3 Gol Awal Pio Esposito bagi Inter Milan di Serie A, Progres Positif!

- Gol pertama Pio Esposito di Serie A tercipta pada penampilan ketiga
- Berkat satu gol Pio Esposito, Inter Milan menang tipis 1-0 atas Lecce
- Gol ketiga Pio Esposito menegaskan keunggulan fisik dan staminanya
Pio Esposito tampil begitu mengesankan di tim junior Inter Milan hingga sukses mendapat kesempatan emas dengan dipromosikan ke skuad senior pada musim panas 2023. Namun, manajemen langsung melepasnya sebagai pemain pinjaman di Spezia Calcio selama 2 musim demi mendapat kesempatan bermain lebih. Pemain kelahiran 28 Juni 2025 itu tampil impresif di Serie B Italia pada 2023–2025 hingga sukses membuat Nerazzurri menyertakannya ke dalam skuad untuk mengarungi musim 2025/2026.
Kiprah awal Esposito bersama Inter Milan menunjukkan statistik yang cukup baik sebagai seorang penyerang tengah. Per 24 Januari 2026, ia telah mengoleksi 3 gol dalam 20 penampilan awal di Serie A Italia. Gol-gol tersebut menegaskan bahwa dirinya telah siap untuk mendapat menit bermain reguler.
1. Gol pertama Pio Esposito di Serie A tercipta pada penampilan ketiga
Pio Esposito melakoni debut di Serie A pada pekan 2 edisi 2025/2026, saat Inter Milan dipermalukan oleh Udinese di kandang dengan skor 1-2, Minggu (31/8/2025). Debut yang berakhir pahit itu tak membuat ambisinya untuk berkontribusi lebih pada laga-laga berikutnya redup. Ia kemudian sukses mencetak gol pertamanya pada 27 September 2025, saat Nerazzurri melakoni laga tandang ke markas Udinese.
Dalam laga di Unipol Domus itu, Esposito baru turun ke lapangan untuk menggantikan Marcus Thuram pada menit 64, saat Inter Milan telah unggul 1-0 lewat gol Lautaro Martinez pada menit 9. Gol itu berawal dari kerja sama apik Henrikh Mkhitaryan dan Federico Dimarco di sisi kiri. Melalui sepakan kaki kiri, Dimarco melepaskan umpan keras ke sisi tengah yang disambut dengan shooting mendatar Esposito. Kiper Udinese yang berada di ujung kanan gawang pun tak memiliki waktu untuk melakukan penyelamatan hingga harus memungut bola dari gawangnya pada menit 82.
2. Berkat satu gol Pio Esposito, Inter Milan menang tipis 1-0 atas Lecce
Setelah mencetak gol pertama, Pio Esposito mengalami paceklik gol di Serie A dalam 14 laga berikutnya. Meski demikian, ia tetap berkontribusi dengan menyumbang tiga assist yang selalu berbuah kemenangan bagi Inter Milan. Momen kembalinya nama striker berpostur 1,91 meter itu ke papan skor terjadi pada 14 Januari 2026, saat bermain selama 34 menit dalam duel kontra Lecce, yang merupakan bagian dari pekan 26 Serie A 2025/2026.
Gol Esposito dalam duel itu merupakan satu-satunya gol yang tercipta di Giuseppe Meazza, yang menjadikannya pahlawan kemenangan bagi Nerazzurri. Momen tersebut berawal dari shooting keras Lautaro Martinez yang mampu dihalau kiper Lecce. Namun, bola tepisan tersebut datang ke Esposito yang berdiri di depan gawang dan segera melepaskan sepakan kaki kiri yang menjebol gawang lawan pada menit 78.
3. Gol ketiga Pio Esposito menegaskan keunggulan fisik dan staminanya
Setelah gol kedua, Pio Esposito selalu memiliki peran atas terciptanya gol Inter Milan dalam dua laga berikutnya. Ia menciptakan assist yang berbuah gol kemenangan atas Udinese pada 17 Januari 2026, yang sekaligus menjadi obat bagi debutnya yang berakhir pahit melawan klub yang sama. Kemudian, ia mengemas sebuah gol saat Inter Milan menang comeback atas Pisa pada 24 Januari 2026 WIB.
Gol Esposito tercipta pada penghujung babak pertama (45+2’) yang sekaligus membawa Inter Milan berbalik unggul 3-2. Kali ini, ia menjebol gawang lawan dengan memanfaatkan keunggulan fisik serta stamina yang dimiliki. Setelah Alessandro Bastoni melepas umpan dari sisi kiri, Esposito memenangi duel udara atas pemain lawan dan menyambar bola dengan tandukan yang berakhir dengan gol.
Lewat 3 gol serta beberapa assist dalam 20 penampilan pertama di Serie A, Pio Esposito mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar proyek jangka panjang. Lebih dari itu, ia perlahan menunjukkan kapasitasnya sebagai opsi nyata bagi lini depan Inter Milan. Naluri mencetak gol, keunggulan fisik, serta kemampuannya terlibat dalam momen-momen krusial menjadi modal besar untuk berkembang.















