Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Irak vs Prancis: Singa Mesopotamia Bertaruh Nasib di Piala Dunia

Irak vs Prancis: Singa Mesopotamia Bertaruh Nasib di Piala Dunia
Penyerang Prancis Kylian Mbappé berebut bola dengan penyerang Senegal Nicolas Jackson (kiri) dan gelandang Lamine Camara dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Senegal di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, Senin Rabu (17/6/2026) WIB. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)
Intinya Sih
  • Irak wajib menang atas Prancis demi menjaga peluang lolos setelah kalah 1-4 dari Norwegia, dengan semangat juang tinggi jadi modal utama menghadapi tim unggulan.
  • Didier Deschamps menegaskan Irak bukan lawan mudah dan meminta pemain Prancis tetap fokus karena lawan punya identitas permainan serta kemampuan teknik yang solid.
  • Prancis lebih diunggulkan berkat skuad bertabur bintang dan kemenangan atas Senegal, namun Irak bertekad tampil disiplin agar duel berjalan ketat hingga akhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nasib berbeda akan dipertaruhkan saat duel Prancis vs Irak tersaji pada laga kedua Grup I Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Selasa (22/6/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Irak yang berada dalam tekanan setelah mengawali turnamen dengan hasil buruk. Singa Mesopotamia harus bangkit jika masih ingin menjaga peluang melaju ke fase gugur.

Irak tidak memiliki banyak pilihan. Kekalahan telak 1-4 dari Norwegia pada laga pembuka membuat mereka wajib meraih hasil positif saat menghadapi Prancis.

Kembali menelan kekalahan bisa membuat langkah Irak di Piala Dunia 2026 semakin sulit. Karena itu, duel kontra Les Bleus menjadi laga hidup mati bagi skuad asuhan Graham Arnold.

Namun, tantangan Irak sangat berat. Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Senegal 3-1 pada pertandingan pertama Grup I.

Kemenangan atas Irak akan membawa Prancis semakin dekat dengan tiket babak gugur. Sementara itu, Irak harus tampil sempurna dengan keberanian, disiplin, dan mental bertanding tinggi.

Duel Irak vs Prancis bukan hanya soal perebutan tiga poin. Pertandingan ini menjadi pertaruhan besar bagi dua tim dengan misi yang berbeda.

1. Irak siap tampil habis-habisan hadapi Prancis

Meski Prancis lebih diunggulkan, kemenangan tidak otomatis menjadi milik Les Bleus. Bahkan dengan komposisi terbaik, tim asuhan Didier Deschamps tetap harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin.

Irak sudah bertekad memberikan perlawanan maksimal. Penyerang andalan mereka, Aymen Hussein, memastikan skuad Singa Mesopotamia tidak ingin kembali kehilangan poin setelah kekalahan pada laga pertama.

“Kami kembali (ke Piala Dunia) setelah 40 tahun. Kami memainkan pertandingan yang bagus sebelumnya,“ kata Aymen dikutip L’Equipe.

Ia menyadari Prancis memiliki banyak pemain berkualitas. Namun, Irak tidak datang dengan rasa takut.

“Kami memiliki energi besar. Kami tidak puas dengan hasil pertama dan sudah melakukan persiapan dengan baik [untuk lawa lawan Prancis],” ujarnya.

Irak berharap semangat juang menjadi modal utama untuk menghadapi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 tersebut.

2. Deschamps tegaskan Irak bukan tim kecil

Di kubu lawan, Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps meminta anak asuhnya tak menganggap Irak sebagai lawan mudah.

Meski Prancis punya kualitas pemain yang lebih mentereng, Deschamps menilai Irak tetap memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan.

“Mereka bukan tim kecil. Mereka lolos di Meksiko setelah menghadapi Bolivia, yang merupakan tim sangat bagus. Mereka bermain imbang melawan Spanyol dan mampu bertahan dengan baik menghadapi Norwegia,” beber Deschamps.

Menurut Deschamps, Irak sudah memiliki identitas permainan yang jelas. Para pemainnya juga dinilai memiliki kemampuan teknik yang baik.

“Mereka memiliki pola permainan yang sudah terbentuk dan tahu apa yang mereka lakukan. Para pemainnya juga memiliki pemahaman teknik yang bagus. Kami tidak boleh berpikir pertandingan ini akan mudah,” katanya.

Deschamps menegaskan target Prancis tetap sama, yakni meraih kemenangan sekaligus memastikan langkah mereka menuju babak berikutnya.

“Tujuan kami adalah meraih kemenangan dan memastikan lolos,” ujar Deschamps.

3. Statistik bicara Prancis lebih diunggulkan atas Irak

Secara kualitas skuad, pengalaman, dan kedalaman pemain, Prancis datang sebagai tim yang lebih difavoritkan dibanding Irak. Les Bleus memiliki banyak pemain kelas dunia yang terbiasa tampil di pertandingan besar, baik bersama klub maupun tim nasional.

Modal Prancis juga lebih meyakinkan setelah mengalahkan Senegal 3-1 pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026. Kemenangan tersebut membuat skuad asuhan Didier Deschamps berada dalam posisi nyaman untuk mengejar tiket ke fase gugur.

Pada laga melawan Senegal, Prancis tetap mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Kapten sekaligus kiper utama Mike Maignan menjadi pilihan di bawah mistar, dengan William Saliba dan Ibrahima Konaté mengawal lini belakang.

Di sisi lain, Irak harus memperbaiki banyak aspek setelah kalah 1-4 dari Norwegia. Lini pertahanan menjadi perhatian utama karena mereka gagal meredam tekanan lawan pada pertandingan pertama.

Meski demikian, statistik tidak selalu menjadi penentu hasil akhir. Irak sudah menunjukkan mampu memberikan perlawanan kepada tim-tim besar. Deschamps pun mengakui skuad Singa Mesopotamia bukan lawan yang mudah.

Prancis memang lebih unggul di atas kertas, tetapi Irak memiliki motivasi besar untuk bertahan di Piala Dunia 2026. Situasi tersebut membuat duel kedua tim tetap berpotensi berjalan ketat hingga menit akhir.

Prakiraan susunan pemain Prancis vs Irak:

Irak (4-4-2):
Jalal Hassan; Hussein Ali, Akam Hashim, Zaid Tahseen, Merchas Doski; Ibrahim Bayesh, Amir Al-Ammari, Osama Rashid; Ali Jasim; Zidane Iqbal, Aymen Hussein.

Prancis (4-2-3-1):
Mike Maignan; Jules Kounde, William Saliba, Dayot Upamecano, Theo Hernandez; Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot; Michael Olise, Ousmane Dembele, Desire Doue; Kylian Mbappe.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More