Tiket Piala Dunia 2026 di AS Mencekik, Donald Trump Bahkan Ogah Beli

- Harga tiket Piala Dunia 2026 di AS mencapai sekitar Rp17,3 juta per laga, membuat banyak pihak terkejut termasuk Donald Trump yang enggan membelinya.
- Kebijakan baru FIFA yang menentukan harga tiket berdasarkan popularitas tim menuai kritik keras karena dianggap terlalu komersial dan memberatkan suporter.
- FIFA juga dikritik atas aturan resale tiket dengan potongan biaya administrasi 30 persen, yang makin menyulitkan penggemar kelas pekerja untuk menonton langsung.
Jakarta, IDN Times - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko terus mendapat sorotan negatif. Khususnya harga tiket pertandingan di AS, yang terasa begitu mencekik.
Salah satunya adalah harga tiket AS versus Paraguay di laga perdana Grup D, di Los Angeles, pada 13 Juni 2026. BBC melansir, harga tiket dalam laga tersebut menyentuh 1.000 dolar AS, atau setara Rp17,3 juta.
1. Donald Trump bahkan ogah beli
Presiden AS Donald Trump bahkan terkejut mendengar angka tersbut. Trump ingin menonton negaranya, tetapi tidak sudi jika harus membayar tiket yang harganya selangit itu.
"Saya tidak tahu angka itu, saya tentu ingin berada di sana, tetapi sejujurnya saya juga tidak akan sudi membayarnya," kata Trump dikutip dari BBC.
2. FIFA kena hujat, dituduh gila uang
Mahalnya harga tiket ini tak lepas dari strategi komersial baru yang diterapkan FIFA untuk edisi 2026. Berbeda dari turnamen-turnamen sebelumnya yang menggunakan tarif tetap, FIFA kini mematok harga fase grup berdasarkan popularitas tim yang bertanding.
Kebijakan ini langsung memicu badai kritik dari publik yang menuduh FIFA melakukan pemerasan berkedok sepak bola. Suporter seolah dipaksa merogoh kocek lebih dalam jika ingin menonton negara-negara top.
3. Regulasi resale FIFA yang makin memberatkan
Derita suporter belum berhenti sampai di situ, mengingat mereka juga harus menghadapi harga selangit di kanal resale resmi milik FIFA. Otoritas sepak bola dunia itu dituding rakus karena memotong biaya administrasi sebesar 30 persen, yakni 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual untuk setiap transaksi tiket.
Trump pun mengaku kecewa jika para pendukung dari kelas pekerja tidak mampu merasakan atmosfer Piala Dunia di negara sendiri akibat harga yang mencekik.
"Saya ingin orang-orang yang memilih saya bisa pergi (menonton), jika orang-orang dari Queens dan Brooklyn tidak bisa pergi, saya akan kecewa," ujar Trump.
















