampunan dari FIFA. Sementara, 12 pemain lainnya harus menjalani hukuman dengan normal.

Bahkan, bek Inggris, Jarell Quansah, harus menjalani hukuman skorsing dua laga akibat melepaskan tekel dua kaki. Quansah baru bisa main di final atau perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 nanti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article