Harga Tiket Piala Dunia 2026 Mencekik, Tarif Transportasi Bikin Menjerit

- Harga tiket transportasi di Amerika Serikat jelang Piala Dunia 2026 melonjak tajam, memicu protes suporter karena tarif kereta dan shuttle bus naik hingga lebih dari sepuluh kali lipat.
- Pemerintah New Jersey dan New York merespons kritik dengan menurunkan harga tiket transportasi, memastikan kebijakan yang lebih ramah konsumen tanpa menggunakan dana pajak warga.
- New York dan New Jersey ditetapkan sebagai pusat Piala Dunia 2026, dengan dukungan pemerintah daerah dan panitia untuk menciptakan akses transportasi terjangkau serta atmosfer pesta sepak bola dunia.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat tengah menjadi sorotan dari suporter sepak bola di seluruh dunia akibat kebijakannya di berbagai sektor yang begitu ekstrem jelang Piala Dunia 2026. Setelah kebijakan FIFA yang menerapkan sistem tiket yang membuat harganya melambung, giliran pemerintah dan perusahaan swasta Amerika Serikat menjadi sasaran kritik suporter.
Terbaru, tarif transportasi yang diterapkan di Amerika Serikat sepanjang Piala Dunia 2026 menjadi bahan kritik suporter. Mereka kecewa karena harga tarif transportasi naik drastis, jauh melebihi batas kewajaran.
1. Harga tiket kereta dan bus meningkat tajam
Harga tiket kereta, contohnya dari Penn Station ke MetLife Stadium, New Jersey, dibanderol hingga 150 dolar Amerika Serikat (Rp2,62 juta) untuk pulang-pergi. Padahal, jarak tempuhnya 28,3 kilometer, tergolong dekat untuk ukuran kereta.
Tarif ini meningkat lebih dari 10 kali lipat, karena harga normal berada di kisaran 12,9 dolar AS (Rp226 ribu) untuk pulang-pergi. Tak cuma tiket kereta, tapi shuttle bus juga melonjak tajam. Tarif shuttle bus di New York kini mencapai 80 dolar AS (Rp1,4 juta) untuk pulang-pergi.
Dilansir Daily Mirror, kebijakan ini membuat suporter berteriak. Mereka protes karena operator transportasi telah mengambil kebijakan yang serampangan dan tak berpihak kepada konsumen.
2. Pemerintah New York dan New Jersey ambil tindakan
Kritik ini akhirnya direspons oleh pemerintah New Jersey. Gubernur New Jersey, Mikie Sherril, menegaskan tiket kereta ke MetLife Stadium sudah dipangkas tarifnya. Dia mengaku sudah berbicara dengan NJ Transit selaku operator agar menerapkan harga tiket yang berpihak ke konsumen jelang Piala Dunia 2026.
"Kabar gembira: Jelang penjualan tiket NJ Transit edisi Piala Dunia, NJ Transit menurunkan harga tiket ke 98 dolar Amerika Serikat (Rp1,7 juta), tanpa memakai uang pajak warga New Jersey. Terima kasih kepada para partner untuk membantu hal ini terwujud," begitu cuitan Sherril di akun X miliknya.
Bukan cuma pemerintah New Jersey, pemerintah New York juga menerapkan kebijakan serupa. Gubernur New York, Kathy Hochul, menegaskan pihaknya ingin membantu konsumen dan menciptakan Piala Dunia 2026 yang ramah bagi semua pihak dari segi harga. Dia menyatakan, tiket shuttle bus kini sudah direduksi harganya menjadi 20 dolar AS (Rp350 ribu) dari yang tadinya menyentuh 80 dolar AS.
"Menggelar Piala Dunia adalah kesempatan satu kali di setiap generasi buat New Yorkers. Kami mau membuat event kelas dunia ini semurah mungkin dan bisa diakses seluas-luasnya," ujar Kathy, dilansir Daily Mirror.
3. New York dan New Jersey jadi pusat Piala Dunia 2026
Sementara itu, CEO FIFA World Cup 2026 NYNJ Host Committee, Alex Lasry, menegaskan New York dan New Jersey merupakan pusat dari pesta sepak bola dunia. Maka dari itu, harus ada kebijakan yang berpihak kepada masyarakat agar atmosfernya menjadi lebih meriah.
"Kami berterima kasih kepada Gubernur Hochul yang telah membantu menambah kapasitas shuttle bus dan memotong harga tiket. Perkembangan ini akan membantu konsumen dalam dan luar negeri dalam mengakses transportasi demi memenuhi misi untuk menyemarakkan event langka dalam satu generasi," kata Lasry.



















