Jakarta, IDN Times - Harga tiket Piala Dunia 2026 menjadi topik utama yang selalu diperbincangkan suporter dan otoritas lainnya. Sebab, harga tiket pada edisi kali ini sangat tidak wajar.
FIFA menerapkan skema first come, first served dalam penjualan tiket Piala Dunia 2026. Dengan sistem tersebut, harga tiket bisa semakin mahal karena permintaan yang melonjak. Pergerakannya juga menjadi begitu liar.
Sebagai sampel, tiket Kategori 1 untuk partai final naik nyaris 50 persen. Awalnya, tiket tersebut seharga 6.370 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp108 juta. Tapi, ketika suporter mulai berebut, harganya meningkat hingga 10.990 dolar Amerika Serikat atau senilai Rp186,5 juta.
Bukan cuma tiket kelas atas saja yang mengalami kenaikan, tapi juga kategori di bawahnya. Tiket Kategori 3 partai final menjadi 5.785 dolar AS (Rp98,2 juta), naik dua kali lipat. Kemudian, tiket Kategori 2 menjadi 7.380 dolar AS (Rp125 juta).
Harga tiket sejak fase grup juga bergerak liar karena sistem ini. Dengan skema itu, bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga enggan membeli tiket Piala Dunia.
