Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Gelandang Belanda yang Cetak Brace pada Fase Gugur Liga Champions

3 Gelandang Belanda yang Cetak Brace pada Fase Gugur Liga Champions
ilustrasi gol dalam sepak bola (pixabay.com/ChaosSoccerGear)
Intinya Sih
  • Phillip Cocu mencetak dua gol untuk PSV Eindhoven saat melawan AC Milan di semifinal Liga Champions 2004/2005, namun timnya gagal lolos karena kalah agregat.
  • Georginio Wijnaldum menjadi pahlawan Liverpool dengan dua gol ke gawang Barcelona pada semifinal Liga Champions 2018/2019, membawa The Reds menang 4-0 dan melaju hingga juara.
  • Xavi Simons menambah daftar gelandang Belanda pencetak brace di fase gugur setelah dua golnya bantu Tottenham kalahkan Atletico Madrid 3-2 pada babak 16 besar musim 2025/2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Xavi Simons tampil menawan saat Tottenham Hotspur menerima kunjungan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa 2025/2026. Ia dimainkan sepanjang laga dan mengemas dua gol sekaligus. Meski gol-golnya berbuah kemenangan bagi The Lilywhites, Atletico Madrid menjadi tim yang lolos ke fase selanjutnya berkat keunggulan agregat 7-5.

Dua gol Simons dalam duel yang disaksikan lebih dari 49 ribu penonton itu membawanya masuk dalam daftar gelandang berkebangsaan Belanda dengan pencapaian spesial di Liga Champions. Ia kini termasuk dalam tiga gelandang asal Negeri Kincir Angin yang pernah mencetak brace pada fase gugur sejak Liga Champions memulai era baru dengan mengganti nama kompetisi pada 1992/1993 per 19 Maret 2026.

1. Phillip Cocu mencetak brace ke gawang AC Milan di semifinal Liga Champions 2004/2005

Phillip Cocu tampil begitu mencolok bersama PSV Eindhoven saat menjalani duel kontra AC Milan pada leg kedua semifinal Liga Champions 2004/2005. Ia dimainkan sepanjang laga dan sukses mencetak dua gol ke gawang tim tamu yang dijaga Dida. Sayangnya, kontribusi itu tak mampu membawa PSV melaju ke fase selanjutnya meski menang 3-1. AC Milan lolos ke final berkat keunggulan gol tandang, dengan kemenangan 2-0 pada leg pertama.

Dalam duel yang berlangsung pada 4 Mei 2005 itu, PSV memulai laga dengan baik, unggul cepat pada menit 9 lewat gol Park Ji Sung. Perjuangan tuan rumah untuk menyamakan agregat menemui titik temu pada menit 65, melalui tandukan kepala Cocu memanfaatkan assist Lee Young Pyo. AC Milan lalu memperkecil ketertinggalan lewat gol Massimo Ambrosini pada menit 90+1. Semenit berselang, Cocu kembali mencatatkan namanya di papan skor, dengan sepakan kaki kiri menyambut assist Jan Vennegoor of Hesselink.

2. Berkat brace Georginio Wijnaldum, Liverpool menang 4-0 atas Barcelona di semifinal Liga Champions 2018/2019

Georginio Wijnaldum menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah dalam perjalanan Liverpool melaju ke final hingga meraih gelar juara Liga Champions 2018/2019. Ia menjadi bintang dalam keberhasilan Liverpool menyingkirkan Barcelona secara dramatis di semifinal. Setelah kalah 0-3 pada leg pertama, Wijnaldum tampil impresif pada leg kedua dengan mencetak dua gol yang membawa The Reds menang telak 4-0.

Wijnaldum mencetak gol pertamanya dalam duel di Anfield pada menit 54. Ia melakukannya dengan sepakan kaki kanan menyambut umpan terukur Trent Alexander Arnold dari sisi kanan lini serang hingga membuat The Reds unggul 2-0. Dua menit berselang, Wijnaldum kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat agregat sama kuat 3-3. Divock Origi lantas memastikan satu tempat di final bagi Liverpool lewat sebuah gol pada menit 79.

3. Xavi Simons mencetak brace ke gawang Atletico Madrid pada babak 16 besar musim 2025/2026

Xavi Simons resmi masuk daftar ini berkat dua gol yang ia cetak untuk Tottenham Hotspur ke gawang Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Dua golnya berbuah kemenangan 3-2 bagi The Lilywhites yang tampil di hadapan pendukung sendiri. Meski demikian, Simons dan rekan setimnya tak layak lolos ke fase selanjutnya karena sempat kalah 2-5 pada leg pertama.

Gol pertama Simons ke gawang Atletico Madrid tercipta pada menit 52 dan membuat skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Tottenham. Ia melakukannya dengan sepakan terukur dari luar kotak penalti usai menerima umpan pendek Archie Gray. Setelah tim tamu menyamakan kedudukan lewat gol David Hancko pada menit 75, Simons kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 90, kali ini lewat tendangan penalti. 

Tiga brace gelandang asal Belanda tersebut berbuah kemenangan bagi timnya masing-masing. Meski demikian, kontribusi Xavi Simons dan Phillip Cocu tak cukup membawa timnya melaju ke fase berikutnya. Di sisi lain, Georginio Wijnaldum mencatatkan cerita berbeda dengan membawa timnya ke final hingga merebut gelar juara berkat mencetak dua gol dalam sebuah laga fase gugur Liga Champions.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More