Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Grimsby Town, Penakluk Manchester United di Carabao Cup 2025/2026

potret tribun stadion
potret tribun stadion (pexels.com/bohlemedia)
Intinya sih...
  • Grimsby Town, klub kasta keempat liga Inggris, mempermalukan Manchester United melalui adu penalti pada Carabao Cup 2025/2026.
  • Grimsby Town berdiri pada 1878 dan sempat mencicipi kasta tertinggi liga Inggris pada 1930-an serta memiliki sejarah panjang yang kerap dilupakan publik.
  • Blundell Park dikenal sebagai stadion kebanggaan warga kota Grimsby dan Cleethorpes, serta Grimsby Town pernah mengalahkan Liverpool dan Tottenham.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ronde kedua Carabao Cup 2025/2026 memberikan kejutan menarik. Grimsby Town, klub kasta keempat liga Inggris, mempermalukan Manchester United melalui adu penalti pada, Kamis (28/8/2025) WIB dini hari. Lebih menggelikannya lagi, menurut Transfermarkt, valuasi Grimsby Town berkisar 3,60 juta euro (Rp68,5 miliar), jauh di bawah klub Indonesia, Persib Bandung, yang bernilai 6,90 juta euro (Rp131,3 miliar).

Grimsby Town bukanlah nama baru dalam sepak bola Inggris meski kini mereka berkompetisi di League Two. Klub berjuluk The Mariners ini berdiri pada 1878 dan memiliki sejarah panjang yang kerap dilupakan publik. Dari markas kecil di Kota Cleethorpes, Timur Laut Inggris, mereka membawa warisan pesisir yang melekat erat dengan identitas komunitas nelayan.

1. Grimsby Town sempat mencicipi kasta tertinggi liga Inggris pada 1930-an

Grimsby Town berdiri pada 20 September 1878. Sejumlah anggota klub kriket Worsley mendirikan tim ini di Wellington Arms, Freeman Street, dengan nama Grimsby Pelham sebelum berganti menjadi Grimsby Town. Pada 1899, klub resmi bermukim di Blundell Park, stadion yang kemudian melekat erat dengan identitas mereka.

Era keemasan klub hadir pada 1930-an. Selama 8 musim berturut-turut sebelum Perang Dunia II, Grimsby tampil di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Prestasi itu membuat mereka dikenal sebagai salah satu tim pesisir paling disegani dengan dukungan penonton yang berlipat ganda dibandingkan kondisi sekarang.

Pencapaian bersejarah lain terjadi pada musim 1997/1998. Grimsby menorehkan prestasi ganda di Wembley Stadium, yakni menjuarai Auto Windscreens Shield, turnamen yang diikuti klub divisi dua dan tiga liga Inggris, dan memenangi final play-off Second Division (kini EFL League One). Keberhasilan itu memperkuat reputasi The Mariners sebagai klub yang mampu mencetak sejarah meski berkali-kali terombang-ambing di antara divisi.

2. Blundell Park dikenal sebagai stadion kebanggaan warga kota Grimsby dan Cleethorpes

Blundell Park resmi menjadi markas Grimsby pada 1899, menggantikan Abbey Park. Sejak itu, stadion ini tak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga pusat tradisi dan kebanggaan komunitas. Laga perdana mereka terjadi kala melawan Luton Town dengan skor imbang 3-3 di hadapan 4.000 penonton, yang menandai awal perjalanan panjang stadion ini.

Sejarah mencatat banyak momen penting terjadi di Blundell Park. Pada 1937, stadion mencatat rekor 31.651 penonton saat Grimsby menjamu Wolverhampton Wanderers di Piala FA. Meski berbagai rencana relokasi bermunculan sejak 1950-an, stadion ini tetap berdiri sebagai rumah yang tak tergantikan, bahkan setelah berbagai renovasi dan penambahan fasilitas.

Keunikan Blundell Park terletak pada posisinya. Stadion berada di Cleethorpes, kota tetangga Grimsby, yang membuatnya menyatu erat dengan tradisi nelayan dan kehidupan pesisir. Identitas lokal terasa jelas, dari suporter yang membawa boneka maskot klub, Harry the Haddock, hingga lagu-lagu dukungan yang menyebut kebanggaan atas industri perikanan. Semua itu membentuk atmosfer yang sulit ditemui di klub lain.

3. Selain Manchester United, Grimsby Town pernah mengalahkan Liverpool dan Tottenham

Setelah sempat terpuruk ke nonliga pada 2010–2016, Grimsby Town berhasil bangkit. Klub mengamankan promosi kembali ke Football League pada 2022 setelah mengalahkan Notts County, Wrexham AFC, dan Solihull Moors melalui babak play-off. Sejak saat itu, mereka terus berupaya meneguhkan eksistensi sebagai kebanggaan masyarakat pesisir Timur Laut Inggris.

Grimsby kembali menemukan jati dirinya sejak diambil alih Jason Stockwood dan Andrew Pettit pada 2021. Dua pengusaha lokal itu menempatkan nilai kebersamaan sebagai landasan utama klub. Mereka juga menghidupkan kembali ikatan dengan masyarakat serta membuka jalan menuju masa depan klub yang lebih optimis.

Puncak kebangkitan itu terjadi pada ronde kedua Carabao Cup 2025/2026. Grimsby menyingkirkan Manchester United lewat adu penalti 12-11 setelah bermain imbang 2-2. Kemenangan ini menambah daftar panjang cerita “giant-killings” mereka, melanjutkan kejutan kala menumbangkan Liverpool di Anfield (2001) dan Tottenham Hotspur di Blundell Park (2005). Sejarah kembali hidup, yang membuktikan The Mariners masih mampu memberi warna kepada sepak bola Inggris.

Kisah Grimsby Town menunjukkan, nilai uang tidak selalu menjadi tolok ukur kesuksesan. Tradisi, keberanian, dan semangat komunitas sering kali jauh lebih menentukan di lapangan hijau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us