Comscore Tracker

MU Bermain dengan Wajah Berbeda di Tangan Rangnick

Setan Merah tampil lebih agresif dengan gegenpressing

Jakarta, IDN Times - Ralf Rangnick baru sekali memimpin Manchester United dalam sebuah pertandingan. Namun, hasil instan sudah mulai dapat dirasakan. Skuad Setan Merah tampil dengan skema berbeda.

Saat meraih kemenangan dari Crystal Palace 1-0 pada akhir pekan lalu, MU menunjukkan permainan dengan pressing tingkat tinggi. Hal itu jadi ciri khas taktik yang identik dengan Rangnick, yakni gegenpressing.

Hampir seluruh pemain MU menekan lawan dengan memainkan garis pertahanan tinggi. Mereka tak membiarkan lawan menguasai bola terlalu lama. Hal itu pun berjalan efektif hampir sepanjang babak pertama.

Baca Juga: Fred, dari Pemain Tak Berguna Jadi Mesin Ralf Rangnick di MU

1. Penampilan luar biasa MU dalam 30 menit pertama

MU Bermain dengan Wajah Berbeda di Tangan RangnickRonaldo mencetak brace dalam debut keduanya di MU, tapi siapa sangka ia sempat gugup di awal pertandingan. (Twitter/@ManUtd).

Berdasarkan statistik di Premier League, MU berhasil melakukan penguasaan bola sebanyak 62 persen sepanjang pertandingan. Hal itu tak lepas dari gegenpressing yang diperagakan Cristiano Ronaldo dkk. Sehingga, lawan tak banyak kesempatan untuk menguasai pertandingan.

Agresivitas permainan MU memang belum stabil. Mereka terlihat begitu impresif dalam 30 menit pertama. Usai itu, permainan tim sedikit mengendur. Maklum, belum semua pemain siap memeragakan cara main seperti itu, mengingat butuh fisik prima sepanjang laga.

"Menurut saya, permainan dalam 25 menit pertama sangat luar biasa. Kami bisa menampilkan permainan tempo tinggi dan tak memberikan ruang leluasa bagi lawan,” kata Bruno Fernandes dikutip laman resmi Manchester United.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kemenangan Manchester United atas Crystal Palace

2. Lini belakang terlibat dalam serangan

MU Bermain dengan Wajah Berbeda di Tangan Rangnickpotret laga Crystal Palace melawan Manchester United (twitter.com/ManUtd)

Analis sepak bola BBC Sports, Statman Dave, mengungkapkan beberapa statistik yang cukup menonjol saat pertama kali Rangnick memimpin MU dalam pertandingan, seperti jumlah operan yang mencapai 108 kali di sepertiga akhir lapangan, 26 di antaranya terjadi di dalam kotak penalti lawan.

Hal itu dilengkapi dengan efektivitas serangan MU yang dilihat dari jumlah tembakan. Total, mereka sudah melakukan 10 sepakan ke arah lawan sebelum turun minum. Jumlah itu saja sudah melampaui total tembakan MU sepanjang laga saat kalah dari Watford. 

Menariknya, para pemain belakang MU juga banyak terlibat dalam permainan saat pemain menerapkan taktik dari Rangnick. Harry Maguire yang acap kali jadi sorotan, mampu membuat 15 operan saat berada di area pertahanan lawan. Jumlah itu jadi yang terbanyak dicatatkan pemain dalam satu laga usai Paul Pogba melakukannya (23 operan) saat melawan Newcastle.

Sementara, Diogo Dalot yang tampil di sisi kanan mampu melepaskan 20 umpan sukses yang tiga di antaranya jadi umpan di kotak penalti lawan, tiga kali melakukan ball recovery, dan sukses melakukan tekel dua kali.

3. Sengaja menduetkan Rashford dengan Ronaldo

MU Bermain dengan Wajah Berbeda di Tangan Rangnickpotret Marcus Rashford, Ronaldo, dan Bruno Fernandes (twitter.com/MarcusRashford)

Rangnick merasa, dalam waktu singkat, sulit baginya untuk menerapkan strategi yang dia mau. Ia hanya bisa menjelaskan dan memperkenalkan cara tim bermain sesuai keinginannya kepada para pemain dalam dua latihan saja. Sehingga, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. 

Pelatih asal Jerman itu sengaja menerapkan formasi 4-2-2-2. Ia memanfaatkan Ronaldo dan Marcus Rashford di lini depan karena punya kecepatan. 

"Jadi saya memutuskan bermain dengan formasi tersebut menggunakan dua striker, bukan Cristiano sendiri di depan. Dia bersama dengan Marcus menggunakan kecepatan untuk menyambut bola-bola vertikal,” ujar dia.

Sebetulnya, masih banyak hal yang ia terapkan di Manchester United. Namun, semua harus bersabar, karena ia masih butuh waktu itu bisa mengubah gaya bermain MU yang lebih agresif, dinamis, dan terus menyerang. 

Baca Juga: Ralf Rangnick Belum Tentu Sukses di MU Meski Debutnya Manis

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya