Namun seiring laga berjalan, Argentina memasukkan Facundo Medina, Nahuel Molina, hingga Giuliano Simeone. Sementara, Spanyol memasukkan Mikel Merino, Ferran Torres, Pedri, dan Nico Williams.
Gol Williams Dianulir, Spanyol vs Argentina Masih 0-0 di Extra Time

- Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium masih imbang 0-0 hingga babak perpanjangan waktu.
- Spanyol tampil dominan sejak awal lewat distribusi Rodri dan aksi sayap Yamal serta Baena, namun gagal menembus pertahanan rapat Argentina.
- Nico Williams sempat mencetak gol di babak tambahan pertama, tetapi dianulir wasit karena pelanggaran, membuat skor tetap tanpa gol.
Jakarta, IDN Times - Partai antara Spanyol versus Argentina dalam final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026), masih belum menghasilkan gol di babak perpanjangan waktu. Spanyol yang dominan, masih kesulitan mencetak gol ke gawang Argentina.
Sejak babak pertama dimulai, Spanyol langsung mendominasi laga. Lewat distribusi Rodri, serta manuver sayap Alex Baena dan Lamine Yamal, mereka menekan Argentina.
Namun, Argentina sudah memprediksi tekanan tersebut. Mereka pun memadatkan area tengah dan pertahanan, tidak membiarkan Spanyol menusuk ke kotak penalti.
Memasuki pertengahan babak pertama, dominasi Spanyol atas Argentina masih terasa. Kini, aliran bola mereka lebih hidup dan lebih kencang, membuat pertahanan Argentina kerepotan.
Alhasil, beberapa kali Spanyol sempat menorehkan peluang berbahaya, termasuk via sepakan Lamine Yamal. Namun, Spanyol juga tidak terlalu klinis menyelesaikan peluang.
Di sisa waktu babak pertama, Spanyol masih terus menekan. Di sisi lain, Argentina juga berupaya menyengat lewat serangan-serangan balik.
Namun, sampai babak pertama tuntas, skor 0-0 untuk Spanyol dan Argentina tetap bertahan. Belum ada yang unggul di babak pertama final Piala Dunia 2026.
Memasuki babak kedua, Spanyol dan Argentina melakukan beberapa perubahan. Di awal babak, Argentina memasukkan Leandro Paredes, menemani Nicolas Otamendi yang sudah masuk sejak menit 43.
Kehadiran para pemain baru ini tak memberikan efek yang berarti bagi Argentina. Spanyol masih dominan, sedangkan Argentina justru malah makin tertekan di babak kedua.
Kentaranya, dominasi Spanyol terlihat dari total 18 tembakan yang mereka lakukan hingga pertengahan babak kedua. Argentina tak berkutik, dan tak menorehkan tembakan di rentang waktu serupa.
Argentina terlihat mengincar laga agar masuk ke babak tambahan. Namun, mereka juga dibuat tak berdaya oleh tekanan ketat Spanyol yang konstan.
Kiper Argentina, Emiliano Martinez, jatuh bangun dalam menghadapi gempuran-gempuran pemain Spanyol, yang makin intens terutama di akhir-akhir babak kedua. Torres dan Merino menambah daya gedor Spanyol.
Situasi makin sulit bagi Argentina ketika Enzo Fernandez mendapatkan kartu merah di akhir babak kedua. Dia melanggar keras Pau Cubarsi sampai terpelanting.
Peluang terbaik didapatkan Spanyol di masa injury time lewat sepakan bebas Yamal. Lagi-lagi, Martinez menjadi penyelamat Argentina lewat bloknya yang sempurna dan mengakhiri 2x45 menit dengan skor kacamata.
Di babak tambahan pertama, Spanyol sejatinya sempat mencetak gol via Nico Williams, memanfaatkan kemelut di depan gawang Argentina. Namun, gol ini dianulir karena wasit menilai ada pelanggaran yang terjadi.
Spanyol masih saja mengancam gawang Argentina tanpa hasil. Mereka seakan tak memberi napas bagi tim Tango untuk berkembang. Namun, skor 0-0 masih saja menghiasi papan skor final Piala Dunia 2026 selepas babak tambahan pertama usai.















