Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi pemain (unsplash.com/flyckt)
  • Galatasaray menang 2-0 atas Stuttgart pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027 berkat dua gol Aleksey Batrakov pada menit ke-12 dan ke-15.
  • Batrakov menjadi gelandang ketiga Galatasaray yang mencetak brace di Liga Champions, sekaligus pencetak brace termuda klub dan tercepat dalam 15 menit pertama laga.
  • Sebelumnya, Tugay Kerimoglu mencetak dua gol saat menang 2-0 atas Sparta Praha pada 1997, sedangkan Ugur Tutuneker membantu kemenangan 5-0 atas Neuchatel Xamax pada 1988.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Galatasaray membekuk Stuttgart dengan skor 2-0 di Ali Sami Yen Spor Kompleksi RAMS Park, Istanbul, Turki, pada matchday keempat fase liga Liga Champions Eropa (UCL) 2026/2027, Selasa (3/11/2026). Dua gol mereka berasal dari Aleksey Batrakov. Berdasarkan data Transfermarkt, torehan tersebut menobatkan Batrakov sebagai gelandang Galatasaray ketiga yang mampu mencetak brace di UCL.

1. Brace Aleksey Batrakov ke gawang Stuttgart pada 3 November 2026 berasal dari tembakan klinis

Aleksey Batrakov mencetak brace ke gawang Stuttgart pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 pada babak pertama. Gelandang serang asal Rusia dengan tinggi 1,73 meter dan nomor punggung 83 ini membuka papan skor pada menit 12. Ia memotong sebuah clearance di kotak penalti dan menuntaskan peluang dengan tembakan tajam ke pojok kiri atas gawang yang dijaga Fabian Bredlown. Tiga menit berselang, Batrakov menyelesaikan umpan terobosan panjang dari Davinson Sanchez dengan sepakan mendatar keras. Bola masuk dengan melewati celah di antara dua kaki Bredlown.

Ini merupakan brace pertama Batrakov untuk Galatasaray. Sebelumnya, ia sudah mempersembahkan tiga gol untuk mereka sejak bergabung dari Locomotiv Moscow pada awal musim. Batrakov menciptakan brace-nya pada usia 21 tahun 147 hari. Ia lahir pada 9 Juni 2005. Menurut Opta, umur tersebut menjadikan Batrakov sebagai pencetak brace termuda Galatasaray di UCL. Selain itu, Opta juga menyebutnya sebagai pemain Galatasaray yang mampu membukukan dwigol paling cepat di UCL. Tidak ada personel lain dalam sejarah Galatasaray yang bisa menorehkan brace dalam periode 15 menit pertama laga.

2. Brace Tugay Kerimoglu membawa Galatasaray menang 2-0 atas Sparta Praha pada 5 November 1997

Sebelum Aleksey Batrakov, gelandang Galatasaray terakhir yang mampu mencetak brace di Liga Champions adalah Tugay Kerimgolu. Momen ini terjadi pada 5 November 1997. Saat itu, mereka menjamu Sparta Praha di Ali Sami Yen Stadyum, Istanbul, Turki, untuk melakoni matchday keempat fase grup UCL 1997/1998. Dua gol Kerimgolu membuat Galatasaray memulangkan tamunya dari Republik Ceko tersebut dengan skor 2-0.

Kerimgolu memecah kebuntuan pada menit 58. Ia melepaskan tembakan keras di luar kotak penalti setelah menerima umpan dari Ergun Penbe. Kiper Sparta, Tomas Postulka, tidak mampu mencegah bola masuk ke gawangnya meski berhasil melakukan tepisan. Kerimgolu kemudian menutup papan skor pada menit 85. Pemain dengan nomor punggung 20 ini mengontrol crossing dari Adrian Ilie dan menyelesaikan peluang menggunakan bagian luar kaki kanannya.

3. Ugur Tutuneker menyumbang dua gol dalam kemenangan 5-0 atas Neuchatel Xamax pada 9 November 1988

Gelandang pertama dalam sejarah Galatasaray yang berhasil mencetak brace di Liga Champions adalah Ugur Tutuneker. Pemain lokal ini mengukirnya pada 9 November 1988. Mereka menerima lawatan dari Neuchatel Xamax di Ali Sami Yen Stadyum untuk memainkan leg kedua 16 besar UCL 1987/1988. Tutuneker dan Galatasaray tengah tertekan akibat kalah telak 0-3 pada leg pertama. Namun, mereka berhasil membalikkan keadaan dengan membantai tim asal Swiss tersebut 5-0.

Tutuneker memulai pesta pada menit 25. Pemain yang dipasang sebagai gelandang kanan dalam skema 4-2-2 ini mengontrol umpan sundulan Mirsad Kovacevic di kotak penalti. Ia berhasil melewati kiper Xamax, Joel Corminboeuf, sehingga dengan mudah menaruh bola ke gawang yang kosong. Tutuneker lantas menciptakan gol ketiga pada menit 77. Corminboeuf gagal memotong crossing yang dilepaskan Xhevat Prekazi. Tutuneker pun menanduk si kulit bundar di tiang jauh.

Ada 14 pemain yang mampu mencetak brace untuk Galatasaray di UCL per 4 November 2026. Namun, hanya tiga sosok di atas yang berposisi gelandang. Sementara, sisanya merupakan penyerang. Mereka adalah Metin Oktay, Tanju Colak, Gokmen Ozdenak, Hakan Sukur, Kubilay Turkyilmaz, Mario Jardel, Umit Karan, Burak Yilmaz, Hakim Ziyech, Noa Lang, dan Victor Osimhen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article