Standar Ganda FIFA: Kartu Merah Balogun Ditangguhkan, Bek Inggris Enggak

- FIFA menuai kritik karena menangguhkan kartu merah Folarin Balogun, sementara Jarell Quansah tetap dihukum dua laga di Piala Dunia 2026.
- Quansah mendapat larangan bermain akibat tekel keras terhadap Jesus Gallardo dan harus absen melawan Norwegia serta kemungkinan semifinal.
- Kontroversi makin panas setelah laporan menyebut Donald Trump menelepon FIFA tiga kali untuk menegosiasikan pencabutan sanksi Balogun.
Jakarta, IDN Times - FIFA kembali menunjukkan standar ganda dalam penanganan situasi di Piala Dunia 2026. Ketika kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, ditangguhkan, tidak dengan bek Inggris, Jarell Quansah.
Komite Disiplin FIFA menyatakan Quansah tetap harus menjalani hukuman akumulasi kartu merah. Dia dibelit sanksi skorsing dua laga.
Hukuman ini bersifat otomatis dijalankan, dan Quansah dipastikan tak bisa main saat Inggris menghadapi Norwegia serta semifinal, andai lolos.
"Komite Disiplin FIFA telah menentukan sanksi kepada pemain Inggris, Jarell Quansah, yang diberikan kartu merah langsung saat laga Inggris versus Meksiko, 5 Juli 2026 di Mexico City Stadium, dengan larangan bermain dua laga atas pelanggaran Pasal 14 Kode Disiplin FIFA. Hukuman akan dijalankan di laga-laga berikutnya selama Inggris bermain di Piala Dunia 2026, dan berlandaskan Pasal 69 Kode Disiplin FIFA," begitu pernyataan resmi FIFA.
Quansah diusir wasit karena melakukan tekel menggunakan dua kaki kepada pemain Meksiko, Jesus Gallardo. Aksi itu memang dianggap sebagai pelanggaran serius karena dampaknya bisa fatal.
Sebenarnya, pelanggaran serupa dilakukan Balogun dengan menginjak engkel bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Tapi, Balogun malah bisa main di laga kontra Belgia, dengan sanksi yang ditangguhkan.
Bisa dimainkannya Balogun menjadi kontroversi besar bagi FIFA selama Piala Dunia 2026. Sebab, ada campur tangan Presiden AS, Donald Trump, dalam proses penentuan keputusan.
Trump, dilansir The Guardian, menelepon FIFA tiga kali selama sepekan demi menegosiasikan kartu merah Balogun. Bahkan, dia dengan bangga mengumumkan negosiasinya berhasil dan Balogun bisa main. Menariknya, meski Balogun main, AS tetap dibantai oleh Belgia dengan skor 1-4.






















